Menteri LH dan Kapolda Riau Dorong Keadilan Ekologis di Pekan Rakyat Lingkungan Hidup

Kanama
Jumat, 21 Agustus 2026 17:06:31

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Upaya memperkuat perlindungan lingkungan dan pemulihan ekosistem di Riau mendapat perhatian dalam Pekan Rakyat Lingkungan Hidup 2026. Forum yang digelar Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi lingkungan, masyarakat adat, dan berbagai kelompok masyarakat. Jumat (21/08/2026).

Pekan Rakyat Lingkungan Hidup mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis” dan berlangsung di Gedung Tenas Effendy, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru. Agenda ini juga menjadi bagian dari Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup WALHI 2026 yang berlangsung hingga 25 Agustus.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat yang membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya memasukkan prinsip keadilan dalam kebijakan lingkungan, termasuk dalam upaya pengendalian perubahan iklim.

Baca: PKL di Sekitar Pasar Senapelan Wajib Angkat Lapak, Pemko Siapkan Lokasi Relokasi

"Misalnya, dalam pembahasan mengenai Undang-Undang Pengendalian Perubahan Iklim, saya berharap undang-undang tersebut tidak hanya berbicara mengenai pengendalian perubahan iklim, tetapi juga memastikan adanya keadilan," kata Jumhur.

Menurut Jumhur, kebijakan lingkungan tidak cukup hanya berorientasi pada pengendalian kerusakan. Aspek keadilan bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan ekologis juga perlu menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan.

Baca: Bunda Literasi Kampar Luncurkan Buku Berlibur ke Candi Muara Takus

"Karena itu, saya ingin mendorong agar prinsip keadilan menjadi bagian penting dalam kebijakan pengendalian perubahan iklim Kalau kita melihat perkembangan pembangunan dunia, termasuk Indonesia, selama ini kita berada dalam fase pembangunan konvensional," imbuhnya.

Soroti Perdagangan Karbon

Jumhur juga menyinggung perkembangan perdagangan karbon yang dinilai memiliki potensi ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar manfaat ekonomi dari pengelolaan lingkungan tidak hanya dinikmati oleh investor atau pihak tertentu.

Baca: DPRD Bengkalis Dorong Disperindag Lakukan Penguatan Data untuk Penambahan Kuota BBM

"Karbon tersebut kemudian memiliki nilai ekonomi dan dapat diperdagangkan melalui pasar karbon Ini merupakan sesuatu yang mungkin dahulu tidak pernah kita bayangkan. Tetapi kemudian muncul pertanyaan penting, margin ekonomi yang besar itu akan dinikmati oleh siapa? Apakah hanya menjadi keuntungan bagi spekulan dan investor? Ataukah masyarakat yang menjaga lingkungan juga mendapatkan manfaat yang adil? Karena itu, sejak awal kita harus mempersiapkan desain kebijakannya," paparnya.

Ia menilai desain kebijakan sejak awal sangat penting agar pemanfaatan sumber daya ekologis memberikan manfaat yang lebih adil bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca: Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Lepas Pawai Milad ke-86 Desa Kotabaru Inhil

Kapolda Riau Dorong Sinergi Lintas Sektor

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turut menilai Pekan Rakyat Lingkungan Hidup sebagai momentum strategis untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menghadapi persoalan ekologis di Riau.

Menurut Herry, kerusakan lingkungan tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan ekologis. Dampaknya dapat meluas hingga menyentuh kehidupan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan aspek keamanan.

Baca: Kampar dan Lima Puluh Kota Perkuat Sinergi, Sepakat Tangani Tambang Emas Ilegal di Perbatasan

Pandangan tersebut sejalan dengan upaya penguatan penanganan persoalan lingkungan di Riau, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Sebelumnya, Polda Riau bersama Forkopimda melakukan pemantauan udara terhadap wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot karhutla untuk memastikan data di lapangan segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.

WALHI Tekankan Hak Masyarakat dan Alam

Baca: Wabup Kampar Hadiri Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Bersama Kapolri Secara Virtual

Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Even Sembiring mengatakan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup menjadi ruang untuk memperkuat gerakan lingkungan sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

“Pertama, WALHI menegaskan posisinya sebagai organisasi terbuka yang dapat berkolaborasi dengan negara dan seluruh elemen masyarakat. Namun, kolaborasi tersebut tidak menghilangkan sikap kritis WALHI dalam mengawal kebijakan dan persoalan lingkungan,” ujar Boy Jerry.

WALHI juga menekankan bahwa perjuangan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan hak masyarakat memperoleh lingkungan yang sehat, tetapi juga menyangkut hak alam atau the rights of nature.

Baca: Kasus HIV di Riau Tembus 11.523, Dinkes Perluas Skrining untuk Percepat Deteksi Dini

Sementara itu, Ketua WALHI Riau Eko Yunanda menyebut forum tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat konsolidasi gerakan lingkungan.

"Ini bukan hanya agenda tahunan saja, tapi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi, dan berjuang bersama untuk kelangsungan lingkungan hidup dan kegiatan sosial lainnya," jelas Eko Yunanda.

Baca: Bupati Kampar Tinjau Kafilah MTQ Kontingen Kabupaten Kampar di Kuantan Singingi

Pekan Rakyat Lingkungan Hidup 2026 diharapkan menghasilkan gagasan yang dapat diterjemahkan menjadi kebijakan nyata, sehingga upaya pemulihan ekosistem di Riau tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam perlindungan lingkungan dan ruang hidup masyarakat. (SM)



Terkait
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik Ardi Mardiansyah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar
Bupati Kampar Ahmad Yuzar Lantik Ardi Mardiansyah sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar
Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2
Pemkab Kampar Matangkan Persiapan Idul Adha 1447 H, Qur
Syahrul Aidi Tinjau Pembangunan Jalan Koto Damai-Suka M
Lainnya
Tempat Parkir Kendaraan Roda Dua di Pekanbaru Bakal Diperbaiki Tahun Ini
Tempat Parkir Kendaraan Roda Dua di Pekanbaru Bakal Diperbaiki Tahun Ini
Terbaik di Bengkalis, UEK Perdana Mandiri Sejahtera Gel
Kabut Asap Sudah Mulai Selimuti Pekanbaru
Longsor dan Banjir Landa Pasaman Barat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria