Inflasi Kampar Tembus 4,90 Persen, Misharti Perkuat Sinergi Kendalikan Harga Pangan
KANALSUMATERA.com - Bangkinang – Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar merilis Berita Resmi Statistik (BRS) mengenai perkembangan inflasi Kabupaten Kampar periode Juni 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., di Ruang Media Center Gedung Asisten II, Kompleks Perkantoran Bupati Kampar, Rabu (01/07/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPS Kabupaten Kampar Ir. Rozalinda, M.E., Kepala Bulog Kabupaten Kampar, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta perwakilan instansi vertikal terkait.
Dalam paparannya, Kepala BPS Kabupaten Kampar Ir. Rozalinda, M.E. menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Kabupaten Kampar pada Juni 2026 tercatat sebesar 114,22. Angka tersebut menunjukkan inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,18 persen, inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 0,82 persen, dan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,90 persen.
Baca: DPRD Kampar Dorong Penyelesaian Kompensasi Kasus Pencemaran Sungai Tapung Kanan
Komoditas cabai merah menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan dengan andil 0,16 persen, diikuti bensin sebesar 0,06 persen dan bawang putih sebesar 0,05 persen. Sementara itu, laju inflasi berhasil ditekan oleh penurunan harga bawang merah dan daging ayam ras yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,11 persen.
Menanggapi perkembangan tersebut, Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan pentingnya langkah cepat dan sinergis seluruh perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Baca: Ahmad Yuzar Melaju ke Grand Final Turnamen Badminton KORPRI Cup 2026
"Kestabilan harga adalah kunci menjaga daya beli masyarakat. Saya meminta seluruh OPD penanggung jawab ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi terus bergerak taktis. Kita harus pastikan kebutuhan pokok masyarakat Kampar tetap aman, terjangkau, dan inflasi daerah terkendali dengan baik," tegas Wabup Misharti.
Ia juga menyoroti kenaikan harga cabai merah yang menjadi penyumbang terbesar inflasi pada Juni 2026 dan meminta segera dilakukan langkah intervensi melalui penguatan distribusi dari daerah sentra produksi.
"Kenaikan harga cabai merah yang memberi andil inflasi bulanan terbesar 0,16 persen harus segera diintervensi melalui pemetaan jalur pasokan dari daerah sentra produksi. Dinamika nasional tidak boleh mengganggu daya beli masyarakat kita," tambah Misharti dalam paparannya.
Baca: Seleksi Komisaris PT. SPR Diperpanjang, ini Catatan Anggota Komisi III DPRD Riau
Sebagai tindak lanjut, Wakil Bupati meminta BULOG bersama TPID meningkatkan koordinasi dan memperkuat pelaksanaan operasi pasar, khususnya untuk mengendalikan harga komoditas pangan bergejolak (volatile food). Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan pasokan serta mempertahankan laju inflasi Kabupaten Kampar tetap berada dalam kisaran target makroekonomi hingga akhir tahun.
Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mengendalikan inflasi melalui pengawasan pasokan, distribusi, dan stabilitas harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. (Adv).
