Awasi Penerapan UU ASN Terbaru, Anggota DPD RI Kyai Mursyid Koordinasi dengan BKD Pemprov Riau

Mawardi Tombang
Kamis, 14 November 2024 13:20:45
Pertemuan Kyai Mursyid beberapa hari lalu

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Dalam menjalankan fungsi pengawasan pelaksanaan undang-undang, anggota DPD RI KH. Muhammad Mursyid MPdI melaksanakan pertemuan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau.

Titik fokus yang dijalankan diawasi oleh pria yang akrab dipanggil Kyai Mursyid adalah sejauh mana Pemprov Riau melaksanakan amanat Undang-Undang (UU) nomor 20 tahun 2023 tentang ASN.

"Alhamdulillah kemarin kita telah melaksanakan pertemuan dan koordinasi dengan BKD Provinsi Riau, bertemu langsung dengan bapak Makmun Murod selaku kepala BKD. Alhamdulillah kita telah mendapatkan info terbaru pelaksanaan undang-undang ini di Riau. Ini jadi materi kita nanti saat pelaksanaan rapat di DPD RI untuk dijadikan masukan dan saran kepada Kemendagri nantinya," kata Kyai Mursyid saat ditemui pada Kamis (13/11/2024).

Ada beberapa poin yang dipertanyakan oleh Kyai Mursyid ke BKD Riau, pertama sejauhmana pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah khususnya dengan terbitnya UU nomor 20 tahun 2023. Kemudian juga apa kendala yang dihadapi.

Baca: Penyusunan RTRW Riau Harus Berlandaskan Kepastian Hukum, Bukan Sekadar Garis di Atas Peta

Kedua, berkaitan juga dengan penerapan pasal 66 UU nomor 20 tahun 2023 terkait terkait penataan PPPK dan tenaga honorer harus tuntas pada Desember 2024. Bagaimana progres dan apa kendalanya.

"Perekrutan PPPK, ASN dan seleksi tenaga honorer ini jadi poin pengawasan penting bagi kita. Sesuai amanat undang-undang, bulan Desember 2024 harus sudah selesai. Kita mempertanyakan juga apa solusi terhadap tenaga honorer yang tidak lulus tes." kata Kyai Mursyid.

Ketiga kata Kyai Mursyid, dia juga mempertanyakan bagaimana tingkat kesejahteraan pegawai khususnya pegawai yang ditugaskan di daerah terpencil dan perdesaaan

"Kita juga mempertanyakan netralitas ASN pada musim pilkada ini. Menghadapi Pilkada serentak, bagaimana BKD menjaga netralitas ASN. Sejauh mana penegakan hukum dan sanksi bagi ASN yang terbukti tidak netral." tegas pengasuh Pesantren Khairul Ummah Inhu ini.

Baca: Bupati Kampar Terima Audiensi KONI, Bahas Persiapan Porprov Riau 2027 dan Kejurkab 2026

Menanggapi sejumlah pertanyaan tersebut, Kepala BKD Riau berdasarkan video yang diterima menyebutkan bahwa saat ini BKD Riau telah merekrut 22.000 PPPK se-Riau. Untuk tahun ini mereka telah merekrut 6.000 PPPK.

Khususnya pemetaan pegawai, Makmun Murod mengakui bahwa kemampuan mereka baru bisa melakukan pemetaan 1.500 pegawai. Namun karena sistem pemetaan yang dipakai adalah assesment psikometri konvensional.

"Dengan kemampuan dan jumlah pegawai maka ada kesulitan pemetaan karena kinerja pegawai itu harus diukur per tiga tahun. Namun kita mencoba untuk melakukan inovasi dengan menggandeng kampus UGM sebagai mitra mendorong agar pemetaan pegawai ini cepat selesai" kata Makmun Murod.

Menanggapi netralitas ASN saat pilkada, salah satu pejabat di BKD Riau melaporkan belum ada kasus ketidaknetralan pegawai Pemprov Riau.



Terkait
Bupati dan Wakil Bupati Kampar Hadiri Sertijab Danyonif 132/BS
Bupati dan Wakil Bupati Kampar Hadiri Sertijab Danyonif 132/BS
Kepala Diskominfo dan Persandian Kampar Gelar Tandatang
Bupati Kampar Rakor dengan Kemenag dan Kemenhaj Kampar
Abdul Kasim Tegaskan Tak Ada Batas Waktu Rawat Inap BPJ
Lainnya
Reses DPRD Riau Dimulai, Warga Diminta Maksimalkan Kesempatan Sampaikan Aspirasi
Reses DPRD Riau Dimulai, Warga Diminta Maksimalkan Kesempatan Sampaikan Aspirasi
Abdul Kasim Tegaskan Tak Ada Batas Waktu Rawat Inap BPJ
Terkait Pemberhentian 21 Orang Perangkat Nagari, PPDI S
Kejati Telah Periksa 13 Saksi Kasus Pungli KSM, Unsur K
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan