Tradisi Buat Lemang Di Minang Makin Ditinggal

Mawardi Tombang
Rabu, 21 Agustus 2019 10:00:19
Pembuatan Lemang (Antara Sumbar/ Iya Permatasari)

Padang,KANALSUMATERA.com (ANTARA) - Tradisi membuat lemang yang merupakan makanan khas dikalangan masyarakat Minang Kabau, Provinsi Sumatera Barat makin ditinggal disebabkan proses pembuatannya yang rumit dan menyita banyak waktu.

"Lemang yang terbuat dari ketan putih maupun hitam biasanya dibuat oleh ibu ibu untuk diantarkan ke rumah mertua atau biasa disebut 'manjalang mintuo', dan kini untuk ke kepraktisan banyak ibu-ibu membeli yang sudah jadi dari pedagang," ujar Ny Masir, warga Lubuk Minturun Padang, baru-baru ini.

Bagi sebagian masyarakat Minang membuat lemang selain rumit juga memerlukan waktu yang lama sementara hasilnya belum tentu seenak yang dijual pedagang.

Lemang menjadi makanan favorit waktu hari raya masyarakat minangkabau apalagi kalau makannya ditemani dengan tape dan pisang. Tidak hanya lemang ketan ada juga lemang dari gula aren dan rasanya tak kalah enak dengan lemang ketan.

Bahan untuk membuat lemang tidak susah untuk dicari hanya perlu menyiapkan bambu sebagai bahan utama dan daun pisang untuk membuat lemang dan langkah-langkah membuat lemang juga mudah hanya saja perapiannya harus tetap stabil agar lemang tidak mentah dan hasilnya bagus proses perapian ini yang lama dan membutuhkan kesabaran.

"Matangnya lama dan apinya harus stabil tidak boleh terlalu kecil dan besar,proses ini menyita waktu 4 sampai 6 jam "ujar Eli yang sesekali membuat lemang. (*)

Lainnya
Resmi Jadi Advokat, Ida Yulita Susanti: Profesi Advokat Sangat Mulia
Resmi Jadi Advokat, Ida Yulita Susanti: Profesi Advokat Sangat Mulia
Bupati Afrizal Pimpin Rapat Manasik Haji Bersama Dinas
TPID Pekanbaru Prediksi Harga Sembako Stabil Meski Mudi
Insiden Ambulans Tabrak Bengkel di Punggur, Polisi: Bel
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p