Nilai Ekspor Kepri Menurun Hingga September 2019

Mawardi Tombang
Rabu, 16 Oktober 2019 13:23:33
Aktivitas di Pelabuhan Batuampar, Batam.

Tanjungpinang, KANALSUMATERA.com - Total kumulatif nilai ekspor Kepri hingga akhir September 2019 mencapai US$ 9.153,72 juta, sedangkan total impor kumulatif hingga September 2019 Kepri sebesar US$ 7.235,79 juta.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kepri Rahmad Iswanto mengatakan, bila dibanding dengan total ekspor kumulatif Januari-September 2018 lalu ekspor Kepri mengalami penurunan.

"Penurunan itu dari sebelumnya sebesar US$ 9.485,85 juta pada 2018 lalu, menjadi US$ 9.153,72 juta pada tahun 2019 ini," katanya di Tanjungpinang, Rabu (16/10/2019).

Turunnya nilai ekspor Januari-September 2019 ini jelasnya, disebabkan turunnya nilai ekspor kumulatif disektor nonmigas yang hanya mencapai sebesar 12,17 persen.

Namun diterangkan Rahmad, bila dilihat untuk ekspor Provinsi Kepri pada bulan September 2019 dibanding Agustus naik sebesar 8,16 persen.

Baca: BNN Dorong Larangan Total Vape, Modus Narkotika Cair Kian Mengkhawatirkan

"Dimana dari capaian sebelumnya sebesar US$ 1.020,03 juta menjadi US$ 1.103,24 juta," ujarnya.

Kenaikan nilai ekspor September 2019 ini lanjutnya, disebabkan naiknya ekspor di sektor migas sebesar 15,94 persen dan nonmigas 6,36 persen.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Kepri mengalami kenaikan sebesar 9,45 persen, yaitu dari US$ 1.007,96 juta menjadi US$ 1.103,24 juta.

"Kenaikan nilai ekspor September 2019 dibanding September 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor nonmigas sebesar 18,97 persen," ujarnya.

Sementara itu tambahnya untuk total impor kumulatif bulan Januari hingga September 2019 di Kepri mencapai sebesar US$ 7.235,79 juta.

Baca: Kunker ke Kepri, Hendry Munief Harapkan Konsep Ekonomi Biru Dapat Diakomodir di RUU Daerah Kepulauan

"Jika dibanding dengan total impor kumulatif Januari-September 2018 lalu mengalami penurunan sebesar 13,17 persen, yaitu dari US$ 8.333,1 juta menjadi US$ 7.235,79 juta," ujarnya.

Ia menerangkan, turunnya impor Januari-September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan turunnya impor kumulatif komoditas migas sebesar 26,60 persen dan komoditas nonmigas sebesar 10,10 persen.

Namun lanjutnya bila dilihat nilai impor pada September 2019 yang mencapai US$ 962,69 juta, terdiri dari impor migas sebesar US$ 122,86 juta dan impor nonmigas sebesar US$ 839,82 juta, mengalami kenaikan sebesar 7,90 persen dibanding Agustus 2019 lalu.

"Kenaikan nilai impor tersebut disebabkan oleh kenaikan nilai impor sektor nonmigas sebesar 15,46 persen. Sedangkan untuk sektor migas mengalami penurunan sebesar 25,46 persen," ujarnya.

Ia juga menerangkan, komoditi impor terbesar di Kepri pada bulan Januari-September 2019 adalah hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar US$ 5.948,76 juta dan memiliki peran 82,21 persen dari total nilai impor.

Baca: BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Kepri hingga 7 Februari: Termasuk Tanjung Pinang

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, impor Kepri mengalami kenaikan sebesar 120,96 persen, yaitu dari US$ 435,68 juta menjadi US$ 962,69 juta.

"Kenaikan nilai impor September 2019 dibanding September 2018 disebabkan oleh naiknya impor sektor nonmigas sebesar 229,48 persen, sedangkan sektor migas turun sebesar 32,04 persen," katanya.



Terkait
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
PGN Gesa Pemasangan 10.000 Jargas Rumah Tangga di Batam, Untuk Tahap Awal 3 Kecamatan ini
Tim Rescue Pos SAR Batam Gercep.... Cari Awak Kapal Tam
Kembangkan Nagoya Walkable City, Berikut Tahapan yang D
BP Batam Kembangkan Nagoya Walkable City, Topang Wilaya
Lainnya
Anak Warganya Menderita Jantung Bocor, Lurah Sidomulyo Barat Pekanbaru Salurkan Bantuan
Anak Warganya Menderita Jantung Bocor, Lurah Sidomulyo Barat Pekanbaru Salurkan Bantuan
Camat Kulim Ajak Ketua LPM, Forum RT/RW Bersinergi Deng
Pemerintah Buka Pintu Masuk Untuk Wisatawan Mancanegara
UAS Akan Resmikan Pusat Kajian Mazhab Syafi'i di Padang
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
Jokowi Sebut Polemik Ijazah Dirinya dan Gibran sebagai Operasi Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqi
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I