360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mulai Disiapkan untuk Relokasi

Kanama
Minggu, 16 Agustus 2026 12:46:38

KANALSUMATERA.com - AGAM – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan pembangunan 360 unit hunian tetap (huntap) terpadu bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Minggu (16/08/2026).

Program tersebut ditargetkan berjalan pada 2026 sebagai bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal permanen bagi para penyintas bencana yang terjadi pada akhir 2025.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam, Rinaldi, mengatakan ratusan unit huntap tersebut akan dibangun di dua lokasi berbeda.

Baca: Layanan Digital BPJS Kesehatan Makin Canggih, Peserta JKN Kini Urus Administrasi Tanpa Antre

Sebanyak 280 unit direncanakan berdiri di lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari di Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung. Sementara 80 unit lainnya akan dibangun di lahan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Kecamatan Palembayan.

"Pembangunan sedang dalam proses tender dan berkemungkinan pertengah bulan September sudah selesai tender, sehingga pembangunan bisa dimulai," katanya.

Lokasi BBI Gumarang nantinya diprioritaskan bagi penyintas dari Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. Sedangkan kawasan Sungai Jariang akan menjadi lokasi relokasi penyintas dari sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Palembayan, Tanjung Raya dan Malalak.

Rinaldi menyebut terdapat 298 penyintas dari luar Kecamatan Palembayan yang telah menyatakan kesediaannya untuk pindah ke kawasan Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung.

"Ada sebanyak 298 penyintas di luar Kecamatan Palembayan yang bersedia pindah ke Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung," katanya.

Total Huntap di Agam Capai 620 Unit

Selain pembangunan yang dilakukan Kementerian PKP, pemerintah daerah juga mencatat adanya dukungan dari sejumlah pihak untuk mempercepat penyediaan rumah bagi korban bencana.

Yayasan Buddha Suci diarahkan Kementerian PKP untuk membangun 180 unit huntap terpadu pada 2026. Selain itu, Baznas pusat merencanakan pembangunan 100 unit huntap di Agam pada tahun yang sama.

Dengan tambahan tersebut, jumlah huntap yang direncanakan dibangun di Agam pada 2026 mencapai 620 unit.

"620 unit huntap dibangun tahun ini dan berkemungkinan ada penambahan pembangunan dari donatur. Apabila tidak ada, maka dilanjutkan pada tahun depan," katanya.

Pembangunan huntap tersebut menggunakan standar yang sama. Para donatur memiliki sejumlah pilihan material dan konsep pembangunan, di antaranya bata interlock atau sepablock dari PT Semen Padang yang merupakan bagian dari Semen Indonesia Group, serta konsep Rumah Anti Gempa (RAG) dari Universitas Andalas.

Data Penerima Huntap Sudah Dipadankan

Pemerintah Kabupaten Agam juga telah menetapkan penerima bantuan rumah melalui surat keputusan (SK) Bupati Agam. Data calon penerima kemudian dipadankan dengan data kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Agam.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan huntap diberikan kepada penyintas yang telah masuk dalam daftar penerima dan memenuhi ketentuan program.

Pembangunan hunian tetap ini diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Agam setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025. (SM)

Lainnya
Kata PJ Bupati Kamsol Semoga Ketua Pengadilan Agama Bangkinang Sukses di Tempat Baru
Kata PJ Bupati Kamsol Semoga Ketua Pengadilan Agama Bangkinang Sukses di Tempat Baru
Seluruh Stake Holder di Kecamatan Payung Sekaki Ikuti R
Pemkab Kampar Sudah Cairkan ADD Dari 3 Desa Untuk Tangg
Ditemukan Sesosok Mayat Manusia yang hampir Jadi Tulang
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Diterima Paskibraka Nasional 2026
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Olahraga
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Enam Federasi Sepak Bola Arab Solid Dukung Gianni Infantino di Tengah Krisis FIFA
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026
Daerah
Polantas Karib Sapa Warga di CFD Pekanbaru, Edukasi Lalu Lintas Dikemas Humanis
Polantas Karib Sapa Warga di CFD Pekanbaru, Edukasi Lalu Lintas Dikemas Humanis
Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi W
360 Hunian Tetap Dibangun di Agam, Penyintas Bencana Mu