Peternakan Unand Kenalkan Teknologi Tepat Guna Perkuat Kualitas Kerupuk Kulit

Mawardi Tombang
Rabu, 4 September 2019 10:03:58
Ilustrasi

Padang,KANALSUMATERA.com - Sumatera Barat saat ini menjadi salah satu provinsi sentra produksi kerupuk kulit atau terkenal dengan nama "Karupuak Jangek" di Sumatera.

Beberapa daerah penghasil kerupuk yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau tersebut antara lain di Kabupaten Tanah Datar, Agam dan Kota Bukittinggi.

Bahkan setiap daerah memiliki cara dan proses yang berbeda dalam memproduksi kerupuk kulit seperti di Kabupaten Agam yang tidak menyimpan kulit saat sudah dipotong namun langsung diproses, sehingga menghasilkan kerupuk bersih dan renyah.

Dari data Badan Pusat Statistik pada 2011, Produksi usaha kulit di Agam termasuk kerupuk kulit yang merupakan bagian dari unit usaha industri kecil sandang dan kulit memiliki nilai produksi hingga Rp83.664.038.000 untuk usaha formal dan Rp27.330.751.000 untuk usaha non formal.

Baca: KONI Payakumbuh Studi Banding ke KONI Pekanbaru, Dalami Program Pembinaan Atlet

Sebagian besar dari produksi tersebut berasal dari usaha kerupuk kulit yang tersebar di seluruh Kecamatan di Agam.

Meskipun demikian, sebagian besar produksi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kerupuk kulit di Agam masih membutuhkan tambahan teknologi yang bertujuan mempercepat proses dan meningkatkan hasil produksi.

Latar belakang inilah yang menjadikan beberapa dosen dari Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) melakukan pengabdian masyarakat di Agam untuk membina UKM kerupuk kulit dalam meningkatkan hasilnya salah satunya melalui penggunaan teknologi tepat guna.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada salah satu UKM Kerupuk Kulit di Jorong Aro Kandikia, Kanagarian Gadut Agam yang dipimpin oleh Aulia Hendri.

Pengabdian masyarakat yang pendanaannya berasal dari bantuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui program pengembangan produk unggulan daerah dan didukung LPPM Unand ini dilaksanakan dalam tiga tahap pada rentang 2017-2019.

Baca: 360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Tahun pertama dilaksanakan pengenalan alat pengering "solar tunnel dryer" guna membantu proses pengeringan kerupuk kulit dalam keadaan mentah untuk mendapatkan kerupuk kulit yang bersih.

Tahun kedua melakukan perbaikan sanitasi dan higienis dari proses produksi kerupuk kulit dengan dengan renovasi ruang produksi sesuai dengan "lay out" yang baik guna mengefektifkan kerja.

Tahun ketiga pada 2019 ini tim memperkenalkan alat pengaduk kerupuk kulit yang membantu UKM dalam mengefesiensikan tenaga kerja. Mengingat proses pengadukan kerupuk kulit yang mencapai 1,5 jam dengan bantuan alat tersebut, pekerja juga dapat mengerjakan proses lain antara lain pembersihan kulit, mengemas kerupuk hingga pelabelan.

Alasan memilih UKM Aulia Hendri pada pengabdian masyarakat ini yakni potensi yang dapat dihasilkan dari produksi usaha kerupuk kulitnya.

Sebagai gambaran UKM Aulia Hendri secara sendirian mampu memproduksi 3 lembar kulit per hari, bila pada hari besar seperti lebaran mampu memproduksi 60 lembar kulit per hari dengan pekerja sebanyak 3 sampai 6 orang.

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

Di samping itu pembinaan ini juga diharapkan menjadi percontohan untuk UKM lain dalam pengembangan kerupuk kulit di Agam dan seterusnya di Sumbar.

Tim ini diketuai oleh Indri Juliyarsi, MP dan beranggotakan yakni Dr. Sri Melia dan Deni Novia, MP. (*)



Lainnya
Semarak HUT Riau ke-69, 200 ASN Bappeda Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Semarak HUT Riau ke-69, 200 ASN Bappeda Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Ketua TP-PKK Kampar Konsolidasikan Program, Perkuat Sin
Sempena HUT Korpri 2020, Sore Ini DPRD Pekanbaru Gelar
2 Pejabat Pemprov Dinonaktifkan oleh Gubernur Edy, Dimi
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda