Bea Cukai Pekanbaru Didesak Ungkap Aktor Utama Peredaran Rokok Ilegal
KANALSUMATERA.com - Bangkinang – Desakan agar peredaran rokok ilegal di Kota Pekanbaru diberantas hingga ke akar-akarnya terus menguat. Gerakan Mahasiswa Menggugat Riau (Gemari) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bea Cukai Pekanbaru, Selasa, (09/06/2026)
Aksi yang berlangsung tertib itu diwarnai dengan berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai. Salah satu spanduk yang menarik perhatian bertuliskan, “Bea Cukai Pekanbaru Jangan Tutup Mata atas Peredaran Rokok Ilegal.”
Dalam orasinya, salah seorang peserta aksi, Hilmi, menegaskan bahwa upaya penindakan tidak boleh berhenti pada pedagang kecil atau pengecer semata. Menurutnya, aparat penegak hukum harus fokus membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk pihak-pihak yang berperan sebagai pengendali distribusi.
Baca: Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Selama Empat Belas Hari
"Aparat segera menangkap para pelaku dan aktor utama yang berada di balik jaringan distribusi rokok ilegal," desak Hilmi di tengah kerumunan massa.
Mahasiswa menilai peredaran rokok ilegal di Pekanbaru telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Karena itu, mereka meminta aparat terkait memperluas operasi penindakan secara sistematis dan berkelanjutan guna memutus mata rantai distribusi barang ilegal tersebut.
Baca: Dolar AS Menguat, KAMMI Ibnu Batutah UNRI Peringatkan Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat Riau
Koordinator Lapangan Gemari, Ahmad Rosidin, menyoroti potensi kerugian negara dan keuntungan besar yang diduga dinikmati oleh oknum-oknum tertentu akibat lemahnya pengawasan. Ia meminta pemerintah dan aparat terkait mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Aparat terkait harus mengusut persoalan ini hingga ke akar permasalahan, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari bisnis ilegal tersebut," jelas Ahmad Rosidin.
Selain merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, peredaran rokok ilegal juga dinilai berdampak negatif terhadap dunia usaha. Massa aksi menilai kondisi tersebut dapat menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat serta mengganggu iklim investasi bagi pelaku usaha yang selama ini taat terhadap aturan dan kewajiban perpajakan.
Baca: Di Balik Penunjukan Plt. Kadiskes Kampar: Antara Pengunduran Diri dan Komitmen Pelayanan Publik
Ariansah Siregar yang turut mengawal jalannya aksi menyampaikan bahwa peredaran rokok tanpa cukai di sejumlah wilayah Pekanbaru harus segera dihentikan sebelum semakin meluas."Harus menjadi perhatian serius karena berpotensi menggerus kewibawaan hukum dan merugikan pelaku usaha yang menjalankan aktivitas secara legal," sambung Ariansah Siregar.
Aksi demonstrasi tersebut akhirnya mendapat respons dari pihak Bea Cukai Pekanbaru. Perwakilan kantor wilayah setempat, Kepala Seksi Informasi Bea Cukai Pekanbaru Agus Marzuki, menemui massa untuk menerima aspirasi sekaligus memberikan penjelasan terkait tindak lanjut yang akan dilakukan.
Baca: Kadis PUPR Kampar Bantah Masjid Islamic Center Bangkinang Bocor Usai Direnovasi: Dari Drain AC!
"Seluruh tuntutan akan diteruskan kepada pimpinan untuk menjadi bahan perhatian dan evaluasi internal," ungkap Agus Marzuki yang berkomitmen membawa masukan ini ke meja rapat pimpinan.(SM)
