Pemko Pekanbaru Sulap Pasar Agus Salim Seperti Malioboro-nya Yogyakarta

Mawardi Tombang
Jumat, 30 Juli 2021 19:42:27
Kondisi Pasar Agussalim terkini

Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berencana melakukan penataan fungsi kawasan jalan Agus Salim menjadi beberapa fungsi, sehingga akan menambah nilai estetika maupun pendapatan pelaku usaha.

Berdasarkan siaran pers Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, Walikota Pekanbaru, Dr. H. Dr. Firdaus, ST, MT merencanakan kawasan sepanjang jalan Agus Salim dan sekitarnya menjadi icon wisata baru sebagai sentra kuliner Street Pekanbaru. Sehingga kawasan tersebut harus ditata dan dikelola dengan baik dan terintegrasi dengan penataan kawasan Sukaramai Trade Center (STC).

Pernyataan Kadis Perindag Kota Pekanbaru itu juga merupakan langkah teknis pernyataan dari Walikota Pekanbaru DR Firdaus beberapa waktu yang lalu yang menyatakan bahwa kawasan pasar Agussalam akan menjadi seperti pasar Malioboro Yogyakarta. permintaan Wako Firdaus tersebut tak terlepas dari kenyataan bahwa menjamurnya wisata kuliner di Kota Pekanbaru saat ini.

Kadisperindag Pekanbaru, Ingot Ahmad.

Baca: Reses DPRD Riau Dimulai, Warga Diminta Maksimalkan Kesempatan Sampaikan Aspirasi

"Pemko Pekanbaru bekerjasama dengan LPM Pekanbaru, Tim The Street Kuliner Pekanbaru akan mewujudkan 'Malioboronya Pekanbaru," ujarnya pada Ahad (21/2/2021).

Adapun langkah-langkah yang telah dan akan dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru adalah sebagai berikut, Pertama Melaksanakan pendataan bangunan liar maupun pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Agus Salim. “saat ini terdapat lebih kurang 353 pedagang yang berjualan dan menempati bangunan liar dari simpang jalan Jenderal Sudirman sampai dengan jembatan sungai Sago”, ujar Ingot Ahmad Hutasuhut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru, beberapa waktu lalu .

Kedua, Melaksanakan sosialisasi kepada para pedagang tentang rencana penataan dan penempatan (relokasi) pedagang pasar Agus Salim untuk masuk ke dalam lingkungan pasar Inpres Agus Salim maupun pasar rakyat Agus Salim. Ketiga, membagi jam operasional kawasan jalan Agus Salim. Terakhir, Ingot Ahmad mengatakan, telah merancang rekayasa lalu lintas agar kawasan jalan Agus Salim menjadi tertib, ramai dan lancar yang terintegrasi dengan kawasan STC. “Untuk kelancaran pelaksanaan penertiban bangunan liar di sepanjang jalan Agus Salim yang saat ini ditempati oleh pedagang akan dilaksanakan oleh Tim Yustisi Kota Pekanbaru”, ujarnya.

Tiga Zonasi Operasional

Untuk mempercantik jalan Agus salim tersebut, Ingot Ahmad mengatakan, bahwa telah merancang penataan pedestrian Jalan Agus Salim yang mana nantinya akan dibagi menjadi tiga zona waktu operasional.

Baca: Wakili Bupati Kampar, Asisten II Pimpin Apel Gerakan Indonesia ASRI di Kecamatan Salo

"Seperti pagi sampai sore hari, pedestrian yang ada di ruas jalan itu difungsikan sebagai penunjang saranan transportasi," ungkap Kepala Disperindag Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (5/8) lalu.

Kemudian dari sore hingga tengah malam, kata dia, pedestrian Jalan Agus Salim akan difungsikan sebagai tempat pemasaran hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), kuliner serta kerajinan ataupun idustri kreatif.

"Sementara dari tengah malam sampai pagi, itu pedagang. Pedagang sayur bisa jualan di situ. Sistemnya lapak. Jadi konsepnya seperti itu," ucap Ingot.

Saat ini, terang dia, penataan sesuai konsep yang telah dirancang itu masih terkendala pandemi Covid-19 yang memaksa pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV.

Baca: Hadiri HUT ke-26 APKASI, Bupati Kampar Perkuat Kolaborasi dan Peluang Kerja Sama Antar Daerah

"Mudah-mudahan setelah PPKM ini berakhir, penataan sesuai konsep bisa kita lakukan," harapnya.

"Karena kita ingin mengoptimalkan kawasan itu (Jalan Agus Salim) sebagai kawasan yang bisa menunjang perekonomian. Hal itu sesuai konteks saat ini untuk pemulihan ekonomi," tutup Ingot.



Terkait
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan dengan Komunitas Becak di Bangkinang
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan dengan Komunitas Becak di Bangkinang
Bupati Kampar Pimpin Pra Musrenbang RKPD 2027, Fokus Si
Makan Bajambau Warnai Peringatan Hari Jadi Kampar ke-76
Disaksikan Pj. Sekdako, Pemko Pekanbaru Bongkar JPO di
Lainnya
Koordinator Kafilah Kampar Pastikan Kesiapan, Optimistis Tampil Gemilang di MTQ Riau.
Koordinator Kafilah Kampar Pastikan Kesiapan, Optimistis Tampil Gemilang di MTQ Riau.
BPKAD Riau Kebut Evaluasi APBD Pekanbaru dan Inhil, Dae
Oknum Satpam DPRD Usir Anggota Dewan karena Pakai Jaket
Cuaca di Sebagian Aceh Berbeda Hingga Tiga Hari Kedepan
Nasional
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Karhutla Berulang Tiap Tahun, Syahrul Aidi Dorong TNI Jalankan Operasi secara Terencana dan Terpadu
Prabowo Targetkan 70 Ribu Polisi Hutan, Rekrutmen 21 Ri
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung