Irigasi DI Alue Tho Rusak, Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam

Dinia Mutiarahmi
Rabu, 14 November 2018 14:59:03
Kondisi bendungan dan kolam lumpur hancur diterjang banjir

KANALSUMATERA.com - Irigasi atau Daerah Irigasi (DI) Alue Tho di Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) yang rusak akibat dihantam banjir,4 Oktober 2018, hingga kini belum diperbaiki, padahal sudah memasuki Musim Tanam (MT) Rendengan 2018-2019. Akibatnya ratusan hektare (ha) sawah di Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, terancam gagal tanam.

Dilansir dari Serambinews.com, seperti diketahui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya sudah menetapkan jadwal turun ke sawah MT Rendengan 2018/2019 dimulai pekan II November 2018 yang diawali kenduri ulee lhueng.

“Jika kerusakan parah irigasi Kulam Bak Ara (Irigasi Alue Tho) tak segera ditangani secara darurat, maka areal sawah di Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur tak bisa digarap untuk musim tanam kali ini,” kata Pj Keuchik Krueng Panto, Tgk Mawardi Adaf, Selasa (13/11/2018).

Mawardi menyebutkan sawah produktif dalam dua gampong tersebut sekitar 200 ha dan sumber air hanya dari Irigasi Alue Tho. Hal yang sama juga dijelaskan, Syamsuir, warga Gampong Krueng Panto. Menurutnya, masa panen tanaman padi MT Gadu 2018 di kawasan dua gampong tersebut hampir tuntas, namun segera turun ke sawah untuk MT Rendengan 2018/2019. Tapi, para petani resah karena kebutuhan air untuk menggarap sawah tidak tersedia setelah kerusakan hebat DI Alue Tho.

“Para petani mengharapkan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya segera melakukan penanganan darurat kerusakan tersebut, sehingga petani bisa segera turun ke sawah MT Rendengan 2018/2019 sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan di tingkat kabupaten,” kata Syamsuir.

Penanganan darurat yang dimaksudkannya adalah dengan membuat turap dari bahan batang kelapa, kemudian dipancang berjejer pada tanggul bendungan melintang sungai, sehingga air bisa dinaikkan ke mulut saluran irigasi yang kondisinya rusak berat. Sedangkan penanganan permanen tidak mungkin lagi mengingat waktu sangat mendesak.

Pembuatan turap dari bahan batang kelapa di lokasi, menurut Syamsuir, juga bisa menyelamatkan tanggul bendungan yang masih tersisa. Jika tidak, karena curah hujan sangat tinggi sekarang ini dikhawatirkan sarana pengairan tersebut habis total disapu banjir, kemudian tinggal aliran sungai seperti dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir luapan pada Kamis, 4 Oktober 2018 mengakibatkan DI Alue Tho rusak berat. Seluruh bangunan pengaman tebing di mulut irigasi dan pintu air runtuh, sehingga air dari sungai tidak masuk lagi ke dalam saluran. Suplai kebutuhan air sawah putus total, sementara kebutuhan air untuk tanaman padi MT Gadu 2018 hanya mengandalkan air hujan yang memang curah hujan tinggi saat ini.

Pejabat (Pj) Keuchik Krueng Panto, Tgk Mawardi Adaf, juga mengaku sudah menyampaikan persoalan ini kepada Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT, dalam acara pembukaan MTQ di Gampong Pasar beberapa malam lalu, bahkan Mawardi, mengatakan dirinya juga sudah mengusulkan penanganan darurat, jika tidak membuat turap dengan bahan batang kelapa di lokasi bendungan, ada sulusi lain yang dinilai lebih sederhana, yaitu membuka saluran lain sekitar 25 meter melintasi lahan milik warga di sekitar bendungan irigasi. Melalui saluran darurat ini air bisa dialiri ke saluran irigasi setelah aliran sungai dibendung sedikit menggunakan material batu.

Namun untuk menggali saluran darurat itu perlu minta izin terlebih dahulu kepada pemilik tanah. Menanggapi hal itu, Wabup Muslizar, mengatakan segera turun ke lokasi untuk melihat tindakan cepat yang bisa dilakukan. “Bupati sudah memerintahkan musim tanam harus terlaksana. Bila ada kendala, maka segera diatasi,” kata Mawardi mengutip janji Wabup. (SN/Ks)

Lainnya
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027: Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027: Wujudkan Perencanaan Kampar yang Terukur
Syahrul Aidi Tinjau Aspirasi Tahun 2024 di Inhil, Mulai
RDP Pemberian Rekomendasi Megaproyek Marina Bay Tak Dih
Camat Abdimas Safari Posyandu di Posyandu Seroja Ceria
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar