Percantik Kawasan Belakangpadang, DLH Batam Gesa Revitalisasi Tempat Pembuangan Sampahnya
KANALSUMATERA.com - Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus meningkatkan layanan persampahan bagi warganya. Tidak hanya di mainland (pulau utama) Batam, peningkatan layanan juga dilakukan hingga hinterland (pulau penyangga)-nya.
Mewujudkan ini, DLH terus memperkuat koordinasi dengan satker atau institusi terkait. Tak terkecuali instansi pemerintah pusat. Seperti pada tahun 2021 ini, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Belakangpadang bakal direvitalisasi. Dana revitalisasi berasal dari Kementerian PUPR senilai Rp 3,8 miliar.
"Mudah-mudahan membawa manfaat bagi Kota Batam," ucap Kepala DLH Batam Herman Rozie saat ditemui pada Rabu (17/2/2021) pagi.
Herman Rozie menyebutkan, revitalisasi TPST ini diikuti harapan untuk mencegah aktivitas buang sampah di laut yang akhirnya membuat laut tercemar. Terlebih jika sampah tersebut sampah sulit terurai seperti plastik dan styrofoam.
"Apalagi kita ketahui, Belakangpadang merupakan daerah pariwisata. Pulau ini bersejarah yang sering dikunjungi wisatawan mancanegara," tambah pria tamatan STPDN ini.
Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang
Menurutnya, KemenPUPR saat ini sudah menandatangani kontrak. Selanjutnya DLH Kota Batam menyiapkan rencana pemindahan sampah dari lokasi eksisting ke TPA Punggur. Terkait hal ini, DLH selanjutnya mengajukan izin membawa alat berat yang akan dibawa ke Belakangpadang ke Kantor Beacukai. Untuk diketahui, Belakangpadang tidak termasuk dalam FTZ. Sampah dari sana nanti akan dibawa ke Telaga Punggur menggunakan moda laut.
"Setelah lokasi sekarang bersih, pengerjaan langsung dilakukan dan perlu waktu hingga 3 sampai empat bulan hingga selesai," papar dia.
Revitalisasi TPST ini telah diajukan pada 2020 lalu. Pemko Batam melalui DLH Batam terus berkoordinasi dengan berbagai stakeholder, koordinasi semacam ini juga dilakukan tahun-tahun sebelumnya. Batam juga pernah dibantu pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur senilai Rp 23 miliar.
"Tahun 2020, dari dana DAK pariwisata juga kita dibantu alat berat, pick up dan lainnya dengan nilai Rp 7 miliar," imbuhnya. ***
