Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2025, Menhut Minta Semua Pihak Tetap Waspada

Mawardi Tombang Islami
Selasa, 29 April 2025 20:12:53

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan sebagai antisipasi kejadian karhutla, digelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, pada Selasa (29/4/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam), Budi Gunawan didampingi oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni serta dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara.

Apel tersebut menjadi penanda dimulainya kesiapan nasional menghadapi musim kemarau tahun ini, dengan mengedepankan pendekatan pencegahan dini dan kolaborasi lintas sektor. Hadir dalam undangan kegiatan ini antara lain Menteri Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Perhubungan, Menteri Komunikasi dan Digital, Menteri Pertanian, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Kepala Staf Kepresidenan, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, Kepala BMKG, dan Kepala Basarnas.

Agenda apel meliputi Apel Siaga, Peninjauan Gelar Peralatan untuk mengecek kesiapan operasional, serta Kegiatan Interaktif secara daring dengan seluruh provinsi di Indonesia. Seluruh rangkaian acara bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam pengendalian karhutla.

Baca: Sekda Definitif Pekanbaru Ditantang Perkuat Sinergi Pemerintahan dan Selesaikan Persoalan

Menkopolkam, Budi Gunawan dalam arahannya menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dilakukan dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Riau. Ia menambahkan, kerja sama yang solid menjadi kunci utama terdapa pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Menko Budi Gunawan juga menekankan bahwa kesiapsiagaan seluruh elemen, baik pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta masyarakat, harus terus dijaga. Hal tersebut juga telah sesuai dengan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Bapak Presiden, Prabowo Subianto berpesan kepada kita semua untuk terus mempertahankan capaian-capain positif yang telah dicapai selama ini. Jangan sampai ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang meluas yang dapat menjadi isu internasional," katanya.

Dalam sesi konferensi pers usai Apel, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Indonesia patut berbangga atas capaian pengendalian karhutla. Menurutnya, bangsa Indonesia adalah bangsa pembelajar dan pekerja keras.

Baca: 200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan

"Kita pernah mengalami bencana karhutla yang memprihatinkan, tapi data menunjukkan kerja keras teman-teman semua sudah menunjukkan keberhasilan yang baik, jadi ada kebanggaan bahwa kita sudah belajar dan bekerja dengan baik, belajar dari kesalahan masa lalu dan memperbaiki diri sehingga tren karhutla terus menurun," ujar Menhut.

Namun, menurut Menhut, prestasi ini tentu jangan sampai membuat lengah, sombong dan jumawa sehingga tidak berhati-hati dalam pengendalian karhutla.

"Apel hari ini untuk mengingatkan kita kembali bahwa karhutla meskipun trennya menurun tapi tetap kita harus terus waspada," ungkap Menhut.

Menhut mengutarakan terdapat tiga faktor yang berkontribusi dalam upaya pengendalian karhutla. Pertama, kolaborasi terpimpin yang semakin baik. Jika dulu upaya penanganan berjalan masing-masing, sekarang bergerak dalam satu koordinasi terpimpin.

Baca: Perbaikan Jalan Provinsi Dipercepat, Pemprov Riau Pulihkan Akses Strategis di Rohul

Kedua, upaya pencegahan dan penegakan hukum yang lebih efektif. Menhut menyoroti penggunaan teknologi seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan kembali digelar mulai 1 Mei 2025 di Riau. Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus ditingkatkan, di antaranya melalui lomba pantun dan syair untuk membangun budaya sadar bahaya Karhutla.

Ketiga, semakin meningkatnya partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah terus memperkuat peran kelompok masyarakat peduli api, pramuka, masyarakat adat, dan berbagai elemen lainnya dalam upaya pengendalian karhutla di tingkat tapak.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati pada kesempatan ini juga menyatakan, prediksi iklim wilayah Indonesia saat ini memasuki kondisi La Nina (kemarau basah) yang dapat berlangsung sampai dengan periode Mei 2025. Namun demikian, meskipun dalam musim kemarau basah, tetap perlu antisipasi kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Provinsi Riau diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei sehingga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau Tahun 2025 terhitung mulai tanggal 1 April 2025 s.d. 30 November 2025 (244 hari).

Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hutan dan lahan periode 1 Januari - 22 April tahun 2025 seluas 3.207,54 ha, di mana areal gambut seluas 1.227,26 ha (48,26%) dan tanah mineral 1.980,28 Ha (61,74 %). Tiga wilayah provinsi dengan luas karhutla tertinggi berturut turut antara lain Riau (698,98 ha), Kalimantan Barat (494,20 ha), dan Aceh (296,11 ha).

Baca: Bupati Kampar Lantik Pengurus KBKK Batam, Tegaskan Perkuat Solidaritas dan Kontribusi bagi Daerah

Sedangkan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terdapat di Kabupaten Pelalawan (639,57 ha), Bengkalis (48,29 ha), Kota Dumai (7,58 ha) dan Kepulauan Meranti (3,54 ha).

Sebelumnya pada tanggal 13 Maret 2025, Kemenkopolkam melalui Kedeputian IV Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesejahteraan Bangsa, meluncurkan Desk Karhutla yang menjadi momentum bersama sebagai bangsa dalam menghadapi triple planetary crisis yaitu perubahan iklim, pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kehilangan biodiversity.

Dalam Desk Koordinasi Penanganan Karhutla tersebut, Menteri Kehutanan memiliki peran sebagai anggota Pengarah dan Pengendali. Selain itu, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan berperan sebagai Ketua Desk IV, dan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan sebagai Satuan Tugas Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Seluruh Kementerian/Lembaga, Panglima TNI dan Kapolri, Kepala Daerah, Pangdam/Danrem, Kapolda dan perusahaan pemegang izin serta masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan saling bahu membahu dalam upaya untuk menanggulangi karhutla sesuai dengan amanat Inpres No. 3 Tahun 2020.

Baca: Sinergitas Tanpa Batas, Bupati Kampar Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80

Selama ini, pengendalian karhutla terus dilakukan melalui upaya pencegahan, pemadaman hingga penanganan pasca. Kegiatan pencegahan karhutla dilaksanakan melalui patroli pencegahan karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sosialisasi, dan kampanye pada provinsi rawan karhutla.

Dalam rangka pencegahan, Pemerintah juga melakukan peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, dukungan atau insentif untuk peningkatan mata pencaharian masyarakat. Selain itu pengelola kawasan turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui diversifikasi usaha di lahan masyarakat.

Kemudian dalam upaya pemadaman, Pemerintah melakukan pemadaman darat dan pemadaman udara yang dilakukan dengan prinsip memadamkan api sesegera mungkin dan mencegah api membesar. Dalam menjalankan fungsi pemadaman darat, pemadaman udara berfungsi untuk memberikan dukungan sekaligus untuk membatasi pergerakan api terutama di tempat yang sulit dijangkau pasukan darat. Pengerahan pasukan secara terkoordinir oleh Satgas memberdayakan semua potensi pasukan Brigdalkarhutla yang tersedia di provinsi masing-masing.

Seluruh upaya tersebut dilakukan secara serius, intensif, kontinyu dan konsisten untuk agenda nasional pemulihan lingkungan melalui langkah-langkah penanggulangan karhutla, rehabilitasi hutan dan lahan dan pengelolaan lingkungan dalam pengelolaan sumberdaya alam serta keselarasan kerja antara lingkungan dan investasi.(*)



Terkait
Kejar Pembangunan Merata, Pemkab Rohil Intensifkan Lobi Anggaran ke Pemerintah Pusat
Kejar Pembangunan Merata, Pemkab Rohil Intensifkan Lobi Anggaran ke Pemerintah Pusat
Satpol PP Kampar Tertibkan Anak Punk di Bangkinang, Dia
Masyarakat Pagaran Tapah Adukan PTPN IV ke DPR RI, Adam
Wako Agung Nugroho Dukung Pemprov Riau Ganti Tugu Zapin
Lainnya
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan dengan Komunitas Becak di Bangkinang
Fahmil bersama Syahrul Aidi Berbagi Berkah Ramadhan dengan Komunitas Becak di Bangkinang
Vaksinasi Harus Terus Digesa, Presma UIR: Kapan Perlu K
23.034 Buruh Divaksin Covid-19, Pemko Batam Optimis Tar
Warga Geruduk Rumah yang Dijadikan Tempat Kumpul LGBT d
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Pendidikan
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Jika Lalai Absen
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T