3 Warga Prabumulih Ditembak Oknum TNI Diduga Soal Utang

Amar
Kamis, 6 Desember 2018 22:36:59
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain

Prabumulih, KANAL SUMATERA.COM - Serka Kurniawan Candra (32) diduga menembak mati tiga orang yakni Deny Faisal Bin Muhtadir (44) dan Zainal Imron (45) dan Luken (30). Kasus ini diduga terkait utang piutang.

"Iya, utang piutang menurut Kapolres Prabumulih," kata Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain saat dihubungi detikcom lewat telepon, Kamis (6/12/2018).

Peristiwa ini terjadi di rumah Deny Faisal Bin Muhtadir (44) di Jalan Aru, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih, Kota Prabumulih, Kamis (6/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu Serka Candra datang ke rumah Faisal bersama dua orang rekannya Zainal (45) dan Luken (30).

Faisal kemudian keluar rumah dan menemui Serka Candra. Entah kenapa, tiba-tiba terjadi cekcok mulut. Serka Candra langsung menembak Faisal dan rekannya Zainal dan Luken.

Usai melakukan penembakan, Serka Candra pergi meninggalkan lokasi menuju rumah rekannya Apriansyah. Dia pergi menggunakan mobil Toyota Rush warna hitam BG 1361 ZB. Sesampainya di lokasi, Candra bertemu dengan istri Apriansyah. Dia kemudian melakukan percobaan bunuh diri dengan menembakkan senjata api ke kepala. Kondisinya sore tadi dikabarkan masih kritis di rumah sakit.

Baca: Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Hari Keempat, 500 Personel Dikerahkan

"Nggak tahu apakah sudah meninggal, masih kritis sore tadi," ucapnya.

Irjen Zulkarnain mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Polisi sendiri belum mendapat informasi jelas seperti apa posisi utang piutang dalam kasus ini.

"Kan mereka ini bertiga mendatangi si yang punya hutang itu, ya mungkin si anu kalap, si oknum ini, ya kawannya sendiri ditembak sendiri mati, dia akhirnya nembak diri juga. Ya belum jelas apakah dia itu hanya tukang tagih, apakah dia ikut nagih, apakah dia sendiri yang dihutangi belum jelas," jelasnya.

Jenazah ketiga korban dan Serka Candra saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bunda Kota Prabumulih dan RSUD Kota Prabumulih untuk dilakukan visum. Polres Prabumulih beserta Subdenpom Prabumulih sedang melakukan penyelidikan bersama.dtc/ir



Lainnya
Pemkab Kampar Ta'ziah dan Berikan Santunan Ahli Waris Salman Alfarisi
Pemkab Kampar Ta'ziah dan Berikan Santunan Ahli Waris Salman Alfarisi
Dua Minggu Direndam Banjir, Masyarakat Bonai Darussalam
Pimpinan dan Anggota 4 Komisi di DPRD Kepri Disahkan
Menanti Terobosan Dari FK LPM Bukit Raya
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingg
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pili
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad