Kerugian Akibat Kabut Asap di Riau Diperkirakan Rp50 Triliun

Mawardi Tombang
Jumat, 20 September 2019 09:39:10
Kondisi kabut asap di Riau, pada Jumat (20/9/2019).

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU - Kerugian materil akibat kabut asap di Riau diperkirakan mencapai Rp50 triliun. Kerugian itu disebabkan terganggunya aktivitas perdagangan, jasa, kuliner, perkebunan, dan kerugian waktu delay dari aktivitas penerbangan. Selain itu juga ada kerugian non materil berupa kesehatan warga yang terganggu.

Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup, Universitas Riau Dr Suwondo MS memperkirakan kerugian Riau itu dihitung sejak beberapa bulan terakhir. "Kerugian sebesar Rp50 triliun itu berasal dari terganggunya aktivitas perdagangan, jasa, kuliner, perkebunan, dan kerugian waktu delay dari aktivitas penerbangan," kata Suwondo di Pekanbaru, Kamis (19/9/2019).

Suwondo mengatakan dampak asap karhutla tersebut telah memicu kerugian ganda, untuk semua sektor kehidupan, ekonomi, sosial, ekologi, pertanian dan perkebunan, jasa dan lainnya .
Ia meragukan apakah kasus yang sama pada tahun sebelumnya mesti terulang lagi, sebab fakta saat ini mengindikasikan untuk Riau bakal mengalami kerugian yang sama saat bencana asap tahun 2015.

"Kalau bencana asap tahun 2019 lebih lama terjadi, atau sama kondisi asap tahun 2015, maka akan lebih berbahaya lagi dan fatalnya Riau mengalami kerugian ekonomi bisa mencapai Rp120 triliun lebih, sama kerugaian yang dialami pada bencana asap tahun 2015," katanya.
Ia menekankan bahwa bencana asap terjadi tahun 2015 dengan komparasi luasan hutan dan lahan yang terbakar mencapai 500.000 hektare, sedangkan bencana asap tahun 2019 dengan hutan dan lahan terbakar sudah mencapai 300.000 hektare.

Baca: Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berbagai Aktifitas Wisata

Suwondo menjelaskan asap telah berdampak negatif sama terhadap kehidupan flora dan fauna, namun prosesnya hanya membedakan hewan akan sama, dengan makhluk invetebrata, mamalia yakni akan mempengaruhi sistim pernafasan mereka, karena dipicu partikel berbahaya dari kandungan sisa bahan yang terbakar di dalam asap.

Semakin halus partikel yang masuk dalam sistem pernafasan saat menghirup asap, maka akan makin berbahaya bagi makhluk hidup manusia dan hewan (hidup di darat) sebab sistem jantung dan paru-parunya bersentuhan langsung dengan udara terpapar asap itu.
"Asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan itu mengandung sejumlah komposisi kimia, dan udara otomatis mengalami perubahan, kadar CO (karbon monoksida) makin tinggi karena pembakaran yang makin tinggi itu," katanya.

Keberadaan CO yang terhirup oleh makhluk hidup, katanya menjelaskan, akan mempengaruhi sistem peredaran darah, pada mahkluk hidup sehingga berkurangnya kemampuan mengikat oksigen, dan CO di udara bisa meracuni darah, atau toksik (baca toksik) pada darah dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain itu kandungan parikulat lainnya yang dibawa kabut dan asap itu seperti CO2 (karbondioksida) juga bisa mempengaruhi ketika masuk dalam tubuh padahal seharusnya CO2 itu dikeluarkan. Saat terhirup efeknya akan sama toksik di dalam darah, dan juga semua hewan akan seperti itu.
Berikutnya akan muncul kemampuan metabolisme hewan dan manusia menurun, pada akhir kondisi tubuh menjadi abnormal, dan jika berlangsung dalam waktu lama, akan memunculkan beragam penyakit karena daya tahan tubuh diserang itu makin melemah.

Baca: Pemkab Kampar Ikuti Zoom LKPD Tahun 2025 Bersama Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara

Begitu pula dengan tumbuh-tumbuhan, katanya, terhalangnya fotosintetis lebih karena sinar matahari yang terhalang asap, dan suhu menjadi tidak normal.
Ketika fotosintetsis terhalang maka mempengaruhi metabolisme pada tumbuhan ditandai daunnya berguguran, gagalnya penyerbukan, berdampak terjadinya gagal panen, bahkan terjadinya penurunan produktivitas sawit bisa mencapai 30-40 persen.

"Jika hujan juga tidak turun maka diyakini tumbuhan akan bisa mati, karenanya semua pihak perlu berjibaku mendukung upaya penanggulangan bencana ini dan tetap mengupayakan agar kebakaran hutan jangan sampai meluas lagi, dan cukup sudah kerugian besar yang ditimbulkannya," katanya.

Baca: Penyegaran Organisasi, Dinkes Kampar Gelar Sertijab Kabid Yankes dan Kabid SDK

Terkait
THR ASN Pemkab Kampar Mulai Dicairkan, Kepala BPKAD: Pertama di Riau
THR ASN Pemkab Kampar Mulai Dicairkan, Kepala BPKAD: Pertama di Riau
Syahrul Aidi Buka Rumah Aspirasi, Targetkan Wadah Penge
BPS Merilis Kemiskinan Desa di Riau Meningkat Sementara
Adam Syafa’at Perjuangkan Hak Masyarakat Pagaran Tapa
Lainnya
Kapal Roro Bengkalis Segera Menggunakan e-Tiketing, Bakal Mempersingkat Waktu Penyeberangan
Kapal Roro Bengkalis Segera Menggunakan e-Tiketing, Bakal Mempersingkat Waktu Penyeberangan
MTQ mulai 28 Juni- 5 Juli, Bupati Bengkalis Sampaikan K
Pasca Moratorium Izin Tambang, CBA: Izin Tambang Itu Se
Kepala BNPB Tinjau Gua Tsunami Purba di Lhong Aceh Besa
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1