BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilayah Pengembangan Pariwisata
KANALSUMATERA.com - Batam - Badan Pengelola (BP) Batam melakukan survei pengembangan dan pembangunan kawasan pedestrian di Nagoya. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, bersama jajaran BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, serta melibatkan sejumlah pengusaha dan perwakilan perbankan.
Survei yang dilakukan pada Jumat (2/1/2026) ini merupakan bagian dari langkah awal penataan kawasan Nagoya yang ditetapkan sebagai salah satu dari lima Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP) yang tengah digarap BP Batam. Peninjauan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi eksisting kawasan sebelum perencanaan penataan dilakukan secara lebih komprehensif.
“Kegiatan hari ini dilakukan dalam rangka survei lokasi. Nagoya Heritage dan New Nagoya merupakan salah satu dari lima WPP yang sedang kita garap. Survei ini menjadi langkah awal untuk melihat langsung kondisi lapangan,” kata Mouris sebagaimana dikutip dari Batampos.
Mouris menjelaskan, pengembangan kawasan direncanakan membentang dari Harbour Bay hingga kawasan Pakuwon, dengan panjang area pedestrian total sekitar 4,7 kilometer. Kawasan Nagoya akan diarahkan sebagai walkable city, yaitu areal ramah pejalan kaki yang nyaman, tertata, dan berorientasi pada aktivitas wisata serta ekonomi kreatif.
“Nagoya Heritage akan kita posisikan sebagai destinasi wisata baru di Kota Batam,” tegas Mouris.
Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
Pengembangan kawasan tidak hanya difokuskan pada kepentingan pengusaha besar, tetapi juga memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM. Penataan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan ulang tampilan kawasan, perbaikan kios, hingga pembenahan sistem pengelolaan.
Untuk selanjutnya, kawasan Nagoya Heritage direncanakan memiliki pengelola kawasan tersendiri untuk memastikan keberlanjutan penataan dan pengelolaan lingkungan. Dari sisi infrastruktur, pedestrian akan dirapikan dan ditingkatkan kualitasnya.
Selain itu, akan disiapkan kantong-kantong parkir, perbaikan sistem lalu lintas, serta penetapan zona tertentu yang dikhususkan bagi pejalan kaki tanpa akses kendaraan bermotor.
Terkait anggaran, proyek ini dirancang menggunakan konsep kerja sama atau gotong royong yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari BP Batam, Pemko Batam, pelaku usaha, hingga asosiasi terkait.
