Polda Riau Periksa Kesehatan Warga Kerumutan yang Terdampak Asap Karhutla

Kanama
Sabtu, 22 Agustus 2026 21:09:50

KANALSUMATERA.com - Pelalawan – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api. Kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak asap juga menjadi perhatian aparat dan pemerintah daerah.

Polda Riau bersama Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan menggelar pemeriksaan kesehatan warga di Desa Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Sabtu (22/08/2026).

Pemeriksaan tersebut terutama menyasar anak-anak yang dinilai rentan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla. Selain pemeriksaan kesehatan, petugas turut membagikan masker kepada masyarakat serta memberikan trauma healing.

Baca: Polantas Karib Sapa Warga di CFD Pekanbaru, Edukasi Lalu Lintas Dikemas Humanis

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga, khususnya anak-anak yang berpotensi mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Kita melakukan pengecekan secara serentak di Desa Kerumutan, terutama untuk bisa mengecek berapa adik-adik, anak-anak kita yang terkena ISPA. Lalu kita melakukan pembagian masker, lalu juga kita melakukan trauma healing," kata Herry.

Baca: Pekanbaru Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum Internasional GCMC, Kepala Daerah Tiga Negara Berkumpul

Menurut Herry, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya persoalan pemadaman api, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Dalam penanganan karhutla di Kerumutan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait terus diperkuat. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat juga disebut telah turun langsung memantau penanganan karhutla di sejumlah wilayah Riau selama dua hari.

81 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Baca: Hadiri HKG PKK Ke-54, Ketua TP-PKK Kampar Perkuat Implementasi 10 Program Pokok PKK

Karhutla di Kecamatan Kerumutan telah berlangsung selama 23 hari. Dari total sekitar 270 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 81 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.

Herry menyebut kondisi karhutla di Riau secara umum masih dapat dikendalikan berkat koordinasi lintas sektor dalam proses pemadaman dan penanganannya.

Baca: Bupati Kampar Diwakili Sekda Hadiri Doa Bersama Lintas Agama Hari Bhayangkara ke-80

"Alhamdulillah berkat kerja kolaborasi bersama dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian kehutanan dan Forkopimda, hadir bersama untuk melakukan pemadaman dan 81 hektare sudah kita padamkan," kata Irjen Herry Heryawan, Sabtu (22/08/2026).

Selain memperkuat operasi pemadaman, aparat juga meningkatkan langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap aktivitas pembakaran lahan.

Menurut Herry, penegakan hukum menjadi salah satu faktor penting dalam menekan kejadian karhutla di Riau.

Baca: Ribuan Warga Semarakkan Pembukaan MTQ XLIV Provinsi Riau di Kuantan Singingi

"Tahun lalu kita ada 102 tersangka dari 77 kasus. Hari ini, (karhutla) di Pelalawan sisa di Kerumutan saja," katanya.

Pemeriksaan kesehatan warga, pembagian masker, hingga trauma healing menjadi bagian dari upaya penanganan dampak karhutla terhadap masyarakat. Sementara itu, pemadaman dan pendinginan lahan terus dilakukan agar api tidak kembali muncul dan meluas.

Baca: Wakil Bupati Kampar Pantau Langsung Penyaluran Bantuan Pangan di Desa Petapahan Kecamatan Tapung

Dengan kolaborasi lintas instansi tersebut, penanganan karhutla di Kerumutan diharapkan semakin efektif sekaligus mampu meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan warga. (SM)



Terkait
Saidul Tombang: HUT ke-80 SPS Momentum Perkuat Solidaritas Perusahaan Pers di Riau
Saidul Tombang: HUT ke-80 SPS Momentum Perkuat Solidaritas Perusahaan Pers di Riau
Wabup Jhony Charles Tinjau Korban Kebakaran di Bagan Hu
Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Ang
Bupati Siak Afni Datangi PLN, Tuntaskan Masalah Listrik
Lainnya
Camat Tuah Madani dan Binawidya Turun Sterilkan Sampah, Ajak Masyarakat Berperan Aktif
Camat Tuah Madani dan Binawidya Turun Sterilkan Sampah, Ajak Masyarakat Berperan Aktif
Turunkan paksa penumpang, Pramugara Trans Padang dinyat
Istri Pedagang Es Campur dan Selingkuhannya Nyatakan Si
Soal Single Salary, Ini kata Walikota Pekanbaru
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hukum
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi,
WNA China Diduga Curi Barang di Pesawat, Imigrasi Soett
Politik
Usai Putusan MK, Gibran Dihadapkan pada Opsi Mundur atau Mekanisme Pemberhentian
Usai Putusan MK, Gibran Dihadapkan pada Opsi Mundur atau Mekanisme Pemberhentian
Kepemudaan PKS Riau Sukses Gelar Akademi Pemimpin Muda
PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan