Bappeda Kampar Matangkan Dokumen IGA 2026, Optimistis Raih Predikat Kabupaten Sangat Inovatif
KANALSUMATERA.com - Bangkinang – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar terus memperkuat upaya peningkatan kualitas inovasi daerah melalui pendampingan penginputan dokumen inovasi ke laman Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026. Pendampingan diberikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) bidang kesehatan dan pendidikan, serta pemerintah desa se-Kabupaten Kampar. Jumat (03/07/2026).
Kegiatan pendampingan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi OPD pada 2–9 Juni 2026, sedangkan tahap kedua bagi UPTD Kesehatan, UPTD Pendidikan, dan pemerintah desa berlangsung pada 25 Juni hingga 3 Juli 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Ruang Rapat Gulamo Bappeda Kabupaten Kampar.
Pendampingan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi proses pengukuran dan penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).
Selain memastikan kesiapan peserta dalam menginput dokumen inovasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dokumen, melengkapi data pendukung, serta memastikan ketepatan pengisian indikator penilaian sehingga inovasi yang diajukan memenuhi standar yang ditetapkan.
Baca: Inflasi Kampar Tembus 4,90 Persen, Misharti Perkuat Sinergi Kendalikan Harga Pangan
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Kampar melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Dhesy Elyanti, S.E., M.Si., didampingi Fungsional Perencana Ahli Muda Bappeda Kabupaten Kampar, Syahrizal, S.Pt., M.Si., di sela-sela kegiatan pendampingan penginputan dokumen inovasi.
Menurut Dhesy, lebih dari 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, UPTD Kesehatan (Puskesmas), serta UPTD Pendidikan jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Bappeda memberikan pendampingan dengan menjelaskan teknis penginputan dokumen sekaligus membantu memberikan solusi apabila peserta mengalami kendala selama proses penginputan," jelas Dhesy.
Ia menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons positif dari seluruh peserta yang mengikuti pendampingan.
Baca: Dinkes Riau Dorong Penguatan Anggaran Daerah dan Desa Cegah Kasus HIV, TBC, Malaria
"Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Para peserta juga sangat aktif berkonsultasi dan mengikuti setiap tahapan penginputan," ujarnya.
Dari hasil pendampingan tersebut, Bappeda mengidentifikasi tiga kategori inovasi yang diinput, yakni inovasi baru, inovasi uji coba, dan inovasi penerapan. Mayoritas inovasi yang diajukan merupakan inovasi penerapan yang telah diimplementasikan di lapangan.
"Sesuai dengan harapan kita inovasi yang diinput sebagian besar adalah inovasi penerapan dan inovasi penerapan ini manfaatnya akan dan telah dirasakan langsung oleh masyarakat dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik," katanya.
Menurut Dhesy, inovasi merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Inovasi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, serta membangun budaya kerja yang kreatif dan berorientasi pada hasil.
Baca: DPRD Kampar Dorong Penyelesaian Kompensasi Kasus Pencemaran Sungai Tapung Kanan
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong seluruh OPD, pemerintah kecamatan, UPTD, dan pemerintah desa untuk meningkatkan kematangan inovasi, memperkuat implementasi program, serta melengkapi seluruh dokumen pendukung agar memperoleh hasil maksimal dalam penilaian IGA 2026.
Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan nilai 90 dalam penilaian Innovative Government Award 2026 sehingga mampu meningkatkan capaian dari predikat Kabupaten Inovatif menjadi Kabupaten Sangat Inovatif.
"Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan, komitmen, dan kerja sama seluruh perangkat daerah serta seluruh pihak yang terlibat dalam penilaian inovasi. Insya Allah, Kabupaten Kampar dapat meraih predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada tahun ini," tutup Dhesy. (Adv)
