Pemko Pekanbaru Susun Langkah Strategis Mengurai Banjir Perkotaan

Mawardi Tombang
Kamis, 23 September 2021 10:40:10

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya mengatasi permasalahan banjir. Sejumlah strategi dan aksi telah dilakukan oleh instansi itu. Koordinasi dan sinkronisasi program terus dilakukan.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, ada beberapa upaya yang dilakukan dalam mengatasi banjir seperti perencanaan, pembangunan, dan pemeliharaan.

"Kita mulai dengan pembuatan masterplan pengendalian banjir Kota Pekanbaru tahun 2020. Disini terlihat titik dan permasalahan banjir," kata Indra Pomi, Kamis (23/9/2021).

Ada juga perencanaan pembuatan sumur resapan. Kemudian pembuatan waduk di Kecamatan Tenayan Raya. Ada juga pembangunan turap di tiga lokasi sepanjang 150 meter. Serta pembangunan drainase sepanjang 1.950 meter.

Baca: DLHK Sampaikan Masterplan Solusi Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru

Upaya penanganan banjir ini menjadi ‘misi’ besar yang kini dilakukan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Sejumlah langkah telah dijalani untuk mengatasi persoalan yang kerap melanda masyarakat Kota Pekanbaru ini. Dan salah satu
langkah strategis yang diambil adalah dengan adanya Masterplan Pengendalian Banjir 2020.

Oleh karena itu, kini segala penanganan banjir yang kerap terjadi di musim penghujan sudah mengacu kepada masterplan yang disusun oleh tim ahli. “Kalau tidak mengacu ke masterplan, nanti malah tidak fokus. Jadi sekarang penanganannya sudah sesuai masterplan,” ungkap
Walikota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT melalui Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, beberapa waktu lalu.

Sesuai masterplan tersebut, papar Indra, terdapat sebanyak 113 titik banjir dan 375 masalah atau penyebab banjir yang perlu dilakukan penanganan. Untuk penanganan sendiri dibagi menjadi tiga tahapan, diantaranya skala cepat, sedang, dan jangka panjang.

“Yang jangka cepat ini, kebetulan kita juga punya beberapa program seperti normalisasi sungai, normalisasi drainase dan lain-lain. Sehingga kita mulai saat ini di titik masalah itu sudah dilakukan aksi-aksi seperti mengirim ‘pasukan kuning’ untuk menuntaskan," ucap Indra.

Masuknya aliran air dari Sungai Siak ke jaringan anak-anak sungai, karena luapan sungai siak dan pengaruh pasang surut (laut) yang menyebabkan banjir pada daratan. Topografi kota relative rata atau landai (20-50 cm dari laut /mdpl) menyebabkan rendahnya kecepatan aliran
air dari anak-anak sungai ke Sungai Siak.

Baca: Peletakan Batu Pertama Pembangunan RLH Bantuan CSR di Kelurahan Sidomulyo Barat

Akibatnya kapasitas sungai cepat terpenuhi, dampaknya sistem drainase tidak berfungsi maksimal dan menimbulkan genangan air permukaan. Kemudian faktor lainnya, berubahnya tutupan lahan (rusaknya catchment area) akibat pembangunan, menyebabkan berkurangnya
daerah resapan air dan meningkatnya air permukaan.

Kemudian perubahan kontur tanah karena adanya kegiatan penimbunan (rekayasa geoteknik), menyebabkan terganggunya aliran air alami atau hilangnya anak sungai kecil. Pembuangan sampah di aliran sungai atau drainase yang menyebabkan tersumbatnya drainase atau sungai. Terjadinya pendangkalan sungai karena tingginya erosi atau endapan akibat pembuangan sampah ke sungai. Adanya aktifitas atau bangunan diatas system drainase, yang menyebakan berkurangnya kapasitas system drainase. Terakhir, menurunnya permukaan tanah karena beban
bangunan atau lalu lintas.

Untuk mengetahui bagaimana pengendalian banjir di Kota Pekanbaru, kita harus mengetahui hirarki drainase dan aliran air di Pekanbaru.

Badan air penerima limpasan air yaitu 3 sungai yaitu Sungai Siak, Sungai Sail dan Sungai Kampar. Aliran sungai dibagi menjadi 2 ordo, Ordo I yaitu sungai Siak.. Kemudian Ordo II yaitu Sungai Sail, Sungai Kelulur, Sungai Lanjutan Cipta Karya I, Cipta Karya II, Sungai Sibam, Sungai Air Hitam, Sungai Senapelan, Sungai Takuana, Sungai Umban dan Sung Tenayan.

