Hotspot Riau Menurun, Kampar dan Pelalawan Masih Jadi Wilayah Terbanyak
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan. Data pemantauan BMKG Pekanbaru pada Minggu (16/08/2026) mencatat sebanyak 74 hotspot tersebar di sejumlah wilayah Riau.
Angka tersebut berkurang 12 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 86 hotspot. Meski menurun, keberadaan puluhan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkaitan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyebut hotspot masih terdeteksi di sejumlah kabupaten/kota.
Baca: Pekanbaru Dipercaya Jadi Tuan Rumah Forum Internasional GCMC, Kepala Daerah Tiga Negara Berkumpul
Pelalawan tercatat sebagai daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 22 titik. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Kampar dengan 20 titik.
Sementara itu, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat sembilan hotspot. Selanjutnya, Kepulauan Meranti empat titik, Kuantan Singingi tiga titik, Rokan Hilir tiga titik, Rokan Hulu dua titik, serta Kota Dumai dua titik.
Baca: Bantuan Beras Diperluas untuk 3.034 KPM, Bupati Ahmad Yuzar: Negara Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Riau Masih di Bawah Sejumlah Provinsi Sumatera
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 917 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi, mencapai 416 titik.
Berikutnya terdapat Jambi dengan 109 titik, Lampung 95 titik, Bangka Belitung 94 titik, sedangkan Riau berada di angka 74 hotspot.
Baca: Bupati Kampar Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi dan Dukung Program 3 Juta Rumah
Provinsi lain yang terpantau memiliki hotspot antara lain Bengkulu 37 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Sumatera Utara 28 titik, Sumatera Barat 21 titik dan Aceh sembilan titik.
Potensi Hujan Diharapkan Tekan Karhutla
Baca: Nobar Piala Dunia 2026 di Kominfo Kampar Semarak, UMKM Lokal Ikut Tumbuh dan Berdaya
Penurunan jumlah hotspot di Riau terjadi bersamaan dengan meningkatnya peluang hujan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat hotspot masih ditemukan dalam jumlah cukup signifikan, terutama di Pelalawan dan Kampar.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di sekitar lingkungan.
Baca: Diduga Sarat Penyimpangan, LMB Desak Audit Total Pelaksanaan SPMB Riau 2026
Data terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun tren hotspot Riau menurun, potensi karhutla belum sepenuhnya hilang sehingga pemantauan dan pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan. (SM)
