Pemkab Kampar Genjot Program Rumah Layak Huni 2026, Prioritaskan Warga Kurang Mampu
KANALSUMATERA.com - BANGKINANG – Pemerintah Kabupaten Kampar terus mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan rumah layak huni tahun 2026. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), Rumah Baru Layak Huni (RBLH), serta bedah rumah yang digelar di Bangkinang Kota, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si, yang mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar. Sosialisasi diikuti para camat, kepala desa/lurah, perangkat desa, hingga pihak terkait lainnya untuk memastikan pemahaman teknis program berjalan optimal.
Dalam sambutannya, Wabup Misharti menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.
“Sebanyak 85,000,000 untuk Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) dari Dana Bankeu Provinsi Riau dan 79 unit untuk rumah layak huni (RBLH) 2026 dari dana APBD Kabupaten Kampar, Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat agar dapat memiliki tempat tinggal yang layak, sehat, aman dan nyaman. Kita berharap seluruh proses pelaksanaan nantinya berjalan tepat sasaran, transparan dan sesuai aturan,” ujar Wakil Bupati Kampar.
Baca: Bupati Kampar Ajak Koperasi Bertransformasi pada Peringatan Harkopnas ke-79 Tahun 2026
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kampar bersama Pemerintah Provinsi Riau dalam menekan angka rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat.
Wabup juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa dalam proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan. Hal ini dinilai krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kampar, Rusdi Hanip, ST., MT., menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memberikan pemahaman teknis terkait tahapan pelaksanaan program.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini seluruh peserta dapat memahami mekanisme dan tahapan pelaksanaan program, mulai dari proses pengusulan, verifikasi hingga pelaksanaan pembangunan, sehingga program ini benar-benar tepat sasaran dan berjalan dengan baik,” ungkap Kadis Perkim.
Baca: Perbaikan Jalan Provinsi Dipercepat, Pemprov Riau Pulihkan Akses Strategis di Rohul
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif guna membahas berbagai kendala di lapangan serta solusi implementasi program di masing-masing wilayah.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Kampar berharap program RSLH, RBLH, dan bedah rumah tahun 2026 ini dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong terwujudnya Kabupaten Kampar yang lebih maju, layak huni, dan sejahtera. (Adv)
