Terkendala Anggaran, Jembatan Batam-Bintan Batal
Kanalsuametara.com - Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) yang ditargetkan dimulai tahun 2019 ini kembali ditunda.
"Kemungkinan baru terealisasi di tahun 2020," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Abu Bakar di Tanjungpinang, Jumat (8/2).
Abu mengatakan molornya pembangunan jembatan tersebut, dikarenakan pemerintah pusat memerlukan banyak waktu untuk mematangkan perencanaan pembangunan jembatan yang nantinya bakal menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Selain itu, nilai anggaran yang tergolong cukup besar juga menjadi penyebab batalnya pembangunan jembatan yang diprediksi memiliki panjang 7 kilometer itu pada tahun ini.
Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
"Pusat juga masih berpikir apakah proyek ini menggunakan dana APBN, atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)," imbuhnya
Terpisah, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun seperti yang diberitakan Antara menyatakan, pada tahun ini pemerintah pusat masih fokus untuk merubah Detail Engineering Design (DED) pembangunan tersebut.
Berdasarkan DED yang telah disiapkan Pemprov Kepri itu, pembangunan jembatan Babin ditaksir menghabiskan dana sekitar Rp3,5 triliun, jauh lebih rendah jika dibanding DED awal, dengan estimasi anggaran sebesar Rp7 triliun.
"Mudah-mudahan tahun ini selesai direvisi, dan 2020 mulai dibangun" tuturnya.
Baca: PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
Nurdin turut menyampaikan pada dasarnya Presiden Joko Widodo telah merestui pembangunan Jembatan Batam-Bintan.
"Sudah dibicarakan langsung dengan Pak Presiden Joko Widodo dan ditindaklanjuti oleh nenteri terkait lainnya," tuturnya. Kso
