Bupati Bengkalis Kunjungi Bantan Timur, Fokus PAUD Ramah Anak dan Pemberdayaan Perempuan
Bengkalis, KANALSUMATERA.com - Bupati Bengkalis Kasmarni melakukan kunjungan kerja ke Desa Bantan Timur, Kecamatan Bantan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif, khususnya di sektor pendidikan anak usia dini dan pemberdayaan perempuan dari Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Kunjungan diawali di Satuan PAUD Sejenis (SPS) Maryam. Dalam kesempatan itu, Kasmarni menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Desa Bantan Timur yang berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional Lomba Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan.
Penghargaan diterima oleh Penjabat Kepala Desa Bantan Timur, Husni.
Kasmarni mengapresiasi dedikasi pimpinan SPS Maryam, Tukirah, yang selama ini aktif mengedukasi anak-anak Suku KAT tentang pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Baca: Bupati Kampar Hadiri Rakor Pengendalian Karhutla Nasional Tahun 2026
“Pembangunan desa harus menyentuh kelompok rentan, terutama perempuan dan anak. Apa yang dilakukan SPS Maryam patut menjadi contoh,” ujar Kasmarni.
Dalam dialog bersama pengelola PAUD, terungkap sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan transportasi siswa, minimnya alat permainan edukatif, hingga kondisi sarana prasarana sekolah yang belum memadai.
Menanggapi hal tersebut, Kasmarni meminta pengelola SPS Maryam menyusun proposal kebutuhan untuk dikoordinasikan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bengkalis.
Usai meninjau PAUD, Bupati Bengkalis melanjutkan kunjungan ke usaha arang tempurung milik Ibu Sani yang memberdayakan perempuan Suku KAT sebagai tenaga kerja. Kasmarni menilai usaha tersebut sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Baca: 25 Tim Ikuti Lomba Pacu Sampan Dalam Rangka Memeriahkan Hari Jadi Kab. Kampar Ke-76 Tahun 2026
“Kami mendorong usaha-usaha lokal yang memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam membangun desa berbasis keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
