BPS Merilis Kemiskinan Desa di Riau Meningkat Sementara di Kota Menurun

Mawardi Tombang
Jumat, 6 Februari 2026 06:22:52
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah penduduk miskin di daerah ini pada September 2025 mencapai 475,57 ribu orang atau 6,30 persen dari total penduduk. Angka tersebut meningkat dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,16 persen, meski masih sedikit lebih rendah dibandingkan September 2024.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, pada Kamis (5/2/2026), menjelaskan bahwa kenaikan jumlah penduduk miskin dalam enam bulan terakhir terutama dipengaruhi kondisi di wilayah perdesaan.

"Dalam periode Maret hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan justru menurun 2,49 ribu orang, dari 173,52 ribu orang menjadi 171,03 ribu orang. Sebaliknya, di perdesaan terjadi kenaikan cukup besar, yakni 17,09 ribu orang, dari 287,45 ribu orang menjadi 304,54 ribu orang," ungkapnya.

Perubahan itu turut memengaruhi persentase kemiskinan menurut wilayah. BPS juga mencatat kenaikan garis kemiskinan. Pada September 2025, garis kemiskinan di Riau berada pada Rp747.345 per kapita per bulan, naik 4,80 persen dibandingkan Maret 2025 dan meningkat 6,37 persen dibandingkan September 2024.

Baca: Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Jangkau Pulau Rangsang, Bawa Bantuan dan Tanam 2.200 Mangrove

"Komponen kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan, dengan porsi 73,49 persen. Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan, diikuti rokok kretek filter, daging ayam ras, cabai merah, dan telur ayam ras," ulasnya.

Selain itu, tingkat kemiskinan di perkotaan turun dari 5,75 persen menjadi 5,61 persen, sedangkan di pedesaan naik dari 6,43 persen menjadi 6,76 persen.

Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Riau memiliki 5,39 anggota keluarga. Dengan komposisi tersebut, kebutuhan minimum agar tidak tergolong miskin mencapai sekitar Rp 4.028.190 per rumah tangga per bulan, meningkat dibandingkan kondisi Maret 2025.

Meski jumlah penduduk miskin bertambah, indikator lain menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,873 pada Maret 2025 menjadi 0,787 pada September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,196 menjadi 0,154, yang menunjukkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin mengecil.

Baca: Peduli Generasi Emas, PT Musim Mas Bangun 3 Ruang Kelas TK di Pesaguan

"Dalam konteks regional Sumatra, persentase kemiskinan Riau masih berada di bawah beberapa provinsi lain. Persentase penduduk miskin tertinggi tercatat di Aceh sebesar 12,22 persen dan Bengkulu 11,88 persen, sedangkan yang terendah berada di Kepulauan Riau sebesar 4,26 persen," jelasnya lagi.

Data BPS juga menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di Riau dalam lima tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Kenaikan sempat terjadi pada September 2022 akibat dampak penyesuaian harga BBM, kemudian menurun hingga Maret 2025 sebelum kembali meningkat pada September 2025.

"Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika harga kebutuhan pokok, daya beli, serta ketimpangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan masih menjadi faktor penting yang memengaruhi perkembangan kemiskinan di Provinsi Riau," tandasnya.



Terkait
Sambut Tahun Baru Islam, Kasmarni Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Persaudaraan
Sambut Tahun Baru Islam, Kasmarni Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Persaudaraan
Bayar Pajak Kendaraan tanpa KTP Pemilik, Pansus Optimal
Terima Perwakilan Riau Asal Kampar di Ajang PPPI, Kadis
Pj Sekda Kampar Hadiri Pertemuan Forkopimda Se-Riau den
Lainnya
Polda Riau Buru Tiga Pelaku Pencuri Minyak Bumi, Tersangka akan Terus Bertambah
Polda Riau Buru Tiga Pelaku Pencuri Minyak Bumi, Tersangka akan Terus Bertambah
Ini penjelasan akademisi penyebab ubur-ubur terdampar k
BMU Atim Serahkan 3 Rumah Bagi Warga Miskin
Nelayan Wajib Bawa Surat Ini Jika Hendak Beli Solar Di
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Politik
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingg
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pili
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat