485 Mahasiswa Kukerta UNRI Diturunkan ke Bengkalis, Fokus Pemberdayaan Desa dan Inovasi
KANALSUMATERA.com - BENGKALIS – Sebanyak 485 mahasiswa Universitas Riau (UNRI) resmi memulai pengabdian melalui program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026 di Kabupaten Bengkalis. Program ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat desa serta penguatan inovasi berbasis potensi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut langsung kehadiran ratusan mahasiswa tersebut melalui seremoni penerimaan dan pelepasan yang berlangsung di Balai Kerapatan Wisma Sri Mahkota, Selasa (23/7/2026). Kegiatan ini ditandai dengan pemasangan tanda identitas kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pengabdian di tengah masyarakat.
Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni melalui Sekretaris Daerah, dr. Ersan Saputra TH, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Riau yang kembali memilih Bengkalis sebagai lokasi Kukerta Berdampak.
“Atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa peserta Kukerta serta rombongan Universitas Riau di Negeri Junjungan. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Riau yang kembali mempercayakan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program Kukerta Berdampak tahun 2026,” ujar Ersan.
Baca: Bupati Kampar Hadiri Grand Opening RS Fanybella Medika, Perkuat Akses Layanan Kesehatan Masyarakat
Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di tingkat desa.
Mahasiswa Kukerta diharapkan mampu menghadirkan gagasan kreatif, membantu memetakan potensi daerah, serta berperan aktif dalam berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, hingga digitalisasi layanan masyarakat.
Pemkab Bengkalis juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk permasalahan abrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), stunting, serta penyalahgunaan narkoba.
“Tantangan tersebut di antaranya abrasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), stunting serta penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kami berharap kehadiran mahasiswa Kukerta dapat memberikan warna baru melalui program-program yang inovatif, edukatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Baca: Wabup Kampar Hadiri Khitan Massal dan Donor Darah Milad Bank Syariah
Selain menjawab tantangan, mahasiswa juga diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta pelestarian budaya Melayu sebagai identitas daerah.
Pemerintah daerah turut berpesan agar seluruh peserta Kukerta menjaga etika, menjunjung tinggi nilai budaya setempat, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa selama menjalankan program kerja.
Di sisi lain, dukungan dari pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan pelaksanaan Kukerta di lapangan.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Kukerta Berdampak UNRI Membangun Kampung Tahun 2026 di Kabupaten Bengkalis berjalan lancar, sukses, memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, serta memberi manfaat nyata bagi kemajuan masyarakat dan desa-desa yang ada di Kabupaten Bengkalis,” tutupnya.
Baca: Angggota DPR RI Hendry Munief Berikan Catatan Penting saat Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Sri Indarti, SE., M.Si, menyampaikan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi berkelanjutan bersama pemerintah daerah.
"Kita UNRI, siap bersama, berkolaborasi untuk memberikan kontribusi dalam memajukan Kabupaten Bengkalis dan negeri ini. Apa lagi Ibu Bupati Bengkalis merupakan alumni UNRI yang sangat memberikan perhatian kepada almamaternya. Dan ini kita harapkan menjadi motivasi bagi anak-anak dan adik-adik mahasiswa kita saat ini," ujar Rektor UNRI.
Program Kukerta Berdampak ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat sekaligus menerapkan ilmu akademik secara nyata. Seluruh peserta akan ditempatkan di berbagai desa di Kabupaten Bengkalis dengan membawa program kerja berbasis kebutuhan lokal.
Sebagai penutup kegiatan, dilakukan pertukaran cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Universitas Riau sebagai simbol sinergi dan kerja sama yang terus terjalin. (sry/inf)
