Debit Air Tinggi, Ini Imbauan Saat Balimau Kasai di Kampar
KANALSUMATERA.com - Debit air masuk (inflow) Waduk PLTA Koto Panjang masih tinggi. Pemkab Kampar belum tentukan sikap soal Tradisi Balimau Kasai.
Tradisi ini menyemarakkan penyambutan bulan Ramadan. Puncak pelaksanakan kegiatan Keagamaan di Kampar ini dijadwalkan pada Rabu (22/3/2023).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Agustar mengatakan, aliran Sungai Kampar masih fluktuatif. Berbeda dengan sungai di wilayah Kampar Kiri, debit air sudah turun.
"Aliran Sungai Kampar ini yang masih naik turun. Ini karena air yang masuk ke waduk (Koto Panjang) masih besar," ungkap Agustar kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (19/3/2023).
Menurut dia, curah hujan di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat kawasan hulu waduk masih tinggi. Sehingga debit air masuk (inflow) juga tinggi. Otomatis debit air keluar (outflow) pun tinggi. Ia berharap, pihak pengelola Waduk PLTA Koto Panjang tidak sampai membuka pintu limpahan (spillway gate). Sehingga debit Sungai Kampar tidak melonjak. Agustar mengatakan, tradisi Balimau Kasai di aliran sungai tidak mungkin dilarang. Tetapi BPBD mengingatkan agar masyarakat selalu waspada. "Jangan mandi di air yang dalam dan arus yang deras," pintanya.
Baca: Syahrul Aidi Kunker ke Yonif 132/Bima Sakti, Dorong TNI Makin Dekat dengan Rakyat
Ia menyatakan, BPBD telah menyiagakan Tim Rescue di titik-titik pelaksanaan Balimau Kasai.
"Ada penyelenggara (Balimau Kasai) yang minta izin ke kita. Jadi, kita siagakan perahu rescue," kata Agustar.
Ia mebambahkan, pihaknya terus memantau fluktuasi elevasi waduk dan aliran sungai. Kebijakan terkait kewaspadaan tergantung kondisi. Dikatakan dia, kebijakan untuk meniadakan kegiatan Balimau Kasai di sungai bisa saja diambil apabila terjadi lonjakan debit air yang sangat besar.
"Untuk sekarang, kita mengimbau agar tetap waspada. Balimau Kasai di sungai adalah kegiatan keagamaan yang nggak mungkin kita larang," tandas Agustar.
Imbauan melarang aktivitas di perairan hanya diberlakukan bagi sektor pariwisata. Sebab pengunjung dari luar kota, dikhawatirkan tidak bisa beradaptasi dengan kondisi sungai dan ini amat berisiko.
Baca: Bupati Kampar Berharap Sungai Kampar dapat Menjadi Gerbong Penarik Ekonomi Daerah
Sementara itu, Manajer Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Cecep Sofhan Munawar menyebutkan, terdapat tren kenaikan inflow pada Minggu (19/3/2023). Pada pukul 10.00 WIB, inflow tercatat di angka 286,7 meter kubik per detik (m⊃3;/s). Seimbang dengan outflow melalui tiga pintu turbin pembangkit yaitu, 286,7 m⊃3;/s juga.
"Ada sedikit (tren kenaikan inflow)," katanya. Sementara tinggi elevasi naik tipis dari hari sebelumnya. Tinggi elevasi naik 1 centimeter menjadi 81,60 meter di atas permukaan laut (MdPL).
Pintu limpahan belum dibuka. Pembukaan pintu limpahan baru akan dilakukan apabila elevasi 82,50 MdPL dan inflow di atas 1.000 m⊃3;/s di saat bersamaan. *
