Wako Pekanbaru Undang Kepala Balai Sungai KemenPUPR Bahas Banjir dan Water Front City Pekanbaru
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggesa penyelesaian persoalan banjir di Kota Pekanbaru. Setelah sebelumnya Dinas PUPR merancang Masterplan Pengendalian Banjir pada tahun 2020, maka pada tahun 2021 ini menggesa penerapan masterplan tersebut dengan melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Seperti pada Kamis (4/2/2021), Kepala Dinas Perkejaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution,ST.,M.Si memfasilitasi pertemuan antara Walikota Pekanbaru, DR. H. Firdaus, ST. MT. dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III, Sahril.
Satu pembahasan mereka yakni penanganan banjir di Kota Pekanbaru. Tempat pertemuan di Ruang Walikota Pekanbaru Lantai 5, Perkantoran Tenayan Raya.
Pada pengendalian banjir ini, salah satu fokus diskusi yakni menormalisasi Sungai Siak dan anak sungai yang ada di Pekanbaru. Sebagaimana diketahui, sungai dan anak sungai saat ini dikelola BWSS III. Selain itu, mereka juga membahas pembangunan Water Front City di sepanjang Sungai Siak.
Baca: Bupati Kampar Dukung Kerjasama Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listik (PSEL) Pekanbaru RayA
"Jadi dengan duduk bersama ini, kita berharap bisa menuntaskan permasalahan banjir nantinya," ujar Indra Pomi kepada media.
Sementara Wako Firdaus mengaku rencana pembangunan water front city sempat terhenti. Ada rencana nantinya pembangunan turap beton di sepanjang wilayah yang masuk Water Front City. "Lokasi ini rencananya menjadi pusat ekonomi untuk pariwisata," paparnya.
Firdaus menerangkan nantinya pembangunan turap terhubung dari Jembatan Siak III ke Jembatan Siak IV. Lalu terhubung ke Jembatan Siak V di Okura.
"Kawasan ini potensi besar dalam pengembangan wisata air di Sungai Siak. Apalagi kita sekarang sudah ada restoran kapal yang beroperasi," jelasnya.
Baca: Srigala Muda Asal Siak Hulu Juarai Pacu Sampan HUT Kampar ke-76
Kepala BWSS III, Sahril, menyebut bahwa pihaknya bakal membuat beberapa langkah untuk membuat MoU untuk jaminan pendanaan dari pusat, provinsi atau kota. Ada skala prioritas dalam perencanaan untuk normalisasi sungai mencegah banjir.
"Nanti diprioritaskan titik rawan banjir, untuk mencegah banjir," jelasnya. ***
