Bupati Siak Minta Alat Pertanian Modern untuk Kelola Gambut Tanpa Bakar

Kanama Amar
Rabu, 15 Juli 2026 20:41:12

KANALSUMATERA.com - SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak mendorong dukungan pemerintah pusat dalam penyediaan alat pertanian modern guna membantu petani mengelola lahan gambut tanpa pembakaran. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian. Selasa (14/07/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat menerima courtesy meeting Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Edy Nugroho Santoso, bersama tim Proyek Integrated Management of Peatland Landscapes in Indonesia (IMPLI) di Zamrud Room, Rumah Rakyat.

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Kabupaten Siak 2025–2055, sekaligus rencana pembangunan Eco Edu Park atau museum gambut yang diproyeksikan menjadi pusat edukasi dan pembelajaran pengelolaan gambut.

Baca: Bupati Kampar Tinjau Tiga Rumah Warga Silam yang Hangus Terbakar

Afni menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian gambut tidak hanya ditentukan oleh aspek lingkungan, tetapi juga harus diiringi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan mineral sehingga membutuhkan teknologi dan dukungan peralatan yang memadai.

"Intinya harus bersahabat dengan gambut. Namun persahabatan antara manusia dengan gambut tetap saja indikatornya pada ekonomi, kesejahteraan, dan modal. Mengolah lahan gambut dengan lahan mineral tentu berbeda," kata Afni Zulkifli.

Baca: 70 Lapak PKL Liar di Stadion Utama Riau Dibongkar, Satpol PP Kerahkan 160 Personel

Ia menjelaskan, pemerintah telah melarang praktik pembakaran lahan sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Namun, di lapangan para petani masih menghadapi keterbatasan alat sehingga proses pengolahan lahan tanpa bakar menjadi lebih berat.

"Negara mengharapkan tidak terjadi kebakaran, maka harus mengolah lahan tanpa bakar. Sementara petani kita mengolah tanpa bakar, hanya mengandalkan alat seadanya, cangkul dan parang itu sangat berat. Kami mohon dukungannya pak untuk alat pertanian juga yang bisa diaplikasikan di lahan gambut," ujarnya.

Menurut Afni, dukungan teknologi pertanian modern akan mempercepat pengembangan demplot-demplot percontohan sebagai sarana menemukan metode budidaya gambut yang produktif, ramah lingkungan, dan memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, potensi alih fungsi lahan yang dapat merusak ekosistem gambut dapat diminimalkan.

Baca: Wabup Misharti Lantik 76 Pengurus PGRI Empat Kecamatan, Perkuat Sinergi dan Mutu Pendidikan Kampar

Selain mendorong modernisasi pertanian, Pemkab Siak juga menyatakan kesiapan menjadi lokasi pembangunan Eco Edu Park yang akan difungsikan sebagai pusat edukasi, riset, dan laboratorium pengelolaan gambut. Saat ini, penyusunan **Detail Engineering Design (DED)** menjadi tahapan prioritas sebelum proyek tersebut ditawarkan kepada berbagai pihak untuk berkolaborasi.

"DED ini penting. Semua bermula dari DED dulu. Begitu DED selesai, baru kita tawarkan untuk kolaborasi bersama. Kami siap kalau Kabupaten Siak dijadikan lokasi pengembangan. Mudah-mudahan Eco Edu Park ini menjadi legacy kita bersama sekaligus pusat pembelajaran pengelolaan gambut," ungkap Afni Zulkifli.

Baca: Perkuat Sinergi, Bupati Kampar Ikuti Rakor Inflasi dan Sosialisasi Jaminan Produk Halal

Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, menjelaskan bahwa Proyek IMPLI bertujuan mengintegrasikan perlindungan ekosistem gambut dengan peningkatan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Di Kabupaten Siak, program tersebut difokuskan di Kampung Dayun dan Kampung Rawa Mekar Jaya sebagai kawasan percontohan yang menggabungkan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan penguatan ekonomi masyarakat.

"Harapan kami, apa yang sudah dilakukan di dua lokasi ini dapat menjadi pembelajaran untuk direplikasi di desa-desa gambut lainnya. Kami juga berupaya mengintegrasikan program ini dengan kegiatan pemerintah daerah, kementerian maupun para pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin luas," ringkas Edy Nugroho Santoso. (SM)

Terkait
WA Group 'Suara Riau' Bahas Keresahan Fiskal Daerah: Kebocoran PAD dan DBH tidak Adil
WA Group 'Suara Riau' Bahas Keresahan Fiskal Daerah: Kebocoran PAD dan DBH tidak Adil
Kepala Diskominfo dan Persandian Kampar Gelar Tandatang
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan den
Bupati dan Wabup Kampar Hadiri Tradisi Makan Bajambau d
Lainnya
Plt Gubernur Riau Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Tenggelamnya Kapal Pompong di Tanjung Buton
Plt Gubernur Riau Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Tenggelamnya Kapal Pompong di Tanjung Buton
Bupati Kasmarni Pinta RSUD Tingkatkan Sinergi dan Kolab
Tim Ketahanan Pangan DPW PKS Riau Gelar Penyuluhan Pert
Gunung Dempo Diselimuti Cuaca Ekstrem
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4 Miliar, Jokowi Terancam Digugat
Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4 Miliar, Jokowi Terancam Digugat
Hendry Munief Dorong RUU Daerah Kepulauan Berbasis Real
PGRI Tegaskan Guru PPPK Tak Otomatis Jadi PNS, Seleksi
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern untuk Benahi Indonesia
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
PSI Tegaskan Tolak Budi Arie, Bestari Barus Singgung â€
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan