Aktivis Senior KAMMI 'Tak Habis Pikir', Munculnya KNPI Versi Baru di Kabupaten Kampar
KANALSUMATERA.com - Bangkinang - Aktivis senior dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini merasa 'tak habis pikir', dengan munculnya kepemimpinan KNPI Versi baru yang ada di Kabupaten Kampar. Pasalnya ia sudah melalui suksesi Musda KNPI pada Februari lalu.
Ia menyampaikan proses suksesi Musda KNPI Kampar sudah selesai dan terpilih Ketua Febio Anggriawan Burhanudin dan itu tidak dualisme. Dengan itu, mantan Ketua KAMMI Kota Pekanbaru ini merasa kecewa dan menganggap hal ini sudah tidak sehat lagi.
"Musda KNPI sudah selesai kita lakukan beberapa bulan yang lalu, Ketua-nya sudah terpilih, dan Musda kemarin juga dihadiri oleh bung Taufik Sarkawi selaku Sekretaris KNPI yang lama, mestinya dulu enggak ada persoalan, dan sekarang muncul lagi KNPI versi baru. Itu kan keberatannya sekarang, tampak motifnya ada gitu" Kata Afdhal S.Psi selaku Putra Jati Kampar sekaligus penggagas Kelahiran KAMMI Kabupaten Kampar.
Afdhal mengungkapkan, Sekretaris KNPI yang lama diberikan panggung untuk menyampaikan kata sambutan atas perwakilan DPD KNPI saat itu, karena Ketua-nya tidak hadir sehingga panitia Musda meminta Sekretaris-nya yang menyampaikan.
"Mungkin bung Ardo sebagai Ketua KNPI saat itu tidak bisa hadir, tapi sekretaris-nya ada, otomatis mewakili ketua kan, ketika ketua berhalangan hadir, orang nomor dua di KNPI itu kan Sekretaris-nya" ungkap Afdhal saat dikonfirmasi inforiau.co.
Baca: Di Balik Penunjukan Plt. Kadiskes Kampar: Antara Pengunduran Diri dan Komitmen Pelayanan Publik
Kekecewaan aktivis KAMMI tersebut dikarenakan pembahasan dualisme KNPI kenapa baru sekarang, tidak pada saat Musda yang dilaksanakan pada Februari kemarin.
"Kalau kemarin dipermasalahkan, bisa saja Musda KNPI di bubarkan sama kepengurusan bung Ardo atau nyatakan penolakan bahwa kita tidak merestui Musda itu, kalau sekarang mau ngapain lagi". Ciutan mantan aktivis itu.
Hingga sekarang, Afdhal masih bingung sama KNPI yang baru, dan beranggapan ada motif teman-temannnya membuat Ketua KNPI lagi, "pada saat prosesi Musda bung Ardo tidak ada menyatakan keberatan, makanya saya juga bingung, apa motif teman-teman sekarang membuat KNPI versi baru, yang jelas saya tahu proses Musda KNPI telah selesai".
"Apa motif-nya kita enggak tahu, ada unsur sakit hati atau tidak dapat panggung kemudian cari panggung. Cari sensasi kita enggak tau, yang jelas jeda-nya terlalu lama, kalau misalnya keberatan harusnya dari kemarin, itu baru saya akui gentleman-nya" tambah Afdhal. mal
