Debit Sungai Kampar Masih Tinggi, Wabup Misharti Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak
KANALSUMATERA.com - BANGKINANG – Pemerintah Kabupaten Kampar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi Sungai Kampar yang hingga kini masih mengalami peningkatan debit air dengan arus yang cukup deras. Di bawah kepemimpinan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai. Kamis (21/05/2026),
Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, mengingatkan masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain di bantaran maupun di sekitar aliran Sungai Kampar.
"Ada beberapa imbauan penting untuk masyarakat yaitu awasi anak-anak agar tidak bermain dekat sungai, hindari aktifitas mandi atau mancing saat arus deras, pantau informasi cuaca dan peringatan dari BPBD maupun pemerintah daerah," ujar Wabup.
Baca: Percepat Imunisasi dan Tuntaskan Zero Dose, Dinkes Kampar-PKK Perkuat Sinergi di XIII Koto Kampar
Selain mengimbau masyarakat, Misharti juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi Sungai Kampar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana maupun kejadian yang tidak diinginkan.
"Bagi masyarakat yang beraktifitas di bantaran Sungai Kampar juga harus selalu waspada dan berhati-hati, apalagi kondisi air cukup tinggi dan arus deras," pesan Misharti.
Baca: Wabup Kampar Hadiri Rapat Pembebasan Lahan Duplikasi Jembatan Rantau Berangin di Merangin
Dalam kesempatan itu, Wabup turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tenggelamnya Rahmadani (13) di Sungai Kampar, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok. Korban sebelumnya dilaporkan tenggelam dan ditemukan meninggal dunia pada Jumat (15/05/2026) malam setelah dilakukan proses pencarian.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut.
"Pertama, atas nama Pemda Kampar saya secara pribadi dan keluarga turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi kemarin. Kedua, memang dari kejadian itu kami berharap kepada pihak keluarga sabar dan ikhlas dalam menghadapi musibah yang terjadi kemarin," ucapnya.
Baca: Bupati Bistamam Serahkan Bantuan Alat Pertanian, Rohil Jadi Pionir Teknologi Drone di Riau
Menutup keterangannya, Misharti kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat dan cuaca sedang tidak bersahabat.
"Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada kondisi arus yang deras dan cuaca yang kurang mendukung," tambahnya.
Baca: Antisipasi Lonjakan DBD, Pemkab Rohil Gencarkan Gotong Royong Massal Libatkan Ratusan Personel
Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk masyarakat, relawan, serta tim gabungan yang telah membantu proses pencarian korban hingga berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada pagi hari, debit air Sungai Kampar masih terlihat lebih tinggi dibandingkan hari-hari sebelumnya. Derasnya arus dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu dan sekitar Kabupaten Kampar sejak Rabu (20/05/2026) sore hingga malam.
Sementara itu, berdasarkan data terbaru, kondisi Waduk PLTA Koto Panjang berada pada elevasi 82,27 mdpl, dengan outflow turbin sebesar 321,50 m³/s dan inflow waduk mencapai 321,50 m³/s. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu terus dipantau mengingat berpengaruh terhadap debit air Sungai Kampar. (adv)
