Warga Minta Pemerintah Segera Bongkar Bangunan Gereja Ilegal Megah di Tarai Bangun

Mawardi Tombang
Kamis, 14 Februari 2019 09:38:46
Gereja yang dibangun ditolak warga Desa tarai Bangun.

KANALSUMATERA.com - Masyarakat Desa Tarai Bangun Kabupaten Kampar Riau menyatakan gerah atas pembangunan gereja yang berada di desa mereka. Mereka menganggap bahwa gereja tersebut ilegal dan tidak memiliki dokumen resmi pembangunan dan izin pendirian gereja, dan meminta agar Pemkab Kampar segera melakukan langkah tegas sebelum masyarakat melakukan tindakan anarkis.

Sebagaimana diketahui bahwa sebuah gereja dengan nama Gereja Santa Agatha Kualu Tarai telah berdiri dengan megah di dusun 4 Tarab Mulya RT 1 RW 1. Konstruksi dasar gereja tersebut telah selesai dan menunggu pengerjaan konstruksi bagian atas (bisa jadi lantai 2). Sedangkan ukuran gereja tersebut adalah 15x30 meter.

Salah seorang ninik mamak di Tarai Bangun yang enggan menyebut namanya, saat dihubungi oleh Kanalsumatera.com, menyatakan bahwa keberadaan gereja tersebut sangat meresahkan anak kemanakan dan warga Tarai secara umum. Bahkan, menurut penuturannya bukan saja warga Tarai namun warga Kualu, Kubang hingga Panam secara umum.

"Keberadaan gereja ini sangat meresahan kita semua. Sudah banyak warga yang menanyakan kok bisa gereja megah dan besar berdiri disini. Padahal warganya tergolong sedikit."terang beliau.

Baca: Pemkab Rohil Dukung Pembekalan Adat Calon Datuk Penghulu, Perkuat Kepemimpinan Berbasis Budaya

Beliau juga meminta agar Pemkab Kampar segera ambil tindakan tegas dan jelas atas status gereja tersebut. "Jangan sampai warga mengamuk kesana, membakar fasilitas gereja tersebut. Selama ini kita terus menahan amarah masyarakat. Jadi kami mohon segera cari penyelesaiannya"harapnya.

Atas kegerahan tersebut, Forum Komunikasi Masyarakat Tambang (FKMT) melakukan rapat mendadak untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut pada Rabu (14/2/2019) di Tarai Bangun. Ketua FKMT Akp (purn) Fauzan Domo usai rapat tersebut menyatakan bahwa ada beberapa kesepakatan warga, tokoh Tambang dan pihak pemerintahan desa Tarai Bangun.

"Kita telah menyepakati beberapa langkah tindak lanjut atas situasi sosial di Tarai Bangun ini. Langkah cepat akan kita lakukan agar persoalan ini tidak semakin meruncing. Kita ingin mencegah terjadinya konflik sosial nantinya." ujar Fauzan Domo.

Untuk sementara ini dia meminta agar masyarakat menahan diri dulu. "Berikan waktu kepada pemerintah untuk ambil langkah tegas"terangnya.

Baca: Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Kesiapsiagaan El Nino

Terungkapnya status keberadaan gereja ini berawal dari cuitan di beberapa Whatsapp grup salah seorang tokoh pemuda Tambang, Saidul Tombang. Saidul Tombang menyatakan bahwa banyak warga yang mengadu ke dia karena mereka tidak terima keberadaan gereja ini.

"Warga kita di Tarai dan Kualu khususnya meminta kepada saya agar menyampaikan keluhan mereka ini kepada pihak pemerintahan secara umum agar Pemerintah menindak tegas keberadaan gereja ilegal ini. Untuk itu saya melakukan berbagai komunikasi baik personal maupun publik. Harapan saya, mudah-mudahan pemda segera ambil langkah cepat. Ini kalau kita tidak cepat, warga dapat mengamuk nantinya jika pembangunan gereja ini terus berjalan. Apalagi jika sampai sudah beroperasi" terangnya saat dihubungi pada Kamis (14/2/2019). mt

Terkait
Bupati Kampar Buka Festival Kreatif Lipatkain Season III: Harus Tumbuh Tanpa Mencabut Nilai Luhur
Bupati Kampar Buka Festival Kreatif Lipatkain Season III: Harus Tumbuh Tanpa Mencabut Nilai Luhur
Momen Ramadhan PKS Inhil Gelar Bazar Sembako Murah untu
Pastikan Mudik Aman, Kadinkes Kampar Keliling Pantau 8
Anggota DPRD Riau Abdul Kasim Minta Balai Jalan Nasiona
Lainnya
Bupati Rohil H. Bistamam Terima Audiensi Kepala BPOM Dumai
Bupati Rohil H. Bistamam Terima Audiensi Kepala BPOM Dumai
Relawan An-Nas Pekanbaru Gelar Halal Bi Halal, Silatura
Konser Base Jam Dibubarkan Sejumlah Ormas di Aceh
3 Warga Prabumulih Ditembak Oknum TNI Diduga Soal Utang
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb