Kasus ISPA Kampar Turun Drastis Jadi 1.896 Kasus pada September 2026
KANALSUMATERA.com - BANGKINANG KOTA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kampar menunjukkan penurunan signifikan pada September 2026. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 1.896 orang, jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4.077 kasus. Rabu (23/09/2026).
Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi laporan dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kampar dalam periode pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Pada Juni 2026, jumlah kasus ISPA di Kampar tercatat sebanyak 3.738 orang. Rinciannya terdiri dari 1.895 laki-laki dan 1.843 perempuan.
Baca: Bupati Kampar Siapkan Alat Berat, Warga Buka Lahan Tanpa Membakar
Kemudian pada Juli 2026, kasus ISPA mengalami penurunan menjadi 3.402 orang, dengan rincian 1.620 laki-laki dan 1.782 perempuan.
Namun, pada Agustus 2026 jumlah kasus kembali meningkat hingga mencapai 4.077 orang. Angka tersebut terdiri dari 2.045 laki-laki dan 2.032 perempuan.
Baca: Bupati Kampar Tegaskan Disiplin ASN, Tak Ikut Apel TPP Dipotong
Memasuki September 2026, kasus ISPA turun cukup tajam menjadi 1.896 orang. Rinciannya, 940 laki-laki dan 956 perempuan.
Jika dibandingkan dengan Agustus, jumlah kasus pada September turun sekitar 53 persen. Kondisi ini menjadi perkembangan positif dalam pemantauan kesehatan masyarakat Kampar di tengah perhatian terhadap dampak karhutla.
Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT mengatakan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya terhadap kasus ISPA yang masih perlu menjadi perhatian bersama.
Baca: RBI Masuk Kampar, Ahmad Yuzar Tegaskan Dukungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak
“Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Melalui langkah pencegahan, pelayanan kesehatan yang optimal, dan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen menjaga masyarakat agar tetap sehat dan terlindungi.”ungkapnya.”
Ahmad Yuzar juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Baca: Kepungan Asap Belum Reda, 11 Ribu Masker Gratis Dibagikan untuk Lindungi Warga Pekanbaru
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pencegahan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Saya tegas dan Komitmen dalam menjaga kesehatan masyarakat menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.”tagasnya.”
Bupati juga meminta jajaran Dinas Kesehatan dan rumah sakit memberikan pelayanan secara optimal sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait langkah pencegahan gangguan pernapasan.
Baca: Karhutla Kembali Membara di Dayun Siak, 50 Personel Dikerahkan
“Untuk itu, Dinas Kesehatan Kampar dan Rumah Sakit khususnya, berikan Pelayanan yang baik kepada Masyarakat, berikan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan masker serta meminimkan keluar rumah sebagai Pencegahan.”tutupnya.”
Penurunan kasus ISPA pada September menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pemerintah daerah. Pemantauan melalui fasilitas kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga, terutama saat potensi gangguan kualitas udara akibat karhutla masih menjadi perhatian. (SM)
