Bukan Sekadar Tangkap Ikan, Mancokau Tanjung Belit Jadi Benteng Alam

Kanama
Sabtu, 5 September 2026 14:12:25

KANALSUMATERA.com - KAMPAR KIRI HULU – Riuh warga menangkap ikan di Sungai Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, bukan sekadar tradisi tahunan. Di balik meriahnya Mancokau Ikan Lubuk Larangan, tersimpan cara masyarakat menjaga sungai, melindungi populasi ikan, sekaligus mempertahankan warisan adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sabtu (05/09/2026).

Tradisi Mancokau Ikan menjadi momentum ketika masyarakat kembali diperbolehkan memanfaatkan hasil sungai setelah kawasan Lubuk Larangan melewati masa larangan. Selama periode tersebut, aktivitas menangkap ikan dibatasi sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk memberi kesempatan ikan berkembang biak dan ekosistem sungai tetap terjaga.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., beserta istri Ny. Yuni Pratiwi Sari Ardi Mardiansyah.

Baca: Wakil Bupati Misharti Hadiri Gala Dinner Hari Santri Nasional Riau 2026

Sejumlah pejabat juga hadir, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Afdal, ST, MT, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar Zulfahmi, Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MT, Kepala Dinas Pertanian Nurilahi Ali, Ketua Baznas Kampar Arizon, SE, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar beserta Forkopimcam, para Kabag di lingkungan Setda Kampar, serta Kepala Desa Tanjung Belit Efri Desmi.

Adat yang Menahan Nafsu Eksploitasi

Baca: Wakil Bupati Misharti Ajak Tokoh Agama Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kampar

Lubuk Larangan menjadi salah satu contoh bagaimana masyarakat mampu membuat aturan sendiri untuk menjaga kekayaan alam di wilayahnya.

Kawasan sungai yang telah ditetapkan sebagai Lubuk Larangan tidak bisa dieksploitasi sesuka hati. Ada aturan adat yang mengikat seluruh masyarakat. Kepatuhan terhadap aturan tersebut menjadi kunci agar sumber daya ikan tetap tersedia dan sungai tidak kehilangan fungsi ekologisnya.

Setelah masa larangan berakhir, masyarakat kemudian melakukan Mancokau Ikan secara bersama-sama. Momentum tersebut bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga menjadi ruang bertemu, bersilaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan.

Baca: Bupati Kampar Ajukan Proposal Museum Muara Takus, Fadli Zon Siap Dukung Pelestarian Candi

Bagi masyarakat Tanjung Belit, sungai bukan sekadar tempat mencari ikan. Sungai merupakan bagian dari kehidupan yang harus dijaga agar tetap memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bupati Kampar: Kearifan Lokal Jangan Sampai Hilang

Baca: Soal Kerusakan Jalan Petapahan–Simpang Gelombang, Syahrul Aidi Dorong Pemda Ajukan IJD ke Pusat

Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengapresiasi masyarakat Desa Tanjung Belit yang masih konsisten mempertahankan tradisi Lubuk Larangan di tengah derasnya perubahan zaman.

"apa yang dilakukan masyarakat Tanjung Belit merupakan contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat tumbuh dari kesadaran masyarakat dan kekuatan adat.

“Ini adalah kearifan lokal yang sangat luar biasa. Masyarakat mampu menjaga alam, khususnya kelestarian ikan dan ekosistem sungai, melalui aturan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujar Ahmad Yuzar.

Baca: BBM Langka di Bali, Antrean SPBU Mengular hingga 1 Kilometer, Warga Pingsan

Menurutnya, Lubuk Larangan memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki kemampuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian sumber daya alam.

“Yang paling penting adalah bagaimana tradisi ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Jangan sampai perkembangan zaman membuat nilai-nilai kearifan lokal seperti ini hilang,” katanya.

Baca: SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Hasbi Paparkan Perlunya Penguatan Sektor Bisnis

Ahmad Yuzar menegaskan, keberadaan Lubuk Larangan seharusnya tidak dipandang hanya sebagai tradisi masyarakat desa. Lebih dari itu, praktik tersebut mengandung nilai penting tentang bagaimana lingkungan dapat dijaga melalui kesadaran bersama.

Sekali Alam Dijaga, Manfaatnya Kembali ke Masyarakat

Bupati juga mengajak masyarakat mempertahankan semangat kebersamaan dalam menjaga kawasan Lubuk Larangan.

Baca: TP-PKK Kampar Bagikan 500 Masker Saat Kabut Asap Karhutla Memburuk

“Kalau alam kita jaga, alam juga akan memberikan manfaat kepada kita. Inilah nilai yang terkandung dalam Lubuk Larangan. Ada kesabaran, kebersamaan, kepatuhan terhadap aturan dan rasa tanggung jawab terhadap generasi yang akan datang,” ungkapnya.

Ia berharap Mancokau Ikan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Tradisi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga sungai dan lingkungan.

Baca: Cetak KTP Kini Didekatkan ke Kecamatan, Pemkab Kampar Percepat Layanan Administrasi

Sebab, keberadaan Lubuk Larangan menunjukkan satu hal penting: menjaga alam tidak selalu harus dimulai dengan teknologi canggih atau aturan pemerintah. Kesadaran masyarakat dan kekuatan adat pun mampu menjadi benteng untuk melindungi sumber daya alam.

Di tengah meriahnya Mancokau Ikan, ada pesan yang jauh lebih besar. Ikan yang dibiarkan berkembang, sungai yang dijaga, serta aturan adat yang dipatuhi menjadi investasi lingkungan bagi anak cucu.

Tradisi Lubuk Larangan Tanjung Belit akhirnya bukan hanya cerita tentang masyarakat yang turun ke sungai untuk menangkap ikan. Ini adalah cerita tentang bagaimana adat, gotong royong dan kepedulian terhadap alam masih hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kampar.

Baca: Hotspot Karhutla Nol, Pemkab Kampar Perkuat Pendinginan dan Pencegahan

Warisan leluhur itu kini menjadi pengingat bahwa alam yang dijaga bersama akan kembali memberikan manfaat bersama. (SM)



Terkait
17 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Misharti Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
17 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik, Misharti Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Dentuman Misterius Guncang Bandung, Pakar Ungkap Kaitan
Satpol PP Kampar Segel 7 Warung Karaoke di Bangkinang,
Dinkes Pekanbaru Catat 706 Warga Terpapar ISPA Selama K
Lainnya
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilayah Pengembangan Pariwisata
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilayah Pengembangan Pariwisata
Pilkada Pelalawan 2020, DPP PAN Serahkan Surat Rekomend
Reklamasi Tanjungpiayu Berada di dekat Budidaya Mangrov
Melalui Sidang Paripurna, Pansus DPRD Riau Sampaikan LK
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarkan Partai
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara, Hak Politik Tak Dicab
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Salurkan Beasiswa Rp481 Juta untuk 196 Santri
Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2026, Wabup Kampar Tek
Kapolda NTB Tekankan Disiplin Pelajar, Jauhi Narkoba hi