Ketua Karang Taruna Tambang Minta Usut Tuntas Limbah Di Sungai Kuamang
KANALSUMATERA.com - Kampar - Limbah tak bertuan bukan lagi menjadi permasalahan baru.Pasalnya setiap tahun limbah yang membuat ikan mati dan mencemari lingkungan. Sehingga warga Desa Kemang Indah Dusun Pulau Luas ini tidak bisa lagi memanfaatkan sungai. Dan kejadi ini pada tahun ini kembali lagi terjadi.
Hal itu dikeluhkan oleh pemerintah desa sendiri melalui Sekdesnya Ibnu Hajar di salah satu grup WhatsApp, Senen 11/01/2021. Menurut Sekdes limbah ini setiap tahun pada musim hujan tetap mencemari Sungai Kuamang. Dengan warna air yang kecoklatan tampak berminyak dulunya sudah pernah diinvestigasi oleh pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar. Namun ketika itu dijanjikan menunggu hasil laboratorium.
Terkait permasalahan ini Camat Tambang Drs Abukari Mpd Msi mengajak masyarakat dan seluruh komponen untuk langsung meninjau ke lokasi.
"Saya akan tindak tegas jika ini terbukti limbah dari salah satu perusahaan sawit yang ada di aliran sungai tersebut" katanya.
Baca: Hendry Munief Dorong Pariwisata Rohul Mendunia: Bentuls Komunitas Digital dan Viralkan Kontennya
Sementara itu Hendri Kampay selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambang kepada awak media mengatakan bahwa dulu hal serupa juga terjadi bahkan pihak perusahaan sampai komplain dan membantah kalau limbah itu bukan milik perusahaannya.
"Kita minta pemerintah serius dalam menangani masalah ini karena menyangkut kehidupan ekosistem dan manusia yang memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan. Dan pemerintah desa jangan melongo saja. Sampaikan keluhan itu ke pemerintah tingkat kecamatan, hingga kabupaten agar ada tindak lanjut." tegasnya.
Kampar - Limbah tak bertuan bukan lagi menjadi permasalahan baru.Pasalnya setiap tahun limbah yang membuat ikan mati dan mencemari lingkungan. Sehingga warga Desa Kemang Indah Dusun Pulau Luas ini tidak bisa lagi memanfaatkan sungai. Dan kejadi ini pada tahun ini kembali lagi terjadi.
Hal itu dikeluhkan oleh pemerintah desa sendiri melalui Sekdesnya Ibnu Hajar di salah satu grup WhatsApp, Senen 11/01/2021. Menurut Sekdes limbah ini setiap tahun pada musim hujan tetap mencemari Sungai Kuamang. Dengan warna air yang kecoklatan tampak berminyak dulunya sudah pernah diinvestigasi oleh pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar. Namun ketika itu dijanjikan menunggu hasil laboratorium.
Baca: Penyegaran Organisasi, Dinkes Kampar Gelar Sertijab Kabid Yankes dan Kabid SDK
Terkait permasalahan ini Camat Tambang Drs Abukari Mpd Msi mengajak masyarakat dan seluruh komponen untuk langsung meninjau ke lokasi.
"Saya akan tindak tegas jika ini terbukti limbah dari salah satu perusahaan sawit yang ada di aliran sungai tersebut" katanya.
Sementara itu Hendri Kampay selaku Ketua Karang Taruna Kecamatan Tambang kepada awak media mengatakan bahwa dulu hal serupa juga terjadi bahkan pihak perusahaan sampai komplain dan membantah kalau limbah itu bukan milik perusahaannya.
"Kita minta pemerintah serius dalam menangani masalah ini karena menyangkut kehidupan ekosistem dan manusia yang memanfaatkan sungai sebagai sumber kehidupan. Dan pemerintah desa jangan melongo saja. Sampaikan keluhan itu ke pemerintah tingkat kecamatan, hingga kabupaten agar ada tindak lanjut." tegasnya.
