Capaian Imunisasi Riau Masuk Papan Atas Nasional, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Capaian imunisasi di Provinsi Riau menunjukkan tren yang semakin positif. Berdasarkan data Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2026, Riau berhasil menempati jajaran terbaik nasional pada sejumlah indikator imunisasi, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan anak. Jumat (03/07/2026).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat yang semakin aktif mengikuti program imunisasi.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang tetap aktif melakukan pelayanan imunisasi di Puskesmas, Posyandu, rumah sakit, serta melalui kegiatan jemput bola di lapangan. Kedisiplinan dalam melakukan pencatatan dan pelaporan secara real-time setelah pelayanan diberikan juga menjadi kunci keberhasilan ini," ujar Zulkifli.
Baca: Bupati Kampar Resmikan Mobil Layanan Keliling Disdukcapil, Permudah Akses Adminduk hingga ke Desa
Berdasarkan data tersebut, capaian imunisasi T2 bagi ibu hamil mencapai 36.683 sasaran atau 30,28 persen dan menempatkan Riau di peringkat ketiga nasional. Sementara itu, Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) mencapai 33.674 sasaran atau 29,59 persen, sehingga berada di peringkat kedelapan nasional.
Adapun capaian Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) tercatat sebanyak 28.443 sasaran atau 25,28 persen, menempatkan Riau di posisi ke-12 nasional.
Baca: Hasil SPMB SD Pekanbaru Diumumkan, Pemko Pastikan Seleksi Gratis dan Transparan
Di tingkat kabupaten dan kota, capaian imunisasi juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Untuk kategori Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yakni 4.907 sasaran atau 40,08 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kampar dengan 6.508 sasaran atau 38,77 persen.
Selanjutnya Kota Dumai mencatat capaian 32,20 persen, disusul Kabupaten Rokan Hulu 31,19 persen, Indragiri Hulu 27,31 persen, Kota Pekanbaru 25,77 persen, Indragiri Hilir 21,41 persen, Kepulauan Meranti 21,38 persen, Kuantan Singingi 20,60 persen, Bengkalis 20,04 persen, Pelalawan 18,94 persen, dan Siak 18,87 persen.
Sementara pada kategori Imunisasi Baduta Lengkap (IBL), Kabupaten Rokan Hulu mencatat capaian tertinggi dengan 4.831 sasaran atau 40,31 persen. Kabupaten Kampar berada di posisi kedua dengan 6.539 sasaran atau 39,33 persen.
Baca: Koordinator Kafilah Kampar Pastikan Kesiapan, Optimistis Tampil Gemilang di MTQ Riau.
Daerah lainnya yang turut mencatat capaian positif yakni Kota Pekanbaru 24,45 persen, Rokan Hilir 23,40 persen, Indragiri Hulu 22,69 persen, Pelalawan 21,03 persen, Kepulauan Meranti 18,60 persen, Kota Dumai 16,03 persen, Indragiri Hilir 14,80 persen, serta Kuantan Singingi 14,37 persen.
Dinkes Riau menjelaskan, imunisasi dasar lengkap terdiri atas 14 jenis antigen yang berfungsi melindungi anak dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), seperti tuberkulosis, hepatitis B, polio, difteri, pertusis, tetanus, campak, rubela, pneumonia akibat pneumokokus, hingga diare berat akibat rotavirus.
Baca: 485 Mahasiswa Kukerta UNRI Diturunkan ke Bengkalis, Fokus Pemberdayaan Desa dan Inovasi
Pemberian imunisasi dilakukan secara bertahap sesuai usia anak, mulai dari saat bayi baru lahir hingga usia 18–24 bulan, sehingga perlindungan terhadap berbagai penyakit dapat terbentuk secara optimal.
Dinkes Provinsi Riau juga terus memperkuat pelayanan imunisasi agar seluruh anak memperoleh hak atas layanan kesehatan. Orang tua diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila ada jadwal imunisasi yang terlewat.
"Anak yang tidak mendapatkan imunisasi berisiko tinggi terkena infeksi berat dan bisa menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitarnya, sehingga memicu Kejadian Luar Biasa (KLB). Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kekebalan kelompok (herd immunity) akan terbentuk, sehingga anak-anak di Riau dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas," pungkas Zulkifli. (SM)
