Selain Bantu UMKM, Hendry Munief Dorong Pelaku Industri Kembangkan Industri Halal

Mawardi Tombang Amar
Kamis, 27 Agustus 2026 09:31:46
Hendry Munief

KANALSUMATERA.com - TANGERANG — Saat kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dari Anggota Komisi VII DPR RI H. Hendry Munief, M.B.A.

Kunjungan lapangan yang berlangsung 24–26 Agustus 2026 tersebut dilakukan untuk menggali kondisi nyata kawasan industri sekaligus mendapatkan masukan bagi penyempurnaan RUU Kawasan Industri.

Salah satu perhatian utama Hendry adalah penguatan peran industri besar dalam mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan industri bisa naik kelas.

Menurutnya, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan perlu diarahkan dari pola bantuan konsumtif menjadi bantuan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Baca: Mobil Pajak Keliling Hadir di Kelurahan Sialangmunggu Pekanbaru, Warga RW 07 Antusias Bayar PBB

“Jangan sampai TJSL hanya berhenti pada bantuan konsumtif seperti sembako. Kita ingin TJSL diarahkan menjadi bantuan produktif, sehingga IKM dan UMKM bisa naik kelas, dari usaha mikro menjadi usaha kecil, dan usaha kecil menjadi usaha menengah,” ujar Hendry.

Ia menilai keberadaan kawasan industri harus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Karena itu, hubungan antara perusahaan industri dengan pelaku IKM dan UMKM perlu diperkuat melalui pembinaan, peningkatan kapasitas, akses pasar, maupun dukungan lainnya yang mampu meningkatkan skala usaha.

Selain pemberdayaan IKM dan UMKM, Hendry juga memberikan perhatian pada pengembangan industri halal di kawasan industri.

Dalam pengujian di Cikupa Mas, pihaknya menggali apakah terdapat tenant yang bergerak di sektor industri berbasis halal, seperti pangan, kosmetik dan farmasi.

Baca: Delapan OPD Riau Borong Penghargaan Kearsipan, Bapenda Masuk Jajaran Terbaik 2026

“Pertanyaannya, apakah ada tenant di Cikupa Mas yang bergerak di sektor industri berbasis halal, seperti pangan, kosmetik atau farmasi? Kemudian, apakah pengelola memiliki minat mengajukan status Kawasan Industri Halal jika insentif dan kepastian regulasinya diperkuat dalam RUU ini,” katanya.

Menurut Hendry, pertanyaan tersebut penting untuk melihat kebutuhan riil di lapangan sebelum penguatan Kawasan Industri Halal dituangkan dalam regulasi.

Selain itu, Hendry juga meminta masukan konkret dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan pengelola Kawasan Industri Cikupa Mas untuk menjadi bahan Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri.

“Yang tidak kalah penting, kami ingin mendapatkan usulan konkret dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Kawasan Industri Cikupa untuk Panja RUU Kawasan Industri. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan di lapangan harus menjadi bagian dari penyempurnaan regulasi,” jelasnya.

Baca: Banggar DPRD Bengkalis dan TAPD Lanjutkan Pembahasan Pertanggungjawaban APBD 2025

Hendry menegaskan, kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar melihat aktivitas industri, tetapi menjadi bagian dari proses memastikan RUU Kawasan Industri benar-benar menjawab kebutuhan dunia usaha, pemerintah daerah, serta masyarakat di sekitar kawasan industri.

Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memberikan kepastian bagi perusahaan industri, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem yang mendorong pertumbuhan IKM dan UMKM, memperkuat industri halal, serta meningkatkan manfaat keberadaan kawasan industri bagi perekonomian daerah.



Terkait
Bea Cukai Pekanbaru Didesak Ungkap Aktor Utama Peredaran Rokok Ilegal
Bea Cukai Pekanbaru Didesak Ungkap Aktor Utama Peredaran Rokok Ilegal
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027: Wujudkan Perenca
Di Tanjung Belit, Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Ko
Ahmad Yuzar: Pra Musrenbang RKPD 2027 Wujudkan Perenca
Lainnya
Plt Gubernur Riau Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Tenggelamnya Kapal Pompong di Tanjung Buton
Plt Gubernur Riau Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Tenggelamnya Kapal Pompong di Tanjung Buton
Syahrul Aidi Sosialisasi Empat Pilar di Kampa, Tekankan
KPU RI Lantik Lima Komisioner KPU Kampar
Polda Kepri Bakal Canangkan Pemohon SIM Wajib Tes Kejiw
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Politik
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2