Menteri LH Turun Langsung ke Karhutla Kampar, Penanganan Diminta Berbasis Data
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat bersama Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Bambang Hero Saharjo meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/08/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan yang terdampak karhutla, termasuk karakteristik kebakaran, dampak terhadap lingkungan, serta langkah penanganan yang telah dilakukan di lapangan.
Dalam peninjauan itu, Menteri LH dan Prof. Bambang Hero didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan beserta jajaran. Kehadiran pakar kebakaran hutan dan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat persoalan karhutla berdasarkan kajian ilmiah.
Baca: Riau Bershalawat Bersama Habib Syech Meriahkan HUT Ke-69 Provinsi Riau
Pemeriksaan lapangan dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kondisi areal yang terbakar, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penyebab kebakaran dan dampak ekologis yang ditimbulkan.
Menteri LH Jumhur Hidayat menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman api. Pencegahan, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan harus dilakukan secara terpadu.
Baca: Satpol PP Siapkan Penertiban Lapak Pedagang di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru
"Penanganan karhutla harus kita lakukan dari hulu sampai hilir. Pencegahan, pemadaman, penegakan hukum hingga pemulihan lingkungan harus berjalan bersama. Karena itu kita melihat langsung kondisi di lapangan agar setiap langkah yang diambil berbasis pada data dan fakta," ujar Jumhur.
Polda Riau Paparkan Sistem Green Policing
Selain meninjau lokasi karhutla, rombongan Menteri LH dan Prof. Bambang Hero juga menerima paparan mengenai Dashboard Green Policing yang dikembangkan Polda Riau.
Baca: Diduga Sarat Penyimpangan, LMB Desak Audit Total Pelaksanaan SPMB Riau 2026
Sistem tersebut mengintegrasikan berbagai data terkait perlindungan lingkungan dan karhutla dalam satu sistem pemantauan. Teknologi ini dirancang untuk membantu kepolisian memantau potensi kerawanan sekaligus mencatat capaian program perlindungan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan bahwa pendekatan berbasis data diperlukan agar penanganan persoalan lingkungan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Baca: Pemko Pekanbaru Siapkan Outbound Akbar dan Pembekalan bagi Lebih dari 3.000 Ketua RT/RW
Berdasarkan data Dashboard Green Policing per 22 Agustus 2026, tercatat sebanyak 226.301 pohon dalam sistem. Jumlah tersebut diperkirakan mampu menyerap karbon hingga 4.978,6 ton CO? per tahun.
Dashboard tersebut juga mencatat 7.349 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Selain data lingkungan, sistem itu turut mengintegrasikan 110 Jembatan Presisi dalam pemetaan program yang dijalankan Polda Riau dan jajaran.
"Semua kita dorong berbasis data. Berapa pohon yang ditanam, di mana lokasinya, bagaimana sebarannya, sampai berapa besar estimasi karbon yang dapat diserap. Begitu juga dengan karhutla. Kita ingin memiliki sistem yang membantu kita membaca persoalan lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat," kata Herry.
Baca: Kasus Dugaan Korupsi Kuansing Berpotensi Meluas, Sejumlah Pihak Disebut Bisa Terseret
Penanganan Karhutla Kampar Diperkuat
Peninjauan langsung oleh Menteri LH, ahli karhutla dan Kapolda Riau menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau dilakukan dengan pendekatan lintas sektor.
Baca: Kampar Pertahankan Peringkat 7 di MTQ XLIV Riau, Raih Juara Harapan II Stand Bazar
Selain pemadaman, pemerintah dan aparat penegak hukum juga perlu memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui secara ilmiah, dampak lingkungan dihitung, serta kawasan terdampak mendapatkan langkah pemulihan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat pencegahan karhutla sekaligus mempercepat respons ketika muncul titik api baru di wilayah Riau.
Keterlibatan Prof. Bambang Hero Saharjo sebagai ahli kebakaran hutan dan lahan juga menjadi bagian penting dalam memberikan perspektif ilmiah terhadap kondisi kawasan yang terdampak karhutla di Kampar. (SM)
