Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak

Kanama
Minggu, 16 Agustus 2026 13:22:05

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan. Data pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (16/08/2026) mencatat sebanyak 74 hotspot tersebar di sejumlah wilayah Riau.

Angka tersebut berkurang 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 86 hotspot. Meski menurun, keberadaan puluhan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyebut hotspot masih terdeteksi di sejumlah kabupaten/kota.

Baca: Pengibaran Merah Putih di Tengah Karhutla Pelalawan, Semangat Kemerdekaan Tetap Berkobar

Pelalawan tercatat sebagai daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 22 titik. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kampar dengan 20 titik.

Sementara itu, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat sembilan hotspot. Selanjutnya, Kepulauan Meranti empat titik, Kuantan Singingi tiga titik, Rokan Hilir tiga titik, Rokan Hulu dua titik, serta Kota Dumai dua titik.

Baca: Samsuri Daris Serap Aspirasi Warga Reteh, Reses Jangkau Pulau Kecil hingga Seberang Sanglar

Riau Masih di Bawah Sejumlah Provinsi Sumatera

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 917 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi, mencapai 416 titik.

Berikutnya terdapat Jambi dengan 109 titik, Lampung 95 titik, Bangka Belitung 94 titik, sedangkan Riau berada di angka 74 hotspot.

Baca: DPMPTSP Riau Buka Layanan Pengurusan Legalitas UMKM Gratis hingga 7 Agustus 2026

Provinsi lain yang terpantau memiliki hotspot antara lain Bengkulu 37 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Sumatera Utara 28 titik, Sumatera Barat 21 titik dan Aceh sembilan titik.

Potensi Hujan Diharapkan Tekan Karhutla

Baca: Sabarudi Kenang Krisis Listrik Riau, Perjuangan DPRD Berbuah Lahirnya PLTU Tenayan Raya

Penurunan jumlah hotspot di Riau terjadi bersamaan dengan meningkatnya peluang hujan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat hotspot masih ditemukan dalam jumlah cukup signifikan, terutama di Pelalawan dan Kampar.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di sekitar lingkungan.

Baca: Wabup Misharti Buka Apresiasi Duta Genre 2026, Dorong Remaja Kampar Kreatif dan Berdaya

Data terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun tren hotspot Riau menurun, potensi karhutla belum sepenuhnya hilang sehingga pemantauan dan pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. (SM)



Terkait
Satpol PP Kampar Tertibkan Anak Punk di Bangkinang, Diamankan Saat Patroli Dini Hari
Satpol PP Kampar Tertibkan Anak Punk di Bangkinang, Diamankan Saat Patroli Dini Hari
Masyarakat Pagaran Tapah Adukan PTPN IV ke DPR RI, Adam
Pj Sekda Kampar Sambut Audiensi PHR terkait Task Force
BPS Merilis Kemiskinan Desa di Riau Meningkat Sementara
Lainnya
Bupati Kasmarni Kembali Serahkan Perangkat MOLDUK Portable, Kali ini ke Disdukcapil Talang Mandau
Bupati Kasmarni Kembali Serahkan Perangkat MOLDUK Portable, Kali ini ke Disdukcapil Talang Mandau
Terungkap Sejumlah Kejanggalan dalam Kasus Kematian Put
Isdianto Dukung Pengembangan Tanaman Obat Keluarga di K
Zulfirman Syah Dapat Bantuan dari Pemprov Sumbar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
DPR Ketok Palu UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Sambut Kemenangan Bersejarah
DPR Ketok Palu UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Buruh Sambut Kemenangan Bersejarah
HUT ke-81 TNI, Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru Termasu
Anwar Usman Kembali ke Lingkar Kekuasaan, Kini Jadi Wan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini