Gantikan Sawit, Gubri Syamsuar Sarankan Tanam Ubi
Pekanbaru, kanalsumatera - Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi menghimbau masyarakat untuk menanam ubi menggantikan sawit sebagai komoditas ekonomi Riau.
Hal ini disampaikan Syamsuar saat mengadakan konferensi pers mengenai karhutla dan kabut asap di Media Center Karhutla, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru (23/9/2019) pagi.
"Nanti kita tidak tanam sawit lagi. Dan gambut ini nanti bisa ditanam tanaman yang menjadi komoditas ekonomi kita. Misalnya kita bisa tanam ubi," ujar Syamsuar.
Ini dilakukan karena banyaknya lahan sawit masyarakat yang terbakar, dan lahan itu berada di tanah gambut. Saat ini, ubi juga banyak dibutuhkan perusahaan industri tapioka. Terutama ubi racun.
Pembelinya sekarang juga lebih banyak dan hasilnya lebih bagus dari sawit. Sementara untuk hasil, tanaman ubi yang dimaksud 10 bulan sudah menghasilkan.
Baca: BBM Subsidi Langka, Yasser Hamidi Desak Pertamina Gerak Cepat
"Ubi sekarang lagi tren. Ubi sekarang menjadi kebutuhan beberapa industri tapioka, tepung tapioka membutuhkan ubi racun," ujar Syamsuar.
Sementara itu, untuk menentukan tanaman apa saja yang bagus di tanah gambut. Pemprov Riau meminta bantuan ke Balai Teknologi Pertanian untuk membuat developer.
Untuk saat ini, sudah ada beberapa developer dari Balai Teknologi Pertanian sekitar 5 hektar, Suaka Margasatwa (SM) Lingkungan di Siak 15 hektar. Adapun jenis tanaman di lahan 20 hektar tersebut yaitu pinang, kencur, jahe merah, dan talas ungu.
"Kita juga sekarang minta bantuan ke Balai Teknologi Pertanian untuk membuat developer. Kira-kira tanaman apa saja yang cocok untuk gambut. Sekarang lagi dibuat, ada dibuat oleh Balai Pertanian 5 hektar, kemudian ada widrop dari SM lingkungan dengan elang, mereka juga membuat developer di Siak. Jadi ada 20 hektar ini developer yang ditanami pinang, ada kencur, ada jahe merah, kemudian talag ungu" kata Syamsuar.fik