Baca: Wali Kota Firdaus Berencana Akan Terapkan PPKM Rabu Ini

Sementara saluran ada tiga yaitu saluran primer sepanjang 163,8 km, saluran sekunder sepanjang 172,8 km dan saluran tersier.

Panjang sungai di Kota Pekanbaru yaitu 230.972 meter. Dari total panjang aliran sungai tersebut, yang telah diturap sepanjang 25.767 Meter, yang belum diturap 205.205 meter, yang turap rusak/perlu direhab 4.127 Meter.

Untuk Sub Daerah Aliran Sungai (Sub Das), Kota Pekanbaru memiliki 18 sub das, yaitu pada sebelah utara yaitu Sungai Siak yang menampung limpasan air dari sungai Takuana, sungai Umban, sungai Meranti, sungai Limbungan, sungai Ukai, sungai Lukud. Untuk di Selatan juga
ke Sungai Siak yang menampung limpasan dari Sungai Sibam, sungai Air Hitam, sungai Pembangunan, sungai Senapelan, sungai Sago, sungai Limau, sungai Sail, sungai Tenayan, dan sungai Pendanau.

Untuk wilayah selatan yaitu bermuara ke Sungai Kampar yang menampung limpasan air dari sungai sungai Tarai, aliran Cipta Karya, dan sungai Kelulut.

Titik masalah banjir di Kota Pekanbaru 363 titik dan Banjir/genangan 121 titik luas genangan 294,36 hektar. Dengan tanggung jawab masing-masing institusi yaitu Kementerian PUPR 31 titik, Pemprov Riau 28 titik, Kabupaten Kampar 18 titik, Kota Pekanbaru 264 titik, Masyarakat 22 titik.

Baca: Bapenda Gandeng Kejari Dalam Mengoptimalkan PAD

Faktor penyebab banjir sendiri terdiri dua faktor, yaitu:
A. Faktor Alam (Topografis) yang diakibatkan oleh banjir kiriman.
1. Sebahagian wilayah kota merupakan DAS Sei. Siak, banjir terjadi pada saat intensitas hujan tinggi pada hulu sungai akibat rusaknya catchment area di daerah tapung.
2. Back water (aliran balik), masuknya aliran air dari sungai siak ke jaringan anak2 sungai karena luapan sungai siak dan pengaruh pasang surut (laut) yang menyebabkan banjir pada daratan
3. Topografi kota relative rata/landai (20-50 cm dari laut /mdpl), menyebabkan rendahnya kecepatan aliran air dari anak2 sungai ke sei.siak, akibatnya kapasitas sungai cepat terpenuhi, dampaknya sistem drainase tidak berfungsi maksimal dan menimbulkan genangan air permukaan
4. Pekanbaru Terletak diantara dua DAS yaitu DAS Siak dan DAS Kampar


B. Faktor Manusia
1. Berubahnya tutupan lahan (rusaknya catchment area) akibat pembangunan, menyebabkan berkurangnya daerah resapan air dan meningkatnya air permukaan.
2. Perubahan kontur tanah karena adanya kegiatan penimbunan (rekayasa geoteknik), menyebabkan terganggunya aliran air alami/ hilangnya anak2 sungai kecil. Pembuangan sampah di aliran sungai atau drainase yang menyebabkan tersumbatnya drainase/ sungai.
3. Terjadinya pendangkalan sungai karena tingginya erosi/endapan akibat land clearing / pembuangan sampah ke sungai.
4. Adanya aktifitas/bangunan diatas system drainase, yang menyebakan berkurangnya kapasitas system drainase. Menurunnya permukaan tanah karena beban bangunan atau lalu lintas.
5. Belum maksimalnya pelaksanaan kewenanagan penanganan system drainase antar pemerintah (pusat, propinsi & kota)

Sementara itu untuk upaya yang dilakukan dalam mengatasi banjir tersebut, Pemko Pekanbaru telah mengeluarkan regulasi:
1. Perda Kota Pekanbaru No. 10 Tahun 2006 tentang Sumber Daya Air dan Sumur Resapan
2. Perda No. 7 Tahun 2020 tentang RTRW Kota Pekanbaru
3. Rekomendasi Pencegahanan Genangan Banjir
4. Koordinasi dengan instansi terkait kewenangan

Kemudian, Pemko Pekanbaru juga telah membuat perencanaan, yaitu:
1. Masterplan Pengendalian Banjir Kota Pekanbaru Tahun 2020
2. Perencanaan Sumur Resapan Tahun 2021
3. Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah untuk Pengairan/Waduk Perkantoran di KecamatanTenayan Raya Tahun 2016
4. Perencanaan Teknis Turap, Leoning, dan Drainase

Baca: Abu Nazar Ingatkan Kepala Daerah Jangan Angkat Pejabat Karena 'Ompa Bidin'

Pemko Pekanbaru juga terus melakukan pemeliharaan, yaitu:
1. Pemeliharaan berkala turap, leoning, dan drainase di 2 lokasi sepanjang 151 m
2. Pemeliharaan rutin turap, leoning, dan drainase (swakelola) di 17 lokasi sepanjang 2.008 m
3. Normalisasi menggunakan alat berat di 44 titik sepanjang 42.780 m
4. Normalisasi dengan tenaga manusia di 81 titik sepanjang 582.336 m

Terkait
Bupati Kampar Lantik Pengawas Hingga Kepala Puskesmas, Berikut Nama-Nama Pejabat dan Jabatannya
Bupati Kampar Lantik Pengawas Hingga Kepala Puskesmas, Berikut Nama-Nama Pejabat dan Jabatannya
Karang Taruna Desa Kualu Nenas Terbentuk, Ismail Saleh
Ketua Karang Taruna Tambang Minta Usut Tuntas Limbah Di
Camat Tuah Madani dan Binawidya Turun Sterilkan Sampah,
Lainnya
Tahun Depan, Pemprov Kepri Bakal Benahi Pulau Penyengat
Tahun Depan, Pemprov Kepri Bakal Benahi Pulau Penyengat
TNI/Polri di Karimun Bentangkan Bendera Merah Putih di
Kompensasi Pemadaman Listrik Diatur Permen Tapi Tak Dis
Tabrakan 'Laga Kambing' di Jalan Raya Sidikalang-Tigali
Hukum
PT Padasa Klarifikasi Soal  Pengosongan Fasilitas Rumah Eks Karyawan
PT Padasa Klarifikasi Soal  Pengosongan Fasilitas Rumah Eks Karyawan
Usai Difasilitasi Syahrul Aidi, Kasus Lahan di Rohil in
MS Law Firm Menangkan Sri Devi Yani Dengan Putusan Onsl
Daerah
Gubri dan Wagubri Tinjau Perbaikan Jalan Petapahan, Minta Siapkan Petugas Jaga
Gubri dan Wagubri Tinjau Perbaikan Jalan Petapahan, Minta Siapkan Petugas Jaga
Bangun Kebersamaan Cegah Stunting, Disdalduk Pekanbaru
Kabar Duka, Ketua MKA LAM Riau, Datuk Seri Al Azhar Waf
Viral
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Warga Besitang Meninggal Dalam Kamar Hotel Budi Baru, D
Budaya
Rumah Lontiok di Ngarai Sianok Bukittinggi Dijual, Bahan Kayu Sejak Tahun 1870 Silam
Rumah Lontiok di Ngarai Sianok Bukittinggi Dijual, Bahan Kayu Sejak Tahun 1870 Silam
Museum Batam Raja Ali Haji Distandarisasi, Kemendikbud:
Gubernur Sumsel Optimis Kain Khas Sumsel Tembus Pasar N
Pariwara
Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru Makin Baik, Lampaui Target Nasional
Pengelolaan Sampah Kota Pekanbaru Makin Baik, Lampaui Target Nasional
Pemko Pekanbaru Gelar Penandatanganan dan Serah Terima
Tenda Ceper Kembali Marak di Pekanbaru, DPRD Minta Pera
Lifestyle
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
Ringankan Beban Korban Kebakaran, Forum Pekanbaru Kota Bertuah Salurkan Bantuan
BINCANG KHUSUS | Presiden IMA Chapter Pekanbaru, Peng S
Keluarga Besar Piliang Bersatu Wilayah Riau Bagikan Mas
Pendidikan
Ini Dia, Hasil Survey Pollingkita.com Nama Calon Rektor Unri Periode 2022-2026 Mendatang
Ini Dia, Hasil Survey Pollingkita.com Nama Calon Rektor Unri Periode 2022-2026 Mendatang
Pelatihan Jurnalistik Forum Jurnalis Remaja Kampar Hadi
Mahasiswa STIKES Hang Tuah PBL di Binawidya, Lurah Boy: