Kerajaan Kandis, Menelusuri Jejak Negeri yang Hilang di Belantara Kuansing

Mawardi Tombang
Kamis, 5 September 2019 09:37:30
Sejumlah situs diduga bukti peninggalan Kerajaan Kandis ditemukan. Seperti menelusuri jejak negeri yang hilang di belantara Kuansing.

Kanalsumatra.com - TELUKKUANTAN - Sejarah pemberian nama Kabupaten Kuansing pada awalnya diambil dari dua nama Sungai yakni Kuantan dan Singingi pada masa awal masih banyak dipertentangkan. Menurut buku Sejarah Pembentukan Kabupaten Kuantan Singingi terbitan (2010).

Berdasarkan artikel yang pernah ditulis Ketua Majelis Kerapapatan Adat LAMR Pebri Mahmud pada tahun 2014 silam tentang penelusuran atau mencari jejak Negeri yang hilang Kerajaan Kandis di Kuantan.
Negeri Rantau Kuantan pada awalnya adalah wilayah suatu Kerajaan yang dikenal sebagai Kerajaan Kandis diperkirakan berdiri pada Abad 8 M pada masa itu berpusat di Padang Candi Dusun Botuang Desa Sangau Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik.

Baca: Kapolda Riau Pimpin Sertijab Strategis, Dirintel, Kabid Humas dan Empat Kapolres Berganti

Kemudian pindah ke Sintuo Teluk Kuantan. Kerajaan Kandis sebagai cikal bakal negeri Rantau Kuantan terdapat dalam berbagai sumber, baik sumber tertulis, maupun sumber cerita rakyat (forklore) dan bukti-bukti kepurbakalaan (Swardi, 1999).
Kerajaan Kandis juga disebutkan dalam kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca bahwa daerah-daerah di Sumatera yang termasuk dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit diantaranya disebutkan pula Kandis.

Pemangku Adat di Lubuk Jambi mengatakan bahwa Kerajaan Kandis sebelum pindah ke Sintuo berlokasi di Bukit Bakar tepatnya berada di bagian Hulu Sungai Batang Antan.
Tepatnya, dalam kawasan hutan lindung Bukit Betabuh masuk dalam wilayah adat Lubuk Jambi. Sedangkan Situs Padang Candi merupakan bekas Kerajaan Koto Alang.
Kerajaan ini merupakan pecahan dari Kerajaan Kandis. Dalam cerita adat disebutkan bahwa raja dari kerajaan Kandis bernama Raja Dharmaswara dengan julukan Datuk Rajo.

Berdasarkan sumber yang berhasil dikumpulkan Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR ini, maka penemuan situs yang ada saat ini memiliki kaitan erat dengan sejarah masa lampau.
Seperti baru-baru ini, penemuan Bukit baru berbetuk Piramid di Desa Pantai lokasinya berada di tengah hutan. Bentuknya sama persis dengan Piramid yang ada di Mesir pada zaman Ramses 1 hingga terakhir atau lebih dikenal dengan sebutan firaun.

Meskipun secara kedudukan pusat pemerintahan kerajaan kandis tidak berlokasi di daerah ini, tapi di Batang Lagan, akan tetapi di Desa Pantai ini pernah berdiri Kerajaan Pinang Merah.
Kerajaan ini menurutnya, masih merupakan pecahan Kerajaan Kandis, maka secara geografis situs ini sangat memungkinkan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Pinang Merah yang diyakini memiliki kegunaan tertentu pada masanya.

Baca: Bupati Ahmad Yuzar Dukung Tuanku Online Versi 2, Permudah Akses Bantuan Hukum Masyarakat Kampar

Bukti lain tentang keberaadaan Kerajaan ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) sebanyak tiga kali, pertama tahun 2005, kedua 2007 dan terakhir pada tahun 2010 seperti penemuan sisa bangunan dari bersusun dari bata merah.

Kemudian, temuan lainnya adalah pecahan wadah dari jenis keramik asing (non local). Jenis temuan ini analisis tidak saja dalam bentuk asal (utuh) pecahan tersebut, tetapi juga analisis tempat asal dan asal masa (priode) keramik tersebut dibuat.

Dari analisis bentuk asal (utuh ) pecahan keramik asing di situs Padang Candi yang masih berada di Lubuk Jambi ini terdiri dari bentuk wadah : mangkuk, tempayan, guci, buli-buli (guci kecil), pasu, vas, tutup dan beberapa pecahan sudah sudah sangat sulit untuk diketahui bentuk asalnya.

Sungguhpun demikian pecahan tersebut diketahui adalah keramik Cina masa dynasty Song khususnya masa dynasty Song utara abad 11-12 M merupakan keramik yang terbanyak ditemukan.

Baca: Haul ke-38 Syekh Aidarus Dipadati Jemaah, Bertepatan 100 Tahun Kelahiran dan Milad ke-70 Darussalam


Selanjutnya, Populasi keramik asing kedua banyak ditemukan adalah keramik masa 5 dinasty atau masa dinasti Tang akhir yaitu abad 9- 10 M dari jenis Yue ware.
Keramik Cina lainnya yang ditemukan di situs ini adalah keramik masa dynasty Yuan abad 13-14 M dan keramik masa dinasty Ming dari abad 16-17 M jenis Swatow ware.

Selain keramik asal Cina, keramik asing asal Asia Tenggara juga ditemukan antara lain keramik Vietnam (atau Annamese Ware) dan keramik Thailand, keduanya berasal dari abad 15-16 M.

Temuan yang cukup signifikan pada situs ini adalah temuan berupa prasasti lempengan emas. Prasasti ini berjumlah 2 buah, bukti ini ditemukan olah penduduk setempat ketika membangun fondasi rumah dalam bentuk gulungan.

Prasasti pertama, berukuran panjang 8 cm, lebar 3 cm, tebal 1 mm bertulisan aksara Jawa Kuno dan berbahasa Sanskerta. Berdasarkan hasil pembacaan oleh epigraf Dr. Rita M.S., prasasti tersebut berisikan mantra-mantra agama Buddha. (Soedewo, Ery ; 2009).

Baca: BAZNAS dan Kemenag Kampar Sukses Gelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H

Lembar prasasti kedua yang ditemukan tidak jauh dari lembar pertama, tidak begitu dapat di baca karena kondisi huruf/aksaranya sudah tidak begitu jelas.
Prasasti yang kedua ini ditemukan dalam kondisi tergulung ( sama seperti prasasti pertama) dan di tengah gulungnya terdapat batu mulia (mirah?) yang sudah terbelah ( Eka Asih P. Taim, dkk:2010).

Maka untuk membuktikan hasil temuan lainnya, situs yang ada di beberapa Wilayah Lubuk Jambi ini perlu dilakukan penelitian lanjutan dan peran pihak pemerintah Daerah sangat diperlukan untuk menggali potensi wisata bernilai budaya dan sejarah ini



Terkait
Wakil Bupati Kampar Hadiri Pelantikan Himpaudi Periode 2026–2030, Dorong Penguatan PAUD
Wakil Bupati Kampar Hadiri Pelantikan Himpaudi Periode 2026–2030, Dorong Penguatan PAUD
Semarak May Day 2026, Bupati dan Wakil Bupati Kampar Ik
Meriahkan Idul Fitri 1447 H, Bupati Kampar Lepas Pesert
Dusun Bedeng, Ketua IKADI Siak Lakukan Kunjungan Penghu
Lainnya
Pemko Gencarkan Edukasi Bahaya HIV/AIDS bagi Pelajar MAN 2 Pekanbaru
Pemko Gencarkan Edukasi Bahaya HIV/AIDS bagi Pelajar MAN 2 Pekanbaru
Diduga Sarat Penyimpangan, LMB Desak Audit Total Pelaks
Syahrul Aidi Resmikan Penggunaan Jalan Desa Panda Wangi
Bentrok di Lampung Tengah, Empat Rumah Terbakar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I