Turunkan paksa penumpang, Pramugara Trans Padang dinyatakan lakukan maladministrasi

Mawardi Tombang
Jumat, 25 Oktober 2019 13:05:37
Pertemuan konsiliasi terkait Trans Padang

Padang,KANALSUMATERA.com - Ombudsman perwakilan Sumatera Barat menyatakan terjadi maladministrasi dalam kasus penurunan paksa penumpang angkutan umum Trans Padang karena tidak memiliki uang elektronik sebagai alat pembayaran.

"Maladministrasi terjadi karena sejak awal pramugara membiarkan penumpang naik, padahal sesuai standar operasional Trans Padang, mesti memastikan penumpang menempel kartu uang elektronik pada mesin EDC," kata Asisten Ombudsman perwakilan Sumbar Yunesa Rahman di Padang, Kamis .

Ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan konsiliasi yang dihadiri pelapor atas nama Reno Fernandes, Pimpinan Wilayah BRI Sumatera Barat Syamsul Arifin, Sekretaris Dishub Padang Yudi Indra Syani, dan pakar transportasi publik Unand Yossyafra.

Menurutnya dalam kasus ini, jangankan menempel kartu, punya kartup un tidak, tapi pramugara tidak cermat dan atas kelalain itu malah penumpang pula yang diturunkan di jalan.

Yunesa menyampaikan pihaknya menemukan maladministrasi berupa penyimpangan prosedur atau SOP yang dilakukan oleh Pramugara Trans Padang dalam menurunkan penumpang atau pelapor yang tidak memiliki kartu uang elektronik.

Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga hal Dishub Padang melengkapi, mengesahkan dan menginformasikan kepada mengenai SOP pelayanan bus Trans Padang, termasuk salah satunya SOP tentang pramugara.

Kemudian BRI Kantor Cabang Padang dan Dinas Perhubungan Kota Padang sepakat akan menambah intensitas sosialisasi mengenai titik-titik lokasi di mana saja yang dapat diakses bagi masyarakat untuk mendapatkan uang elektronik Kartu Brizzi.

Selain itu Dinas Perhubungan Kota Padang berkomitmen mengupayakan alternatif kerjasama dengan bank atau pihak ain dalam mendukung program pembayaran transportasi Trans Padang secara nontunai.

Sementara Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Syani mengaku pihaknya sudah menyampaikan kepada pramugara untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Selain itu Dinas Perhubungan Kota Padang telah mencoba menawarkan kerja sama dengan berbagai bank dan pihak lain terkait dengan implementasi metode pembayaran nontunai pada Trans Padang..

Sedangkan Pakar Transportasi Publik Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Yosaafra menjelaskan pemangku kepentingan terkait harus mencarikan solusi dan jalan keluar untuk memperluas akses penjualan kartu nontunai dan pengisian saldonya.

"Butuh sosialisasi lebih banyak dan edukasi kepada pengguna layanan," ujarnya.

Dalam pelaksanan ke depan diperlukan penyempurnaan petunjuk teknis untuk memuat terkait aturan bagi pengguna transportasi Trans Padang yang tidak memiliki kartu pembayaran nontunai.

"Misalkan kedepannya, Dishub dan BRI dapat melanjutkan promo berupa diskon atau reward bagi penumpang pengguna kartu pembayaran nontunai, ujar dia.

Sementara pelapor Reno menyarankan agar masyarakat dapat membeli kartu uang elektronik melalui pramugara agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan Kartu Brizzi.

Sebelumnya Penumpang Trans Padang, Reno Fernandes yang diturunkan karena tidak memiliki kartu Brizzi melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Sumatera Barat .

Reno menilai pemerintah kota kaku karena menerapkan satu metode pembayaran pada transportasi publik. Menurutnya tak semua masyarakat memiliki kartu Brizzi. Dia meminta, Dinas Perhubungan Kota Padang mengevaluasi metode pembayaran tersebut.

Dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) ini menyebutkan, masyarakat tentunya akan keberatan dengan membayar Rp30 ribu dengan saldo Rp9 ribu. Karena penggunaan kartu Brizzi tidak bisa digunakan untuk semua toko.

Lainnya
Pasca Tabrak Jembatan Padamaran Rohil, LSM Desak PT. MCS Bertanggung Jawab
Pasca Tabrak Jembatan Padamaran Rohil, LSM Desak PT. MCS Bertanggung Jawab
Omzet Rumah Makan Susut 50 Persen Akibat Bangkai Babi,
PW Salimah Sumbar dan Aila Pusat gelar Seminar Parentin
Cuaca di Sebagian Aceh Berbeda Hingga Tiga Hari Kedepan
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt