Omzet Rumah Makan Susut 50 Persen Akibat Bangkai Babi, Konsumen Tak Mau Makan Ikan

Mawardi Tombang
Rabu, 20 November 2019 11:15:29
Ilustrasi rumah makan

MEDAN KANALSUMATERA.com - Sejak adanya pembuangan bangkai babi mengurangi minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan laut. Hal ini turut berpengaruh pada penjualan di rumah makan.
Salah satunya Dapur Bunda yang kehilangan omzet 50 persen semenjak kurangnya minat masyarakat memakan ikan laut.
"Minggu lalu omzet kami berkurang 50 persen. Karena banyak masyarakat yang tidak mau makan ikan. Kalau ada tamu paling mau makan menu daging ayam dan telur saja," ujar Pemilik Dapur Bunda, Morin Selasa (19/11/2019).

Kondisi ini diperparah dengan naiknya harga daging ayam. Morin mengaku membeli daging ayam dengan harga Rp 32 ribu perkilogram. Sedangkan ikan laut turun harga menjadi Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.
"Kita tetap sedia menu ikan laut kok. Sejak Senin (18/11/2019) juga sudah mulai ada pembeli yang mau makan ikan. Sekarang harga ikan sangat murah di pasar," katanya.
Pada kesempatan berbeda, Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan adanya kenaikan harga daging ayam disaat stok daging ayam justru melimpah patut disayangkan. Harga daging ayam di awal bulan sempat bertengger di Rp 28 ribuan per kilogram. Namun saat ini, harga daging ayam naik menjadi Rp 31 ribu per kilogram.

"Pemicu kenaikan harga daging ayam oleh buruknya pemberitaan bangkai babi akibat serangan penyakit yang dibuang ke laut. Kabar tersebut membuat penjualan ikan segar mengalami penurunan yang sangat signifikan. Padahal, laut itu kan luas, dan nelayan juga tidak mencari ikan di sekitar bangkai babi itu sendiri. Tetapi seakan-akan seluruh laut di dunia ini tercemar dengan bangkai babi yang dibuang kelaut. Ini kan penafsiran yang tidak proporsional," ujarnya
Ia juga menyayangkan sikap masyarakat yang langsung membentuk kesimpulan yang tidak rasional dengan cara mengurangi konsumsi ikan. Menurutnya keluhan penjualan ikan tidak hanya dirasakan oleh pedagang, penjaja makanan di rumah makan juga merasakan hal yang sama yakni mengeluhkan berkurangnya peminat konsumen ikan.

"Ini jelas sangat merugikan kita semua. Bahkan yang disayangkan adalah adanya anjuran ke masyarakat agar tidak mengkonsumi ikan karena takut wabah yang menyerang babi juga menyerang ikan. Saya menilai pemerintah perlu meluruskan hal tersebut. Jangan biarkan isu-isu seperti ini membuat harga daging ayam menjadi mahal dan konsumen dirugikan, nelayan dan pedagang ikan merugi karena omzet turun," katanya


Lainnya
Waspada, Ada Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi
Waspada, Ada Nomor WhatsApp Mengatasnamakan Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi
Bupati Kasmarni Merajut Silaturahmi dengan Masyarakat P
Hasil "Bandoncek", Bantuan untuk Perantau Wamena terkum
Cerita Fendi yang Ditemukan Tewas Terapung, Sempat Mabu
Hukum
Pakar Hukum Dorong RUU Perampasan Aset Gunakan Istilah Pemulihan Demi Kepastian Hukum
Pakar Hukum Dorong RUU Perampasan Aset Gunakan Istilah Pemulihan Demi Kepastian Hukum
Bos Tambang Akui Serahkan Rp1 Miliar untuk Atur LHP Omb
Hukuman Mati Koruptor Kembali Mengemuka, Yusril Tegaska
Lifestyle
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dana Rp20 Triliun Tunggu Pencairan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Fokus Redaksi
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim Gabungan Sisir Sungai Kampar
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad,
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Nasional
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Bakom dan Kemendagri Selidiki Viral Makalah Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026
Mendagri Siapkan Tiga Skema Solusi Atasi Krisis Gaji Pe
KPK Tegaskan Siap Lawan Gugatan Praperadilan Tersangka
Ekonomi
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Ka
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Ja