Percepat Imunisasi dan Tuntaskan Zero Dose, Dinkes Kampar-PKK Perkuat Sinergi di XIII Koto Kampar
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kampar terus mengintensifkan upaya percepatan peningkatan cakupan imunisasi dan penuntasan anak Zero Dose. Memasuki hari keenam, kegiatan Pendampingan Intensif Puskesmas Prioritas digelar di wilayah kerja Puskesmas Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Gunung Bungsu itu dipimpin Camat XIII Koto Kampar, Zulfikar, S.Ag., M.Si., didampingi Ketua TP PKK Kecamatan XIII Koto Kampar, Desy Afni, serta Kepala Puskesmas Gunung Bungsu, Zurni, Am.Keb., SKM.
Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar hadir sebagai narasumber dengan memaparkan berbagai strategi untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin, menuntaskan anak Zero Dose, memperkuat kualitas data sasaran, mengoptimalkan penggunaan aplikasi ASIK, serta mempererat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program imunisasi.
Baca: Capaian Imunisasi Riau Masuk Papan Atas Nasional, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat
Kegiatan ini diikuti unsur Pemerintah Kecamatan, TP PKK Kecamatan, kepala desa dan kelurahan, kepala puskesmas, pengelola program imunisasi, bidan desa, kader Posyandu, serta berbagai unsur lintas sektor yang berperan dalam pelaksanaan program imunisasi di daerah.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam mempercepat pencapaian target imunisasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kualitas data sasaran, dan optimalisasi pelayanan hingga tingkat desa serta Posyandu.
Baca: Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Pembahasan difokuskan pada peningkatan cakupan imunisasi rutin, penuntasan anak Zero Dose atau anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi, penurunan angka drop out imunisasi, validasi data sasaran berbasis By Name By Address (BNBA), peningkatan kualitas pencatatan melalui aplikasi ASIK, hingga penguatan surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
Selain itu, peserta juga membahas optimalisasi Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi sebagai langkah memastikan seluruh bayi dan balita memperoleh layanan imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Dalam diskusi terungkap sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan, di antaranya masih adanya anak Zero Dose dan sasaran dengan status imunisasi belum lengkap, keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi, validitas data sasaran, serta kendala pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi ASIK.
Baca: Pemprov Riau: Kinerja Polda Riau Jadi Modal Penting Dukung Iklim Investasi
Masih ditemukannya kesenjangan antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan juga menjadi perhatian. Karena itu, penguatan validasi data dan koordinasi lintas sektor dinilai penting agar seluruh sasaran dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan secara optimal.
Dalam arahannya, Camat XIII Koto Kampar menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, RT/RW, kader Posyandu, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Baca: Temuan Pansus Optimalisasi PAD DPRD Riau, Abdullah: Bisa Tembus Rp 17 Trilliun, Ini Strateginya
Pemerintah Kecamatan juga mendorong seluruh kepala desa, TP PKK Desa, kader Posyandu, serta perangkat desa untuk terus memperkuat pendataan sasaran, memberikan edukasi kepada masyarakat, menangani berbagai keluhan terkait imunisasi, serta melakukan pemantauan capaian imunisasi secara berkala.
Selain itu, setiap desa diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang memudahkan masyarakat mengakses layanan imunisasi sehingga tidak ada bayi maupun balita yang terlewat dari perlindungan imunisasi.
Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya melakukan validasi dan pemutakhiran data sasaran berbasis BNBA secara berkala, memastikan seluruh bayi dan balita terdata hingga tingkat desa, dusun, RT/RW dan Posyandu, menuntaskan sasaran Zero Dose melalui penelusuran aktif dan kunjungan rumah (door to door), mengoptimalkan Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi, memastikan pelayanan imunisasi rutin dan imunisasi kejar berjalan sesuai jadwal, meningkatkan kualitas pencatatan melalui aplikasi ASIK, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta mengoptimalkan dukungan pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu, RT/RW, dan tokoh masyarakat.
Baca: WA Group 'Suara Riau' Bahas Keresahan Fiskal Daerah: Kebocoran PAD dan DBH tidak Adil
Melalui pendampingan ini, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan cakupan imunisasi rutin, menuntaskan seluruh target Zero Dose, menekan angka drop out imunisasi, memperbaiki kualitas data sasaran, serta mewujudkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas di seluruh wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar.
"Imunisasi adalah tanggung jawab bersama. Dengan data yang akurat, pelayanan yang berkualitas, dan kolaborasi yang kuat, tidak ada anak Kampar yang terlewat dari haknya untuk mendapatkan perlindungan melalui imunisasi."
Baca: Khutbah Idul Fitri di Pekanbaru, Hendry Munief Ajak Masyarakat Merajut Tenun Persaudaraan
Dengan semangat "Satu Data, Satu Gerakan, Satu Komitmen: Tidak Ada Anak Kampar yang Terlewat Imunisasi", Pemerintah Kabupaten Kampar terus memperkuat sinergi untuk mewujudkan imunisasi lengkap bagi seluruh anak, menciptakan generasi yang sehat, serta melindungi mereka dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). (Adv)
