BGN Ungkap Penyebab 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG, SOP Distribusi Disorot

Kanama
Kamis, 3 September 2026 10:02:52

KANALSUMATERA.com - Sidoarjo – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan ketidakdisiplinan dalam proses pendistribusian makanan. Makanan MBG seharusnya segera dibagikan setelah selesai dimasak dan tidak boleh melewati batas waktu yang telah ditentukan.

"Itu karena ketidakdisiplinan dari pada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam," kata Ketut kepada wartawan, Kamis (03/09/2026).

Baca: Muskablub Korpri Kampar, Ardi Mardiansyah Terpilih Pimpin hingga 2030

Menurut Ketut, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga harus segera dikonsumsi setelah proses pengolahan. Jika terlalu lama berada dalam proses distribusi, risiko makanan mengalami penurunan kualitas dan perkembangan bakteri menjadi lebih tinggi.

"Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang," lanjutnya.

Baca: Wabup Misharti Jadi Narasumber Kuliah Umum UIN Suska Riau, Ajak Mahasiswa Berani Sukses

Pengawasan SPPG Diperketat

BGN sebelumnya telah menerapkan sistem pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pengawasan dilakukan dua kali setiap hari pada waktu yang dianggap penting dalam proses penyediaan makanan MBG.

"Kita setiap hari, dua kali sehari kita melakukan apel kesiagaan MBG, mulai dari jam 2 malam terus jam 5 sore. Karena waktu-waktu itu waktu krusial pemilihan bahan, kalau jam 5 kan sampai, masak jam 2 pagi," ujarnya.

Baca: APBD Perubahan Kampar 2026 Capai Rp2,57 Triliun, Belanja Daerah Naik

Namun, Ketut mengakui pelaksanaan aturan tersebut masih menghadapi kendala. Menurutnya, terdapat petugas SPPG maupun pihak sekolah yang belum menjalankan ketentuan waktu distribusi sebagaimana mestinya.

"Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan," imbuhnya.

Baca: Kembara Bela Negara PKS Kampar 2026, Peserta Jalani Tantangan Alam

512 Santri Terdampak

Kasus keracunan tersebut terjadi setelah para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam menyantap menu MBG. Berdasarkan data investigasi yang disampaikan BGN, sebanyak 512 orang tercatat terdampak.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (02/09/2026).

Baca: DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro

Dari jumlah tersebut, sekitar 80 santri masih menjalani perawatan. Sementara 312 orang telah diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sembuh, sedangkan 120 lainnya masih menjalani observasi.

"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.

BGN bersama dinas kesehatan setempat kemudian melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut secara lebih menyeluruh.

SPPG Sidoarjo Disanksi

Sebagai tindak lanjut, BGN menjatuhkan penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG yang menangani distribusi MBG di wilayah tersebut. Sanksi diberikan dalam kategori berat selama 30 hari.

"Yang pertama adalah melakukan tindakan investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti kita akan umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan," ujarnya.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," imbuhnya.

Kasus ini menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya terkait ketepatan waktu pengolahan hingga distribusi makanan. BGN menegaskan kepatuhan terhadap prosedur menjadi bagian penting untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima tetap aman dan layak dikonsumsi. (SM)



Lainnya
Bupati Kampar Tinjau Kafilah MTQ Kontingen Kabupaten Kampar di Kuantan Singingi
Bupati Kampar Tinjau Kafilah MTQ Kontingen Kabupaten Kampar di Kuantan Singingi
Kakanwil Kemenkuham Riau Pimpin Apel Deklarasi Zero Hal
Mendadak Istana Siak Ditutup, Banyak Pelancong yang Kec
Bawaslu Bintan Minta Pemkab Mulai Cairkan Dana Pengawas
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind