Nakes Turun ke Jalan, 4.000 Masker Gratis Dibagikan di Tengah Kabut Asap
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Tenaga kesehatan (nakes) turut turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Pekanbaru.
Sebanyak 4.000 masker gratis dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan dalam aksi sosial yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Riau, Minggu (6/9/2026).
Aksi tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Sejumlah organisasi profesi kesehatan juga ikut ambil bagian, di antaranya IDI, PPNI, IBI dan IAI.
Selain memberikan perlindungan kepada masyarakat, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi agar warga lebih waspada terhadap risiko paparan asap dan partikel udara selama karhutla masih berlangsung.
Nakes Turun Langsung ke Lapangan
Baca: Bukan Sekadar Tangkap Ikan, Mancokau Tanjung Belit Jadi Benteng Alam
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama tenaga kesehatan terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
“Kami bersama nakes ingin hadir di tengah masyarakat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang baik,” ujar Zulkifli.
Ia menyebutkan, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap dan debu, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
Zulkifli juga berharap masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan tidak mengabaikan kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.
Anak, Ibu Hamil dan Lansia Jadi Perhatian
Baca: Bukan Sekadar Kemah, KEMBARA PKS DIY Asah Bela Negara dan Leadership
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan keterlibatan langsung tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
Arahan tersebut meminta seluruh tenaga kesehatan mengambil peran dalam upaya menekan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
“Jadi sesuai arahan Bapak Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho agar seluruh tenaga kesehatan mengambil peran dalam penanggulangan dampak asap,” ujar Dedy.
Menurut Dedy, penanganan dampak kabut asap akan dilakukan secara maksimal, terutama terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap kualitas udara buruk. Kelompok tersebut antara lain anak-anak, ibu hamil dan lansia.
Dinkes Pekanbaru bersama para nakes juga akan terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menjaga kesehatan selama kabut asap.
Baca: Satpol PP Kampar Segel 7 Warung Karaoke di Bangkinang, Diduga Langgar Perda
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar
Dedy turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah. Sementara bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker menjadi langkah perlindungan yang perlu dilakukan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Kalau memang tidak ada keperluan, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Namun bagi yang harus keluar, gunakan masker,” katanya.
Ia menegaskan, keterlibatan tenaga kesehatan dalam kegiatan tersebut tidak sebatas membagikan alat pelindung diri. Kehadiran nakes di lapangan juga menjadi bentuk kepedulian terhadap persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
Baca: Dinkes Pekanbaru Catat 706 Warga Terpapar ISPA Selama Kabut Asap
“Dinkes Pekanbaru dan nakes bersama Dinkes Provinsi Riau ikut turun langsung dalam kegiatan ini. Kami ingin menunjukkan bahwa nakes hadir dan peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Berharap Karhutla Segera Teratasi
Dedy berharap seluruh pihak dapat melakukan penanganan karhutla secara maksimal sehingga kabut asap segera berakhir dan kualitas udara kembali normal.
“Kita berharap persoalan karhutla ini segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” tutur Dedy.
Pembagian 4.000 masker tersebut menjadi salah satu bentuk respons cepat tenaga kesehatan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Di tengah ancaman kabut asap, edukasi, pencegahan dan perlindungan diri menjadi langkah penting sembari penanganan sumber karhutla terus dilakukan.
