HUT ke-27 Pelalawan, Abdullah Soroti Pengangguran dan Tantangan Anggaran Daerah
KANALSUMATERA.com - PELALAWAN – Memasuki usia ke-27 tahun pada 12 Oktober 2026, Kabupaten Pelalawan diharapkan semakin memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal itu disuarakan oleh anggota DPRD Riau, Abdullah.
Abdullah, menilai kemajuan Kabupaten Pelalawan tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan aktivitas ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi lokal.
“Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Pelalawan harus menjadikan momentum hari jadi ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata,” ujarnya, Senin (12/10/2026).
Menurut Abdullah, salah satu aspek yang perlu menjadi perhatian adalah kemampuan daerah dalam menyediakan kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pelalawan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 2,42 persen.
Angka tersebut dapat menjadi salah satu indikator dalam mengevaluasi kondisi ketenagakerjaan sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih efektif untuk memperluas kesempatan kerja.
Baca: TP-PKK Kampar Bagikan 500 Masker Saat Kabut Asap Karhutla Memburuk
“Berdasarkan data BPS yang kita dapat, Tingkat Pengangguran Terbuka Kabupaten Pelalawan pada 2025 tercatat sebesar 2,42 persen. Angka ini perlu menjadi salah satu bahan evaluasi dalam memperkuat penciptaan lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan mendorong pertumbuhan UMKM agar masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan pendapatan,” katanya.
Anggaran Daerah Perlu Dikelola Secara Cermat
Selain persoalan ketenagakerjaan, Abdullah menilai kemampuan keuangan daerah juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Perencanaan anggaran yang tepat diperlukan agar program prioritas tetap berjalan dan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
Dalam penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA–PPAS) APBD 2026 pada November 2025, Pemerintah Kabupaten Pelalawan memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp1,65 triliun. Angka tersebut turun 12,90 persen dibandingkan target pendapatan 2025.
Data tersebut menunjukkan pentingnya penentuan prioritas belanja dan pengelolaan fiskal yang efektif. Meski demikian, angka itu merupakan proyeksi dalam dokumen perencanaan anggaran, bukan realisasi pendapatan daerah.
Baca: Cetak KTP Kini Didekatkan ke Kecamatan, Pemkab Kampar Percepat Layanan Administrasi
“Di sisi lain, proyeksi pendapatan daerah dalam KUA–PPAS APBD 2026 sebesar Rp1,65 triliun juga menunjukkan pentingnya pengelolaan anggaran yang cermat. Pemerintah daerah harus mampu menetapkan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat, menjaga efektivitas belanja, dan memastikan program-program strategis tetap berjalan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkap Abdullah.
Ia berharap pengelolaan anggaran tetap memperhatikan kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga program pemberdayaan ekonomi. Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran perlu diperkuat agar setiap program memberikan hasil yang terukur.
Optimalkan Potensi Perkebunan dan Industri
Abdullah menilai Pelalawan memiliki potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan, terutama dari sektor perkebunan, industri, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pengembangan sektor-sektor tersebut perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Keterlibatan tenaga kerja lokal dan pelaku UMKM dalam rantai pasok industri juga perlu diperkuat agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Baca: Pemkab Kampar dan Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Penanganan Pengungsi
Peningkatan keterampilan tenaga kerja, kemudahan akses bagi pelaku usaha, serta penguatan kapasitas UMKM dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah ke depan.
“Saya berharap pada usia ke-27 ini, Pelalawan semakin mampu mengoptimalkan potensi perkebunan, industri, dan usaha masyarakat untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujarnya.
Di samping pertumbuhan ekonomi, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang menjadi salah satu tantangan di Provinsi Riau, perlu diantisipasi melalui pencegahan, pengawasan, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pihak terkait agar pemanfaatan sumber daya alam tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Abdullah berharap peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Baca: Bupati Kampar Tegaskan Disiplin ASN, Tak Ikut Apel TPP Dipotong
Ia juga berharap pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat terus menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan.
“Pembangunan harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur. Dengan sinergi pemkab, Pemprov Riau, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat, Pelalawan diharapkan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya.
