Misteri Kematian Dokter PPDS Unri di Siak Terungkap, Polisi Ungkap Hasil Forensik dan CCTV
KANALSUMATERA.com - SIAK – Kepolisian Resor (Polres) Siak mengungkap hasil penyelidikan atas meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Riau yang ditemukan meninggal dunia di area kosong di samping pagar Rumah Sakit Tengku Rafi'an Siak pada 14 Juli 2026. Selasa (04/08/2026).
Hasil penyelidikan yang disampaikan dalam konferensi pers di Mapolres Siak, menyebutkan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan forensik, analisis laboratorium, hingga penelusuran rekaman kamera pengawas telah rampung dilakukan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, berdasarkan seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik belum menemukan adanya indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. Kesimpulan sementara penyelidikan mengarah pada dugaan bunuh diri.
Baca: Percepat Imunisasi dan Tuntaskan Zero Dose, Dinkes Kampar-PKK Perkuat Sinergi di XIII Koto Kampar
"Hasil pemeriksaan forensik telah kami terima. Dari seluruh rangkaian penyelidikan yang dilakukan, sampai saat ini belum ditemukan keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut," ujar AKBP Sepuh.
Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa sejumlah rekaman CCTV dari berbagai titik, mulai dari lingkungan Rumah Sakit Tengku Rafi'an, sekolah di sekitar lokasi kejadian, hingga jalur yang diduga dilalui korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca: Capaian Imunisasi Riau Masuk Papan Atas Nasional, Kesadaran Masyarakat Terus Meningkat
Dari hasil analisis rekaman tersebut, penyidik tidak menemukan adanya orang lain yang mendampingi maupun mengikuti korban menuju lokasi kejadian.
"Dari rekaman CCTV yang telah kami kumpulkan, korban terlihat berjalan sendiri menuju lokasi. Hingga saat ini belum ditemukan adanya pihak lain yang mengikuti korban ke lokasi tersebut," katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengungkapkan bahwa penyelidikan juga menemukan dugaan adanya tekanan psikologis yang dialami korban. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan utang pinjaman daring atau pinjaman online.
Baca: DPRD Riau Terima Audiensi BEM UNRI dan UIN Suska: Soroti Isu ODOL, BBM hingga Mafia Tanah
"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, korban diduga mengalami depresi akibat persoalan pinjaman online. Informasi tersebut juga telah diketahui oleh istrinya," ujar AKP Raja Kosmos.
Ia menjelaskan, rekaman CCTV baik dari Rumah Sakit Tengku Rafi'an maupun kamera pengawas di sekitar lokasi menunjukkan korban datang seorang diri ke tempat kejadian tanpa didampingi orang lain.
Baca: Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh kesimpulan yang disampaikan mengacu pada hasil pemeriksaan forensik, alat bukti, analisis rekaman CCTV, serta keterangan para saksi yang telah diperiksa selama proses penyelidikan berlangsung.
Polres Siak memastikan penanganan kasus ini dilakukan sesuai prosedur hukum dengan mengedepankan prinsip objektivitas agar seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian dr. Alex Cristo Loris dapat terungkap secara menyeluruh. (SM)
