Hari Batik Nasional, Bupati Ahmad Yuzar Tinjau 6 Rumah Produksi Batik Kampar
KANALSUMATERA.com - Kampar — Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong pengembangan industri kreatif sekaligus pelestarian budaya daerah. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2026, Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. meninjau enam rumah produksi batik yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar, Jumat (02/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Yuzar melihat langsung aktivitas produksi batik, mulai dari proses pengerjaan hingga kreativitas para pengrajin dalam mengembangkan motif khas Kampar.
Peninjauan itu menjadi bagian dari perhatian Pemkab Kampar terhadap keberlangsungan industri batik lokal. Selain memiliki nilai ekonomi, batik dinilai menjadi salah satu bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kampar.
Baca: 8 Tahun Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Solusi untuk Jembatan Rumbio
Ahmad Yuzar mengatakan, pengembangan batik Kampar perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik dari aspek kualitas produk, inovasi motif maupun pemasaran.
“Kita ingin batik khas Kampar terus berkembang, baik dari sisi kualitas, motif maupun pemasarannya. Ini bukan hanya soal produk kerajinan, tetapi juga menyangkut identitas dan kekayaan budaya masyarakat Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.
Baca: Kasus ISPA Kampar Turun Drastis Jadi 1.896 Kasus pada September 2026
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada para pembatik dan pemilik rumah produksi melalui Dekranasda maupun perangkat daerah terkait.
Salah satu perhatian Pemkab Kampar adalah melakukan pendataan rumah produksi batik sekaligus mendorong perlindungan hak kekayaan intelektual terhadap motif-motif batik khas Kampar melalui Kementerian Hukum Riau.
Perlindungan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pengrajin. Dengan demikian, motif khas Kampar dapat terlindungi dan tidak digunakan pihak lain tanpa izin.
Baca: Gowes Silaturahmi Kampar 2026, Ribuan Peserta Jelajahi Wisata dan Kuliner Lokal
Selain aspek pelestarian budaya, penguatan sektor batik juga dinilai memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Keberadaan rumah produksi dan pengrajin batik lokal diharapkan mampu menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah produk daerah.
Dalam peninjauan enam rumah produksi batik tersebut, Bupati Kampar didampingi Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Ketua Harian Dekranasda Kampar Edward, S.E., M.Si., jajaran Dekranasda serta Analis Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Riau.
Baca: Truk Over Muatan Bikin Jalan Kampar Rusak, DPRD Riau Desak Tambang Ditertibkan
Momentum Hari Batik Nasional, kata Ahmad Yuzar, diharapkan semakin memotivasi para pembatik di Kabupaten Kampar untuk menghasilkan karya yang inovatif dan memiliki daya saing.
Pemkab Kampar juga berharap batik khas daerah tidak hanya semakin dikenal masyarakat lokal, tetapi mampu berkembang sebagai produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kampar. (SM)
