Dilaporkan Pemprov ke Polda Riau Soal Rusuh Curva Nord, Dolly San David Angkat Bicara

Mawardi Tombang
Selasa, 25 Juni 2019 18:14:14
Dolly San David (pegang mic).

Pekanbaru, KANALSUMATERA.com - Aksi spontanitas supporter ultras PSPS, Curva Nord 1955 pada laga antara PSMS melawan PSPS pada Sabtu (25/6/2019) sore berbuntut panjang. Diduga karena menghina Gubernur Riau dengan perkataan kotor, salah seorang anggota komunitas Curva Nord 1955 dilaporkan Bagian Hukum Pemprov Riau ke Polda Riau.

Sebagaiamana diberitakan sebelumnya oleh media online riaukepri.com. Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Hukum mengadukan Dolly San David selaku koordinator Curva Nord, suppoter PSPS ke Direktur Reskrimum Polda Riau, Selasa 25 Juni 2019.

Karo Hukum Pemprov Riau Nelly Wardani melalui Kepala Sub Ligitasi Pemprov Riau, Yan Dharmadi, kepada wartawan mengatakan, pengaduan ini berdasarkan pasal 315 kitab undang-undang hukum pidana tentang penghinaan ringan yang disampaikan atas peristiwa saat laga PSPS melawan PSMS tersebut.

Menanggapi laporan Pemprov Riau tersebut, Dolly San David saat dihubungi pada Selasa (25/6/2019) sore menyebutkan bahwa laporan Pemprov itu salah alamat. Atau lebih tepatnya bukan dia yang dilaporkan.

Baca: Bappeda Kampar Matangkan Dokumen IGA 2026, Optimistis Raih Predikat Kabupaten Sangat Inovatif

"Saya kira jika memang perlu dilaporkan, Pemprov Riau salah alamat dalam hal ini. Tidak tepat mereka melaporkan saya secara pribadi. Dan perlu saya tegaskan, saya tidak pernah menghina Gubernur Riau baik secara pribadi atau jabatannya." tegas Dolly.

Dolly menjelaskan kronologis kejadian saat aksi massa yang diduga penghinaan itu terjadi. Bahwa dia baru datang ke lokasi acara setelah babak kedua berjalan. Pada saat kedatangannya, dia sedang menikmati pertandingan dari tribun barat (VIP) sementara para supporter berada di tribun utara. Di tribun barat, dia bersama pengelola apparel (marchendise) PSPS sedang berbincang dan menikmati laga pertandingan.

" Saat kejadian berlangsung, saya datang ke tribun utara, menenangkan supporter. Meyakinkan mereka, agar jangan sampai terjadi keributan. Akhirnya kita berhasil meyakinkan. Dan kita juga meyakinkan pihak kepolisian tidak akan terjadi kerusuhan" terang Dolly.

Dolly juga menyebut bahwa hari itu tidak ada aksi terencana dari Curva Nord 1955. Yang terjadi ketika para supporter secara spontanitas saja, tidak ada korlap, tidak ada jubir melakukan orasi panggung terbuka. Hal itu beda saat kejadian aksi resmi pada hari Senin (24/6/2019) yang terdapat korlap dan juru bicara.

Baca: Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuls Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya

Saat ditanyakan perkataan kasar salah seorang orator di saat aksi spontanitas tersebut, Dolly malahan tidak tahu siapa orator tersebut.

"Saya tidak tau siapa orator tersebut, sebab saya memang tidak ada di lokasi tersebut. Jika memang Pemprov merasa terhina atas ucapan tersebut, harusnya yang dikejar adalah orator tersebut."tegasnya.

Dolly menjelaskan di Curva Nord 1955 dia merupakan salah seorang ultras PSPS dari Curva Nord. Ultras yang dimaksud adalah kelompok yang dituakan oleh komunitas.

Dolly juga menegaskan bahwa dia akan menghormati proses hukum dan akan datang jika dimintai keterangan oleh Polda Riau. mt

Terkait
Jelang Pindah Tugas, Danyon 132/BS Silaturahmi ke Bupati Kampar
Jelang Pindah Tugas, Danyon 132/BS Silaturahmi ke Bupati Kampar
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran, PUPR Kampar Fokus
BPS Merilis Kemiskinan Desa di Riau Meningkat Sementara
Lainnya
Satpolairud Meranti Gelar Patroli Laut, Periksa Setiap Kapal Nelayan di Tengah Laut
Satpolairud Meranti Gelar Patroli Laut, Periksa Setiap Kapal Nelayan di Tengah Laut
Kantor Imigrasi Pekanbaru Terus Berbenah, Tumbuhkan Ino
DPD KNPI Kampar Kembali Taja Jumat Berkah , Sasar Panti
6 Cluster Bursa Inovasi Desa Kabupaten Kampar Digelar d
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini