Curah Hujan Tinggi, 4 Kecamatan Di Agam Longsor Hantam Rumah Warga
KANALSUMATERA.com - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sejak Rabu hingga Kamis (8/11/2018) siang, menyebabkan empat kecamatan di daerah berjulukan 'Tali Tigo Sapilin' itu mengalami longsor dan banjir.
Dilansir dari TribunPadang.com, Operator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Lukhman Syahputra mengatakan, keempat kecamatan yang terdampak banjir dan longsor itu terdiri dari Lubuk Basung, Palupuah, Palembayan, Ampek Nagari, dan Tanjung Mutiara.
Di Kecamatan Lubuk Basung, sebut Lukhman, bencana longsor terjadi di Jorong III Garagahan, Nagari Garagahan, pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIB dan menghantam dua unit rumah warga.
"Bahkan, sepasang suami istri yang berada di salah satu rumah yang diterjang longsor bernama Netti dan Pakiah, mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas terdekat," kata Lukhman saat dihubungi tribunpadang.com Kamis malam.
Kemudian di Kecamatan Palupuah, lanjut Lukhman, longsor juga terjadi di enam titik di kawasan Nagari Simauang. Dua di antaranya, menerjang irigasi di kawasan Solok Kampuang Jambak dan beberapa sawah masyarakat. Sedangkan empat titik lagi, longsor menimbun badan jalan di Kelok Jeep Air Kijang, Jalan Padang Manggis, di kawasan Kampung Pili Tibo dan di Jalan SD 04 Simauang.
Baca: Tahun 2018, Inflasi di Kepri Menurun Dibanding Tahun 2017, Capai 3,47 persen
Bahkan Kamis siang, jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan.
"Saat ini, jalan yang terdampak longsor itu sudah bisa dilewati kendaraan setelah petugas BPBD bersama Dinas PU Agam, membersihkan material yang menimbun badan jalan dengan alat berat. Namun begitu, kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada," tuturnya.
Longsor di Kecamatan Palembayan, lanjutnya, terjadi di Jalan Lingkar Simpang Ateh Sawah Panjang, yaitu di Jorong Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang.
Bahkan, longsor tersebut merusak pondasi jembatan, sehingga jembatan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, karena berpotensi ambruk
Kemudian di Jorong Pasa Palembayan, Nagari Ampek Koto Palembayan, longsor juga menutupi ruas jalan provinsi sebanyak dua titik dengan panjang longsor mencapai 20 meter dengan ketinggian mencapai 15 meter.
Baca: Musim Penghujan, Warga Pagaralam Waspadai Titik-titik Rawan Longsor
"Kami di BPBD Agam sudah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi, Pemerintah Kecamatan dan Nagari untuk penanganan. Saat ini jalan provinsi itu masih diitutup. Alat berat masih bekerja. Kemungkinan dinihari sudah bisa dilewati kendaraan," bebernya.
Di Kecamatan Tanjung Mutiara, tambahnya, bencana yang terjadi akibat hujan sejak Rabu siang itu membuat terjadinya banjir yang merusak irigasi Anak Air Kerinci di Jorong Bukit Malintang, Nagari Tiku Utara.
Banjir, sebut Lukhman, terjadi pada Kamis dinihari sekitar pukul 04.30 WIB. Bahkan ketinggian banjir mencapai 2 meter. Banjir di Nagari Bawan itu merendam 14 unit rumah warga. Tujuh di antaranya hingga Kamis malam masih digenangi banjir. Bahkan, sebagian pemilik rumah masih berada di tempat pengungsian di lokasi yang lebih tinggi.
"Lokasi yang terdampak ini memang rawan banjir. Bahkan setiap hujan lebat dengan durasi di atas 2 jam, daerah ini selalu digenangi banjir. Lokasi ini merupakan kawasan Plasma Sawit," pungkas Lukhman. (TP/Ks)
Baca: Puluhan Rumah di Madina Hanyut Akibat Banjir
