PWI Kampar Bantah Rencana Demo, Pencatutan Nama 12 Organisasi Wartawan Disorot
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar membantah keterlibatan dalam rencana aksi demonstrasi di Kantor Bupati Kampar yang mencatut nama 12 organisasi wartawan. Informasi yang beredar melalui sebuah flyer tersebut ditegaskan tidak mewakili keputusan resmi PWI Kampar. Minggu (25/10/2026).
Ketua PWI Kabupaten Kampar, Syawal, menegaskan bahwa organisasinya tidak pernah merencanakan aksi demonstrasi sebagaimana tercantum dalam flyer yang beredar. Ia menyebut pencantuman nama PWI Kampar dilakukan tanpa mewakili sikap resmi organisasi.
Baca: Wakil Bupati Misharti Hadiri Gala Dinner Hari Santri Nasional Riau 2026
"Kami tidak pernah merencanakan aksi demonstrasi seperti yang disebutkan dalam flyer tersebut. Pencatutan nama PWI Kampar itu bukan merupakan pernyataan resmi organisasi kami," tegas Syawal.
Syawal mengimbau masyarakat agar lebih cermat menerima informasi, terutama kabar yang beredar melalui media sosial maupun saluran komunikasi lainnya. Menurutnya, informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu kondusivitas daerah.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota PWI Kampar untuk tetap menjaga profesionalisme serta berpegang pada Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas.
Baca: MTQ ke-55 Kampar 2026 Resmi Ditutup, Kecamatan Kampar Raih Juara Umum
"Kepada seluruh rekan-rekan PWI Kampar, kami terus mengingatkan agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menolak hoaks dan tetap menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik," ujarnya.
Diskominfosan Kampar Minta Masyarakat Cermat
Baca: BPKAD Rohil Resmi Terapkan SP2D Online, Percepat Pencairan Anggaran Daerah
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe, turut menegaskan bahwa informasi mengenai rencana demonstrasi yang mencatut nama 12 organisasi wartawan tersebut tidak benar.
Ia meminta masyarakat dan insan pers lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyampaikan informasi, khususnya yang berkaitan dengan situasi daerah.
Baca: HUT ke-27 Pelalawan, Abdullah Soroti Pengangguran dan Tantangan Anggaran Daerah
"Masyarakat dan insan pers agar lebih cermat dalam menerima serta menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan situasi dan kondisi daerah," ungkapnya.
Lukmansyah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kampar. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan klarifikasi agar tidak berkembang menjadi kesalahpahaman.
Baca: Pemkab Kampar dan Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Penanganan Pengungsi
"Informasi yang tidak berdasar tersebut tidak benar. Sesuai pesan Bupati Kampar, kita bersama-sama harus menjaga kondusifitas daerah agar Kabupaten Kampar tetap aman dan nyaman. Mari kita selesaikan berbagai persoalan dengan hati, sejalan dengan slogan Kampar Dihati," ungkap Lukmansyah.
Ia menambahkan, insan pers memiliki peran penting dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi. Karena itu, setiap kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya perlu ditelusuri sebelum dipublikasikan.
Baca: 8 Tahun Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Solusi untuk Jembatan Rumbio
"Dengan ini kami dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi di ruang publik," pungkasnya.
PWI Kampar dan Diskominfosan Kabupaten Kampar sama-sama mengajak masyarakat untuk mengutamakan klarifikasi, menjaga komunikasi yang baik, serta tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi demi mempertahankan situasi daerah yang aman dan kondusif. (SM)
