Kembangkan Nagoya Walkable City, Berikut Tahapan yang Dibentuk BP Batam

Mawardi Tombang
Minggu, 4 Januari 2026 07:02:32

KANALSUMATERA.com - Batam - Badan Pengelola (BP) Batam akan menyulap kawasan Nagoya sebagai kawasan Walkable City, yaitu kawasan yang ramah pejalan kaki. Dengan harapan Walkable City menjadi penopang wisata Nagoya.


Untuk eksekusi Nagoya Walkable City ini, ada beberapa tahapan yang dirancang oleh BP Batam. Fase pertama, fokus utama BP Batam adalah menciptakan crowd gathered, yakni menghidupkan kawasan dengan menghadirkan keramaian terlebih dahulu. Momentum dua agenda besar, Imlek dan Idulfitri, akan dimanfaatkan untuk menarik kunjungan masyarakat agar aktivitas ekonomi dan sosial di sepanjang Nagoya Heritage mulai bergerak.

“Pada tahap awal ini belum ada pembangunan fisik besar. Fokusnya adalah membangun kebiasaan baru masyarakat untuk datang, berkuliner, dan berbelanja melalui berbagai kegiatan dan event,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, Sabtu (3/1/2026).

Setelah kawasan mulai hidup, BP Batam akan melakukan pembenahan secara bertahap dan organik. Seiring meningkatnya kunjungan, ia mengharapkan para pemilik toko dan pelaku usaha terdorong untuk melakukan renovasi, mempercantik tempat usaha, serta berinovasi secara mandiri. Penataan lanjutan akan dilakukan secara perlahan mengikuti perkembangan kawasan.

Baca: Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir di RUU Daerah Kepulauan

BP Batam juga akan mendata seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di Nagoya. Hingga sekarang
jumlah PKL yang terlibat dalam pengembangan kawasan ini masih dalam proses pendataan. Untuk itu, BP Batam telah menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) yang menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut dan siap membantu penyediaan data PKL.

Selain itu, peluang kerja sama juga dibuka dengan pihak perbankan, salah satunya Bank BRI yang dikenal sebagai bank pendukung UMKM. Meski masih dalam tahap diskusi dan perumusan konsep, respons dari BRI dinilai positif dan pihak perbankan tersebut turut serta dalam survei lapangan.

Dalam peninjauan lapangan, seluruh area dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Survei ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur BP Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim), hingga pengembang kawasan. Bersama-sama, mereka mengidentifikasi sejumlah persoalan, seperti fasilitas penyeberangan yang belum nyaman, kondisi pedestrian yang rusak, serta sistem drainase yang belum memadai.

“Hasil survei ini akan menjadi dasar penentuan langkah perbaikan ke depan. Penataan yang dilakukan bukan untuk menertibkan atau menggusur, tetapi merapikan dan memperbaiki kondisi yang sudah ada,” kata Mouris.

Baca: Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Kampar Perkuat Pengendalian Inflasi Daerah

Ia bilang, penataan juga mencakup peningkatan kualitas kios serta pembaruan sistem pendukung, termasuk metode pembayaran yang saat ini masih banyak dilakukan secara manual.

Dengan konsep penataan bertahap dan kolaboratif, dia berharap Nagoya Heritage dapat tumbuh menjadi kawasan wisata perkotaan yang hidup, inklusif, serta mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Pengembangan kawasan direncanakan membentang dari Harbour Bay hingga kawasan Pakuwon, dengan panjang area pedestrian total sekitar 4,7 kilometer. Kawasan Nagoya akan diarahkan sebagai walkable city, yaitu areal ramah pejalan kaki yang nyaman, tertata, dan berorientasi pada aktivitas wisata serta ekonomi kreatif. (*)

Terkait
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam
Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tam
Nelayan Asal Nongsa Batam Hilang di Perairan Bengkalis,
Lainnya
Riau Dapat DAK Fisik Rp971,5 Miliar, namun Belum Disalurkan
Riau Dapat DAK Fisik Rp971,5 Miliar, namun Belum Disalurkan
Tahun 2020, UMK Pekanbaru Ditetapkan Rp2,9 Juta
Pagi Ini 1.278 Titik Panas Terpantau di Sumatera
Selama Ramadhan, Turis di Sabang Dilarang Makan di Temp
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Olahraga
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali dan Dominasi Persaingan
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali dan Dominasi Persaingan
Senam bersama DPC PKS Tuah Madani, Hendry Munief Ajak W
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat
Daerah
Pemprov Riau Tancap Gas Genjot PAD, Strategi Konkret Disiapkan Dongkrak Pendapatan Daerah
Pemprov Riau Tancap Gas Genjot PAD, Strategi Konkret Disiapkan Dongkrak Pendapatan Daerah
Taruna Akmil Asal Riau Temui Plt Gubernur, Tegaskan Sia
Pemko Pekanbaru Siapkan Tenda Representatif bagi PKL St
Hukum
KPK Dalami Korupsi PUPR Riau, Enam Saksi Kembali Diperiksa
KPK Dalami Korupsi PUPR Riau, Enam Saksi Kembali Diperiksa
Polda Riau Bongkar Kuburan Sabu 7 Kilogram di Kebun Saw
KPK Periksa Plt Gubernur Riau hingga Anggota DPRD, Peny
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Lifestyle
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker dan Jantung
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Tolak Status UMKM, Serikat Ojol Desak Pemerintah Akui D